Breaking News
light_mode
Selasa, 25 Agustus 2026
Beranda » Daerah » 350 Warga Balonggabus Jadi Korban Mafia Properti, DPRD Desak PT. Nyerot Kembalikan Hak SHM

350 Warga Balonggabus Jadi Korban Mafia Properti, DPRD Desak PT. Nyerot Kembalikan Hak SHM

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Puluhan warga pembeli rumah kavling Balonggabus, meminta haknya melalui tangan Komisi A DPRD Sidoarjo.

Mereka mewakili 350 pembeli rumah kavling yang sejak 2014 bukan dengan pembayaran mengangsur kepada mantan terpidana H. Sholihin pemilik PT. Nyerot Hasanah Mulia, hingga kini belum menerima sertifikat hak milik. Laksana peribahasa, “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula”.

“Kami semua bayar tunai, tidak ada yang mencicil. Sertifikat dijanjikan, tapi hingga kini tidak ada,” ujar seorang warga koordinator korban, yang juga sebelumnya merupakan korban Lapindo dengan nada getir, pada Rabu (8/7)2026).

Warga mengaku sudah menempati rumah tanpa gangguan. Namun tanpa sertifikat, mereka tidak bisa membayar pajak resmi ke Pemkab. Sidoarjo. “Kami ingin generasi berikutnya punya rumah dengan surat sertipikat sah,” tambahnya.

Itu disampaikannya dalam sebuah hearing atau dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Sidoarjo, dipimpin langsung oleh Rizza Ali Faizin alias Gus Reza dan Rizal.

Hearing juga dihadiri Azis, seorang perwakilan dari PT. Nyerot, yang kabarnya adik kandung H. Sholihin, dan tanpa dihadiri pihak PT. Tri Hasanda Sukses.

Hadir pula Kepala Bidang Hukum Pemkab Sidoarjo, Kepala Dinas PU P2CKTR dan Perkim, Kepala Dinas Perizinan (DPMPTSP), pimpinan Kantor Pertanahan (Kantah) BPN, Camat Candi, Kepala Desa Balonggabus, dan Kepala Desa Kebonsari.

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin alias Gus Reza, menegaskan masalah ini sudah berlangsung 12 tahun. “Ada 350 pembeli, mayoritas korban Lapindo. Semua sudah lunas, tapi sertifikat tak kunjung terbit,” katanya.

Hearing juga membahas masalah pemakaman. Warga rumah kavling juga mengeluhkan sulitnya pemakaman di Balonggabus. “Ada warga meninggal, ber-KTP Balonggabus, tapi tidak bisa dimakamkan di sini,” ungkap seorang warga.

Baca Juga  Kisah Pilu Agung Wibowo! Terjepit di Labirin Hukum yang Mengabaikan Fakta Persidangan

Azis, adik kandung pemilik PT Nyerot, di dengar pendapat itu terkesan selalu mengelak diri terkait kendala pengurusan sertifikat. “Peta bidang sudah terbit sejak 2017, tapi tidak naik ke SHM. Dana dari Balonggabus dialihkan ke proyek lain,” jelasnya.

Alih – alih dia menawarkan solusi dengan menjual aset perusahaan kakaknya. “Ada rumah senilai Rp1,1 miliar. Rp500 juta dialokasikan untuk makam baru, sisanya untuk pajak PBB induk,” katanya.

Namun, warga menolak solusi parsial. “Kami tidak butuh uang tebusan. Kami ingin sertifikat sesuai janji awal,” tegas perwakilan warga.

Yang membuat warga semakin gusar, tatkala Azis sering mengatakan pak Sholihin sekarang suda tidak punya apa – apa lagi, pak Sholihin sudah colaps atau Palit.

Situasi hearing semakin pelik tak kunjung berpihak pada warga, ketika PT Nyerot lagi – lagi dinyatakan Azis pailit dan di-take over oleh PT. Tri Hasanda Sukses milik Hasan yang juga pengembang perumahan Kendal Kalipecabean Kec. Candi. Sedangkan PT. Tri Hasanda saat ini juga mengaku dan menyatakan Pailit juga.

