Iklan Nyempil di Live Streaming Pembukaan Muktamar NU, Peserta Online Bisa Salah Fokus
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Iklan tak pantas muncul saat live streaming pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Peserta online terganggu saat laporan panitia berlangsung. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Ruang.co.id – Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026), berlangsung khidmat di lokasi acara. Namun, situasi berbeda dialami peserta yang mengikuti secara daring melalui kanal YouTube Cita Entertainment. Sebuah iklan yang dinilai tidak pantas tiba-tiba muncul di layar saat acara sedang berjalan.
Iklan itu tampak nyempil di sisi layar ketika Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf, tengah membacakan laporan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri, ulama, serta ribuan muktamirin. Tampilan iklan yang menampilkan dua perempuan dengan busana minim sontak membuat sebagian penonton daring kehilangan fokus dari inti acara.
“Semoga bermanfaat untuk kaum Nahdliyin dan semua bangsa ini bersatu, NU jaya NU makmur, NU aman dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wata’ala,” tulis akun @pc05official08 di kolom komentar, mencoba mengembalikan suasana positif di tengah gangguan tersebut.
Kekecewaan justru muncul karena iklan itu hadir pada momen penting. Laporan panitia merupakan bagian resmi pembukaan yang seharusnya bisa disimak utuh oleh publik. Sementara itu, sejumlah peserta daring membandingkan bahwa iklan serupa tidak terlihat ketika Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan.
Pola kemunculan yang tidak merata itu memicu tanda tanya. Namun, praktisi media digital mengingatkan agar publik tidak buru-buru menuding. Penayangan iklan pada platform seperti YouTube sangat dipengaruhi sistem monetisasi, algoritma, dan pengaturan kanal. Bisa jadi iklan muncul otomatis tanpa kendali langsung pemilik kanal.
Kendati demikian, para peserta daring berharap pengelola siaran lebih cermat memilah konten iklan yang muncul saat menayangkan acara keagamaan sekelas Muktamar NU. Forum ini disaksikan tidak hanya oleh warga NU, tetapi juga masyarakat luas dari berbagai kalangan.
Muktamar ke-35 NU merupakan momentum penting bagi arah gerak organisasi ke depan. Karena itu, kualitas tata kelola publikasi, termasuk pengelolaan iklan pada siaran digital, menjadi bagian yang tidak bisa dianggap remeh. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola kanal maupun panitia Muktamar terkait kemunculan iklan tersebut.
- Penulis: Ruang Gentur

