Gathering Starlight Community Surabaya Bikin Happy, Dansa Bareng Lintas Usia
- account_circle Ruang Sely
- calendar_month 50 menit yang lalu
- print Cetak

Suasana hangat dan ceria menyelimuti Gathering Starlight Community di Surabaya. Dansa jadi ajang silaturahmi sekaligus jaga kebugaran lintas usia. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebuah hall restoran di Surabaya berubah menjadi ruang penuh tawa dan semangat saat Gathering Starlight Community digelar. Para anggota yang datang dari berbagai kalangan usia tampak antusias mengikuti sesi dansa, line dance, hingga bernyanyi bersama. Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga ajang menjaga kebugaran dan mempererat relasi sosial. Selasa, (25/8).
Starlight Community memang dikenal sebagai wadah bagi warga Surabaya yang punya minat pada dunia dansa dan tarik suara. Selain pertemuan rutin bulanan, komunitas ini kerap mengadakan acara spesial untuk memperingati hari jadinya. Kali ini, nuansa gathering terasa lebih hangat karena peserta langsung diajak mempraktikkan gerakan dasar dansa.
Puspita Dewi Prijadi, anggota Starlight Community sekaligus Presdir PT Matahari Sakti, menuturkan bahwa dirinya sudah empat tahun bergabung. Ia merasakan sendiri bagaimana dansa memberi dampak positif bagi tubuh dan pikiran.
“Berdansa memberikan banyak manfaat, baik bagi kesehatan tubuh maupun kemampuan otak. Gerakan dansa yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan menghafal berbagai langkah serta koreografi membuat aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu menjaga pikiran tetap aktif,” ungkap Dewi.
Menurutnya, menghafal langkah kaki dan koreografi membuat otak terus dipaksa bekerja. Tidak hanya asal gerak, setiap penari mesti memahami teknik agar penampilannya terlihat indah dan selaras.
“Kalau tidak menguasai teknik dengan baik, tentu tidak bisa berdansa dengan indah dan harmonis,” tambahnya.
Sesi praktik dipandu langsung oleh Hadi Tjahjono, pendiri Starlight Community sekaligus pemilik Surabaya International Ballroom Dancesport Academy (SIBDA). Ia mengajak seluruh hadirin mencoba gerakan dasar maju dan mundur mengikuti ketukan musik yang ritmis. Suasana kian hidup ketika peserta dari berbagai usia mengikuti instruksi dengan serius tetapi tetap santai.
Hadi menyebut usia bukan hambatan untuk mulai belajar dansa. Sebagian muridnya bahkan sudah berusia di atas 40 tahun dan tetap energik. Ada pula yang mencapai 75 tahun namun masih bugar.
“Jadi, tidak ada kata terlambat untuk belajar dansa. Yang penting mau bergerak, menikmati musik, dan terus belajar,” ujarnya.
Menjelang penutup, panitia membagikan door prize kepada sejumlah peserta beruntung. Kemeriahan acara ini menegaskan bahwa dansa punya peran lebih dari sekadar hiburan. Aktivitas ini menjadi ruang bersosialisasi, melatih fokus, menjaga tubuh tetap bugar, sekaligus membuka peluang generasi muda meraih prestasi.
“Dansa dapat menjadi ruang untuk bersosialisasi, menjaga kebugaran, melatih konsentrasi, mengembangkan kemampuan, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih
- Penulis: Ruang Sely