Namun anehnya dan janggal, kedua PT ini hanya sebatas berucap pailit dan tidak mempunyai kekuatan bukti otentik dokumen putusan Pailit dari pengadilan. Gus Reza menekankan,

“Take over harus dibuktikan dengan dokumen pengadilan. Tanpa itu, status hukum perusahaan tidak sah. PT. Nyerot di tahun 2014 dapat uang cash dari 350 warga pembeli dan sampa sekarang tidak bisa melakukan kewajibannya memberikan hak SHM warga kok bilang Pailit, terus uangnya itu dikemanakan?,” tanya Gus Reza mengejar kilah Azis. Namun, lagi – lagi Azis tidak mampu menjelaskannya.

Permasalahan kedua, terkait lahan pemakaman warga, Kepala Desa Kebonsari mengakui pernah ada transaksi tanah makam. “Benar dibeli PT untuk makam, itu tanah almarhum Abah saya, tapi dokumen tidak tercatat resmi di desa,” ujarnya.

Baca Juga  Risiko Sertifikat Tanah Lama 1961-1997 Pembaruan Data Tanah Adalah Solusi Utama

Hearing berlangsung semakin panas, tatkala Azis ujung – ujungnya memohon untuk diberi kelonggaran, seakan ingin meminta perlindungan parlemen, seakan ingin lepas tanggungjawab.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lirik Lagu Linkin Park "Numb"

    Lirik dan Makna Lagu Linkin Park “Numb”

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Numb, salah satu lagu ikonik dari band rock alternatif Linkin Park, dirilis pada tahun 2003 sebagai single utama dari album kedua mereka, Meteora. Diciptakan oleh Chester Bennington, Mike Shinoda, dan Rob Bourdon, lagu ini telah menjadi anthem bagi banyak orang yang pernah merasakan perasaan mati rasa dan terisolasi. Liriknya yang menyentuh menggambarkan […]

  • Bahan Alami Bekas Jerawat

    10 Bahan Alami Andalan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id -Jerawat menjadi musuh bebuyutan bagi banyak orang, terutama remaja. Namun, bagi sebagian orang, jerawat seolah menjadi tamu tak diundang yang sulit diusir. Jerawat membandel ini tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga dapat menurunkan kepercayaan diri. Belum lagi saat jerawat sudah mereda lalu meninggalkan bekas. Bekas jerawat memang seringkali mengganggu penampilan. Noda hitam, kemerahan, […]

  • DPRD Jatim Penetapan Khofifah-Emil

    DPRD Jatim Umumkan Penetapan Khofifah-Emil Sebagai Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menggelar rapat paripurna pada Sabtu, 9 Februari 2024, yang mengumumkan penetapan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai calon gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Acara ini dihadiri oleh 62 anggota DPRD Jatim, ketua DPRD Muhamad Musyafak Rouf, serta […]

  • 1 Keluarga 1 Sarjana Pengusaha Surabaya Jadi Orang Tua Asuh

    1 Keluarga 1 Sarjana Dimulai Pengusaha Surabaya Jadi Orang Tua Asuh

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pemkot Surabaya menyambut baik dukungan para pelaku usaha dalam Program “1 Keluarga 1 Sarjana”. Dukungan itu diwujudkan oleh para pengusaha dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat (KPM) program tersebut. Dukungan tersebut terungkap dalam acara silaturahmi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama para pengusaha yang tergabung dalam YBP […]

  • Rutin Pakai Sheet Mask KUlit Glowing

    Rutin Pakai Sheet Mask, Rahasia Kulit Wajah Mulus Seperti Artis Korea!

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Maskeran sambil rebahan, main HP, atau nonton drama Korea? Aktivitas sederhana ini bisa jadi rutinitas yang menyenangkan dan bikin kulit semakin glowing! Banyak orang mengandalkan sheet mask sebagai solusi instan untuk mendapatkan wajah yang lebih segar, mulus, dan cerah. Tapi, benarkah sheet mask bisa membuat kulit benar-benar sehat atau hanya efek sementara? Banyak […]

  • Lirik Lagu Lyodra Tak Selalu Memiliki

    Lirik Lagu Lyodra Tak Selalu Memiliki (OST Film Ipar Adalah Maut)

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lyodra, penyanyi muda berbakat Indonesia, kembali mencuri perhatian dengan single terbarunya yang berjudul “Tak Selalu Memiliki”. Lagu ini menjadi soundtrack dari series populer “Ipar Adalah Maut” dan berhasil menyentuh hati banyak pendengar. Lirik lagu “Tak Selalu Memiliki” ditulis dengan begitu indah, menggambarkan perasaan seseorang yang menginginkan sesuatu namun tak bisa memilikinya. Liriknya […]

expand_less