Wagub dan Anggota DPD RI Lia Istifhama Beri Motivasi Mahasiswa Santri Banyuanyar
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 43 menit yang lalu
- print Cetak

Wagub Jatim Emil Dardak dan Senator Lia Istifhama hadir di Rakornas FKMSB Surabaya, mengupas kepemimpinan progresif ala Ibnu Khaldun untuk mahasantri. (Gentur)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) RI, Lia Istifhama, hadir dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nssional ( Rakornas ) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar ( FKMSB), di Asrama Haji, Sukolilo, sabtu, (8/8).
Dalam Rakornas yang dihadiri mahasiswa santri dan alumni Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Madura yang datang dari berbagai penjuru tanah air tersebut, Wagub hadir mewakili Gubernur dan memberikan sambutan sekaligus menandai dibukanya Rakornas tersebut. Sedangkan anggota DPD RI Lia Istifhama hadir sebagai pembicara utama dalam diskusi bertema Ikhtiar Mahasantri Merajut Kepemimpinan Nasional yang Progresif dan Berkarakter.
Dalam sambutannya Emil menegaskan bahwa Ponpes Banyuanyar merupakan punjer dari keilmuan. Meski tempatnya di Pamekasan namun banyak yang berkhidmad ke Ponpes ini. Menurut Emil, tema tentang mahasantri merajut kepemimpinan nasional yabg progresif dan berkarakter ini merupakan upaya yang luar biasa. Karena selama ini progresif dan karakter adalah dua kutub yang berbeda. Tapi oleh santri didorong untuk maju bersama.
“Progresif itu tendensinya adalah selalu melakukan hal yang baru. Sedangkan karakter berusaha menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang di tanamkan oleh para guru kita. Itulah yang membuat karakter tidak lekang oleh zaman dan tertanam dalam diri kita. Karena itu pemimpin yang progresif dan berkarakter adalah yang bisa menjaga keduanya,” jelas Emil.
Usai sambutan yang ditandai dengan pembukaan yang dilakukan Dewan Pengasuh FKMSB, Lora Abdul Latif yang mewakili pamannya, KH Sholahudin Syamsul Arifin, pengasuh Ponpes Banyuanyar, acara dilakukan dengan diskusi dengan pembicara utama anggota DPD RI, Lia Istifama.
Dalam orasi pendidikannya, senator yang akrab dipanggil Ning Lia tersebut menjelaskan teori kepemimpinan Barat ala Antonio Gramscy yang terkenal dengan konsep hegemoni budaya, dimana pemimpin yang efektif yaitu pemimpin yang memimpin melalui kepemimpinan moral dan dan intelektual, bukan sekedar paksaan fisik. Teori ini disejajarkan dengan teori kepemimpinan Islam ala Ibnu Khaldun.
Dalam teori kepemimpinan Ibnu Khaldun, dikenal dengan konsep ashabiyah atau solidaritas Sosial, amanah moral, dan siklus peradaban. Dimana pemimpin yang kuat lahir dari ikatan kelompok yang solid, bertindak sebagai pelayan masyarakat yang adil, dan kekuasaannya akan runtuh jika nilai moral serta solidaritas itu melemah.
- Penulis: Ruang Gentur
