Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Rekomendasi » Jejak Kepahlawanan di Benteng Kedung Cowek, Tempat Gugurnya Arek-Arek Suroboyo

Jejak Kepahlawanan di Benteng Kedung Cowek, Tempat Gugurnya Arek-Arek Suroboyo

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Surabaya salah satu kota di Jawa Timur yang kini dikenal sebagai Kota Pahlawan, menjadi saksi sejarah perjuangan heroik yang tidak akan pernah dilupakan. Tepat pada tanggal 10 November 1945, pertempuran besar antara arek-arek Suroboyo dan pasukan Sekutu terjadi, mempertahankan tanah air dari penjajahan yang kejam. Pertempuran ini dipicu oleh ketegangan antara pasukan Inggris dan pejuang Indonesia, setelah insiden terbunuhnya Brigjen AWS Mallaby pada 30 Oktober 1945. Kejadian tersebut menjadi salah satu alasan bagi Inggris untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Surabaya, yang puncaknya terjadi pada 10 November.

Salah satu lokasi bersejarah yang menjadi saksi bisu pertempuran tersebut adalah Benteng Kedung Cowek, yang terletak di pesisir utara Surabaya. Dibangun pada tahun 1900 oleh pemerintah kolonial Belanda, benteng ini dahulu berfungsi sebagai gudang senjata dan pertahanan untuk mengantisipasi serangan dari laut. Ketika Inggris menduduki Surabaya, benteng ini dijadikan markas pertahanan strategis oleh para pejuang lokal, termasuk pasukan eks-Heiho yang direorganisasi menjadi batalion perjuangan. Pejuang seperti Kapten Jansen Rambe dan rekannya Gumbreg menjadi tokoh penting dalam memimpin pasukan di sektor Surabaya Utara ini.

Kisah Heroik Pejuang Surabaya

Ady Setyawan, pegiat sejarah Surabaya

Menurut Ady Setyawan, seorang pegiat sejarah Surabaya, pertempuran di sekitar Benteng Kedung Cowek bukan hanya menghadapi kekuatan darat tetapi juga serangan dari laut dan udara Inggris. Pasukan Sekutu datang dengan jumlah lebih dari 30.000 tentara, lengkap dengan kekuatan tiga matra, yaitu darat, laut, dan udara. Inggris yang awalnya mengklaim hanya ingin mengelola tawanan perang, akhirnya melanggar kesepakatan dengan menyebarkan selebaran yang menyatakan bahwa warga yang membawa senjata akan ditembak mati. Hal ini memicu perlawanan besar dari rakyat Surabaya yang telah muak dengan penjajahan.

Baca Juga  Tips Aman Berkendara Melintasi Jalan Menanjak dan Curam

Benteng Kedung Cowek menjadi saksi perlawanan gigih rakyat Surabaya yang bertaruh nyawa melawan penjajahan. Banyak pejuang gugur di lokasi tersebut, dengan sekitar 200 jenazah pejuang yang tidak sempat dievakuasi. Pengorbanan luar biasa ini menunjukkan semangat juang rakyat Surabaya yang rela mati demi kemerdekaan, menginspirasi generasi mendatang untuk terus menjaga nilai-nilai nasionalisme dan keberanian.

Hingga kini, jejak-jejak perjuangan itu masih terlihat jelas di Benteng Kedung Cowek. Bekas-bekas tembakan dan peninggalan perang yang tersebar di sekitar benteng menjadi pengingat kuat atas semangat kepahlawanan arek-arek Suroboyo. Melalui berbagai peringatan dan upaya pelestarian sejarah, masyarakat diharapkan dapat mengenang jasa para pahlawan dan terus menjaga warisan Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sualoka Hub Kampung Kemasan Gresik

    Peresmian Perpustakaan Lokalisier di Sualoka Hub: Pusat Literasi dan Kreativitas di Kampung Kemasan Gresik

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Gresik, Ruang.co.id – Sualoka Hub merupakan placemaking yang mengaktivasi bangunan tua berusia lebih dari 120 tahun, untuk ruang kreatif publik dan komunitas yang juga tersedia cafe bergaya Vintage. Letaknya di kampung kemasan, Gresik, tepatnya di Jl Nyai Ageng Arem-arem GG III No. 20, Pekelingan, Gresik. Pada Sabtu malam, (16/11/2024), suasana di Sualoka Hub terasa berbeda […]

  • Bantuan Beras

    Bupati-Wabup Kompak Pantau Bantuan Beras, Tangis Haru Warga Sidoarjo Pecah

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Wajah-wajah haru menyambut kedatangan Bupati Subandi dan Wabup Mimik Idayana, Rabu (30/7/2025). Kedua pejabat ini kompak turun langsung, memantau penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat di sejumlah desa. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian pada warganya yang masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok harian. Bupati Subandi mengunjungi Desa Tebel, Keboansikep, […]

  • Jerit Nestapa Puluhan Santri Dibalik Evakuasi Tragedi Bangunan Musala dan Asrama Ponpes Al Khoziny Runtuh

    Jerit Nestapa Puluhan Santri Dibalik Evakuasi Tragedi Bangunan Musala dan Asrama Ponpes Al Khoziny Runtuh

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Siang menjelang datangnya Ashar kemarin, yang seharusnya berisi aktivitas ibadah doa dan Shalat berjamaah, mendadak berubah menjadi jeritan pilu nestapa. Pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 14.40 WIB, sebuah bangunan Musala dan asrama putera, di kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, runtuh. Peristiwa tragedi mendadak itu berlangsung, saat […]

  • Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Dr Mia Amiati respon Vonis Ronald Tannur

    Buntut Vonis Bebas Ronald Tannur, Kajati Jatim “Meskipun langit akan runtuh hukum harus tetap tegak berdiri”

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Buntut vonis bebas terdakwa pembunuhan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Dr Mia Amiati SH, MH mengaku kecewa berat terhadap vonis bebas Ronald Tannur, terdakwa perkara penganiayaan hingga tewas terhadap kekasihnya, Dini Sera Afrianti di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Kami sangat kecewa. Karena keadilan tidak bisa ditegakkan. Ketika kami berusaha menerapkan aspek […]

  • Sinopsis film Tak Ingin Usai di Sini

    Tak Ingin Usai di Sini Gelombang Emosi Cinta yang Terpaksa Dilepas demi Kebahagiaan

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film Tak Ingin Usai di Sini siap menjadi fenomena sinema Indonesia 2025 dengan kisah cinta yang tak biasa. Bukan sekadar romansa manis, film ini menyuguhkan drama emosional tentang pengorbanan terbesar dalam hubungan: melepaskan orang yang paling dicintai demi kebahagiaannya. Tayang perdana di bioskop pada 5 Juni 2025, film ini dibintangi oleh Vanesha Prescilla […]

  • Paripurna Dewan Sahkan PAK

    Paripurna Dewan Sahkan PAK APBD Sidoarjo 2025, Harapan Baru untuk Pendidikan dan Pembangunan

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Harapan baru lahir dari ruang paripurna DPRD Sidoarjo, Kamis sore (11/9/2025). Sidang yang semula dikhawatirkan buntu, akhirnya menghasilkan keputusan bulat: “seluruh fraksi sepakat mengesahkan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025”. Ketua DPRD Abdillah Nasih selaku pimpinan sidang akhirnya mengetok Palu sidang, menandai perubahan penting bagi keberlanjutan pembangunan Kota Delta. […]

expand_less