BPJS Kesehatan Sidoarjo Gandeng Pers Tabuh Genderang Lawan Diabetes dan Hipertensi Lewat Prolanis

BPJS Kesehatan Prolanis
BPJS Kesehatan Sidoarjo gandeng pers optimalkan Prolanis untuk cegah diabetes dan hipertensi demi kesehatan warga. Foto: Istimewa
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id — BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo memperkuat sinergi bersama insan Pers, melalui Media Gathering, di Kantor BPJS Sidoarjo, Rabu (17/12/25), guna mengoptimalkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), demi menyelamatkan ribuan nyawa dari ancaman komplikasi diabetes serta hipertensi.

Langkah strategis ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret dalam menghadapi tren penyakit tidak menular yang kian mengkhawatirkan.

Prolanis hadir sebagai benteng pertahanan bagi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), agar tetap produktif meski menyandang status penyakit kronis.

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Sidoarjo, Wenan Setyo Nugroho, menegaskan vitalnya peran jurnalis dalam mengedukasi masyarakat mengenai hak-hak kesehatan mereka secara akurat.

“Kami melakukan hal krusial, yakni menyampaikan informasi program BPJS Kesehatan kepada masyarakat melalui media agar publik mendapatkan edukasi yang benar dan tepat sasaran,” tegas Wenan dalam sambutannya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 2 Tahun 2023, penguatan layanan primer menjadi prioritas nasional. Prolanis merupakan manifestasi nyata dari regulasi tersebut, di mana Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, atau Klinik menjadi ujung tombak pelayanan yang proaktif.

Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi, dr. Shinta Febrina Nasution, mengungkapkan bahwa deteksi dini adalah kunci memutus rantai keparahan medis. Melalui skrining (pemeriksaan penyaringan) riwayat kesehatan, peserta dapat memetakan risiko penyakitnya sejak awal.

“BPJS Kesehatan memperkuat layanan promotif dan preventif, salah satunya lewat skrining wajib guna mendeteksi risiko dini sehingga penanganan medis lebih cepat, tepat, dan efisien bagi peserta,” ujar dr. Shinta.

Data menunjukkan bahwa pengelolaan penyakit di tingkat awal, jauh lebih efektif secara klinis dan ekonomis dibandingkan penanganan di Rumah Sakit saat kondisi sudah kritis.

Baca Juga  Surabaya Gempur TBC: NIK-BPJS Diblokir Bagi Pasien Bandel!

Layanan Prolanis mencakup konsultasi medis, pemantauan status kesehatan, edukasi kelompok, hingga aktivitas fisik yang terukur.

Prolanis, merupakan program sistematis, untuk mendorong peserta penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal. Promotif dan preventif Prolanis, sebagai upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit sebelum terjadi kondisi parah.

Peserta dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi Mobile JKN atau kanal PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp). Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kesehatan yang inklusif, cerdas, dan bermartabat bagi seluruh warga Sidoarjo.