Membangun Kedaulatan Pangan Lewat Stabilitas Harga Telur Peternak Jatim
- account_circle Ruang Sely
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

PPAP Jatim gelar dialog di Blitar, tegaskan komitmen membangun kedaulatan pangan nasional melalui strategi stabilitas harga telur. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Blitar, Ruang.co.id – Paguyuban Peternak Ayam Petelur (PPAP) Jawa Timur menegaskan bahwa jalan menuju kedaulatan pangan nasional dapat ditempuh melalui fondasi yang paling dasar, yakni stabilitas harga di tingkat produsen. Hal ini mengemuka dalam forum silaturahmi dan dialog strategis yang digelar di Kota Blitar, Rabu (24/6/2026).
Ketua PPAP Jawa Timur, Safik, menyatakan bahwa stabilitas harga telur bukan sekadar isu ekonomi, melainkan kunci untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan strategis. Menurutnya, kedaulatan pangan sejati hanya bisa tercapai jika para peternak sebagai garda terdepan merasakan kepastian dan kesejahteraan dalam menjalankan usahanya.
“Kita tidak bisa berbicara tentang kedaulatan pangan jika peternaknya sendiri masih bergelut dengan harga yang tidak menentu. Maka dari itu, forum ini kita gelar untuk merumuskan fondasi yang kokoh, dimulai dari stabilisasi harga di tingkat kandang,” ujar Safik.
Guna mewujudkan komitmen tersebut, PPAP Jatim memaparkan rencana aksi berupa pembentukan pusat informasi pasar terpadu yang akan bekerja secara real-time. Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu untuk mengantisipasi gejolak harga yang kerap merugikan peternak skala kecil dan menengah.
“Kami akan segera operasionalkan sistem pemantauan stok dan harga di setiap sentra produksi. Dengan data yang akurat, kami bisa memberikan rekomendasi kepada peternak untuk mengatur volume produksi sehingga keseimbangan pasokan tetap terjaga,” jelas Safik merinci langkah konkret tersebut.
Tokoh peternak Blitar, H. Dodik, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa kekuatan kolektif peternak adalah modal sosial yang paling berharga untuk menciptakan daya tawar yang setara dalam rantai pasok. Solidaritas, menurutnya, adalah kunci untuk memastikan bahwa cita-cita kedaulatan pangan tidak berhenti sebagai slogan.
“Kedaulatan pangan berarti kita mampu mencukupi kebutuhan sendiri dengan harga yang adil bagi semua pihak. Ini hanya bisa kita capai jika peternak bersatu, menjaga kualitas, dan berkomunikasi secara intensif dengan seluruh pemangku kebijakan,” tegas H. Dodik.
Di penghujung forum, Safik kembali menegaskan optimisme bahwa Jawa Timur, sebagai salah satu lumbung produksi telur nasional, memiliki peran sentral dalam mewujudkan peta jalan kedaulatan pangan Indonesia. Ia berharap sinergi antara peternak, pemerintah, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat.
“Komitmen kami jelas, menjadikan sektor peternakan ayam petelur sebagai pilar utama kedaulatan pangan nasional. Dengan harga yang stabil, peternak akan berdaya, dan masyarakat pun dapat menikmati sumber protein hewani yang berkualitas secara berkelanjutan,” pungkas Safik.
- Penulis: Ruang Sely

