Rambut Beruban Padahal Usia Baru 25 Tahun, Simak Pemicu yang Jarang Disadari
- account_circle Ruang Ilham
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Uban di usia 25 sering bikin cemas. Ketahui pemicu rambut putih muncul lebih cepat, mulai dari genetik, kekurangan vitamin, hingga stres. Ilustrasi Foto By AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebagian orang mulai menemukan helai rambut putih saat masih duduk di bangku kuliah atau baru memasuki dunia kerja. Kondisi ini sering memicu tanda tanya, bahkan membuat sebagian lainnya merasa kurang percaya diri.
Dilansir dari Cleveland Clinic, perubahan warna rambut menjadi abu-abu terjadi karena folikel rambut kehilangan kemampuan memproduksi melanin dalam jumlah cukup. Melanin merupakan zat pewarna alami yang menentukan gelap atau terangnya rambut seseorang.
Riwayat keluarga menjadi penentu paling kuat kapan seseorang mulai beruban. Jika ayah atau ibu mengalami uban sebelum usia 30 tahun, anak-anaknya memiliki peluang besar mengalami nasib serupa. Pola ini sudah terbentuk sejak lahir dan tidak bisa diubah.
Proses alami penuaan juga membuat produksi pigmen melambat. Hanya saja, ritme penurunan ini sangat personal. Dua orang dengan usia sama bisa memiliki kondisi rambut yang jauh berbeda, tergantung faktor bawaan dan gaya hidup masing-masing.
Dikutip dari National Institutes of Health, kekurangan vitamin B12 termasuk pemicu uban dini yang paling sering ditemukan. Selain itu, defisiensi zat besi dan tembaga juga disebut berperan dalam melemahkan kesehatan folikel rambut.
Kebiasaan merokok tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga mempercepat kemunculan uban. Racun dalam asap rokok dapat memicu stres oksidatif yang merusak sel-sel penghasil pigmen di kulit kepala.
Tekanan psikologis berkepanjangan juga ikut andil. Saat seseorang mengalami stres berat, tubuh melepaskan hormon yang dapat mengganggu siklus hidup sel induk folikel rambut. Akibatnya, rambut baru tumbuh dengan warna yang jauh lebih pudar.
Meski terdengar mengkhawatirkan, uban di usia muda pada umumnya bukan indikasi penyakit berbahaya. Banyak kasus hanya merupakan kombinasi genetika dan kebiasaan sehari-hari. Tubuh setiap orang memiliki cara sendiri dalam merespons perubahan internal.
Namun, jika uban muncul sangat cepat dan disertai keluhan seperti rambut rontok parah, kulit terasa kering, atau badan mudah lelah, ada baiknya memeriksakan diri. Bisa jadi kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan tiroid atau autoimun.
Pewarna rambut hingga kini masih menjadi jalan keluar paling efektif untuk menyamarkan uban. Belum ada terapi yang benar-benar bisa mengembalikan warna asli rambut setelah folikel berhenti menghasilkan pigmen.
Dengan memahami akar masalahnya, masyarakat tidak perlu panik berlebihan saat menemukan uban di usia muda. Perbaikan pola makan, berhenti merokok, dan manajemen stres bisa menjadi langkah awal menjaga kesehatan rambut.
- Penulis: Ruang Ilham

