Tekan Angka Kecelakaan Kerja Konstruksi, Mahasiswa PENS Ciptakan BUBO STRAP Berbasis AIoT untuk Pembangunan IKN
- account_circle Ruang Wawan
- calendar_month 20 menit yang lalu
- print Cetak

Prototipe gelang pintar BUBO STRAP karya mahasiswa PENS untuk pemantauan kesehatan dan keselamatan pekerja konstruksi berbasis AIoT
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sektor konstruksi masih menghadapi risiko keselamatan kerja yang tinggi. Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menciptakan solusi berbasis teknologi. Mereka mengembangkan BUBO STRAP, sebuah sistem pemantauan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pintar berbasis AIoT. Sistem ini menekan angka kecelakaan kerja pada proyek konstruksi, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sektor konstruksi nasional menyumbang sekitar 32 persen dari total kecelakaan kerja di Indonesia. Sebanyak 40 persen pekerja kerap tidak disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, kamera konvensional tidak bisa membedakan pekerja pingsan atau beristirahat. Sinyal GPS juga kerap terhalang gedung beton.
Gelang Pintar dan Kamera AI
BUBO STRAP mengintegrasikan dua perangkat utama: gelang pintar dan kamera pengawas AI. Gelang pintar mengukur denyut jantung dan kadar oksigen darah ($\text{SpO}_2$) pekerja. Perangkat ini juga mendeteksi gerakan pekerja saat bekerja, diam, atau terjatuh. Sementara itu, kamera AI mengecek penggunaan helm, rompi, dan sepatu keselamatan. Kamera ini juga menilai postur tubuh pekerja.
Sistem melacak lokasi pekerja di dalam gedung menggunakan jaringan Wi-Fi (RSSI). Seluruh data masuk ke dasbor pemantauan secara real-time. Petugas K3 dapat memantau kondisi lapangan dengan mudah. Gelang pintar akan bergetar otomatis (haptic feedback) jika pekerja diam terlalu lama.
Akurasi Tinggi dan Hak Cipta
Tim mahasiswa menguji BUBO STRAP di area simulasi berukuran $25 \times 15$ meter. Pengujian ini menghasilkan performa yang presisi:
Deteksi APD dan Postur: Mencapai presisi 87,34 persen.
Klasifikasi Aktivitas Gerak: Mencapai akurasi 89 persen.
Pelacakan Posisi Indoor: Menghasilkan galat rata-rata 1,87 meter.
Pembacaan Tanda Vital: Berbeda tipis dengan oksimeter medis
Lima mahasiswa PENS mengembangkan inovasi ini. Mereka adalah Guntur Bagus Permadi, Dicky Surya Lesmana Putra, Pinggala Wisnu Gali Wardhana, Iqbal Adriansyah, dan Noviandra Achmadienata Brilliant Tsany Utomo. Dosen Hendri Darmawan, S.Tr.T., M.Tr.Kom. mendampingi seluruh proses pengembangan. Karya ini juga telah mengantongi Hak Cipta Program Komputer.
BUBO STRAP memberikan perlindungan ekstra bagi pekerja proyek. Perusahaan juga bisa menjalankan pengawasan K3 secara efisien tanpa menambah personel. Inovasi ini mendukung target zero accident di Ibu Kota Nusantara.
- Penulis: Ruang Wawan
