Buka Puasa di Masjid Asakinah, Sensasi Makan Ala Hotel

masjid asakinah surabaya
Suasana jamaah mengambil antrian menu buka bersama di Masjid Asakinah Putra Bangsa Surabaya. Foto: Istimewa
Mascim
Mascim
Print PDF

Ruang.co.id – Bulan suci Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi umat Muslim, tak terkecuali bagi pengurus Masjid Asakinah Putra Bangsa di Surabaya. Momentum kali ini dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tak biasa. Bukan sekadar membagikan takjil dalam kotak, masjid yang berlokasi di Jl. Arif Rahman Hakim 107–109 ini justru menyulap kegiatan buka puasa bersama menjadi layaknya jamuan makan di hotel berbintang.

Konsep prasmanan dengan peralatan makan permanen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah. Setiap harinya selama Ramadan, takmir menyiapkan 250 hingga 300 porsi makanan lengkap. Rangkaian acara dimulai dengan jamaah menikmati hidangan pembuka berupa teh hangat dan kurma yang bisa diambil sendiri. Setelah menunaikan salat Magrib berjamaah, mereka dipersilakan mengantre mengambil makanan utama di meja prasmanan.

“Ini kami konsep seperti di hotel, supaya jamaah lebih nyaman dan tidak perlu berdiri lama saat makan,” jelas Ketua Yayasan Masjid Asakinah Putra Bangsa, Prof. Dr. Hufron, saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (28/2/2026). Pihaknya sengaja memilih sistem ini karena masjid telah memiliki fasilitas dapur umum yang lengkap dengan juru masak profesional. “Kalau rawon atau soto tentu pakai mangkuk, kalau menu umum pakai piring. Kami sudah punya fasilitasnya, jadi lebih praktis,” tambahnya.

Ketua Yayasan Masjid Asakinah Putra Bangsa, Prof. Dr. Hufron
Ketua Yayasan Masjid Asakinah Putra Bangsa, Prof. Dr. Hufron, saat memberikan kajian menjelang buka bersama. Foto: Ist

Namun, keistimewaan Masjid Asakinah tak hanya hadir di bulan Ramadan. Di luar bulan puasa, semangat berbagi justru tak pernah padam. Prof. Dr. Hufron mengungkapkan, program unggulan berupa makan siang gratis rutin digelar setiap Senin hingga Kamis. Program yang telah berjalan lama ini rata-rata diikuti oleh 200 hingga 250 jamaah setiap harinya. Mereka datang bukan hanya untuk mengisi perut, tetapi juga memperkuat silaturahmi usai menjalankan ibadah.

Masjid ini memang dirancang sebagai pusat pemberdayaan umat yang inklusif. Tak heran jika para pengemudi ojek online (ojol) dan Grab kerap terlihat memanfaatkan fasilitas masjid. Mereka tak hanya singgah untuk beristirahat, tetapi juga mencuci kendaraan hingga mengikuti kajian keagamaan. Bahkan di luar Ramadan, para pengemudi ini secara swadaya menyediakan sarapan pagi serta minuman teh dan kopi untuk rekan-rekan sesama pengemudi.

Memasuki sepuluh hari pertama Ramadan, aktivitas ibadah semakin semarak. Remaja masjid turut memeriahkan dengan tadarus Alquran yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Setelah itu, pintu masjid kembali dibuka sekitar pukul 02.30 WIB bagi jamaah yang ingin melaksanakan i’tikaf dan sahur bersama. Takmir menyiapkan sekitar 50 porsi sahur pada awal Ramadan, dengan jumlah yang akan terus menyesuaikan kebutuhan jamaah di hari-hari berikutnya.

Puncak kegiatan sosial akan digelar pada 10 Maret 2026 mendatang. Bertepatan dengan Safari Ramadan bersama Suara Muslim, Masjid Asakinah akan mengundang sekitar 250 anak yatim dan kaum dhuafa untuk berbuka puasa bersama sekaligus mengikuti pengajian akbar. Rencananya, acara ini akan menjadi momen istimewa untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama.

Di sisi lain, pembinaan umat juga dilakukan melalui jalur pendidikan. Ketua Takmir Masjid Asakinah, Dr. H Anas Bayaksut MM. MBA, menjelaskan bahwa masjid secara konsisten menggelar pembelajaran Alquran untuk orang dewasa. Tersedia beberapa kelas yang diasuh tenaga pengajar kompeten, mulai dari kelas untuk yang belum bisa membaca hingga kelas tahsin bagi yang ingin memperbaiki bacaannya. Selain itu, Taman Pendidikan Alquran (TPQ) bagi anak-anak juga berjalan dengan rutin.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan umat dan kepedulian sosial,” tegas Dr. H Anas Bayaksut. Komitmen tersebut dibuktikan dengan program bantuan sosial bulanan untuk janda miskin dan anak yatim. Setiap bulannya, sekitar 150 orang menerima santunan rutin. Memasuki Ramadan, jumlah penerima santunan meningkat drastis hingga mencapai sekitar 1.000 anak yatim. Program ini sendiri telah berjalan konsisten selama hampir tiga tahun terakhir.

Dengan segala program yang berjalan berkesinambungan tersebut, Masjid Asakinah Putra Bangsa tak hanya menjadi tempat bersujud, tetapi juga rumah bersama bagi masyarakat Surabaya. Di bulan penuh berkah ini, masjid ini menjelma menjadi simbol nyata bagaimana solidaritas dan kepedulian sosial bisa dihadirkan dengan cara yang bermartabat dan penuh kehangatan.