Ruang.co.id – Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FKKBIHU) Jawa Timur, KH Habib Abu Bakar Assegaf, memimpin doa bersama calon jemaah haji memohon kelancaran pemberangkatan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Doa yang digelar dalam acara manasik haji KBIH An-Nur Karah Agung di Surabaya, Sabtu (15/3), ini juga ditujukan untuk perdamaian kawasan konflik agar tidak berdampak pada ibadah jemaah Indonesia.
KH Habib Abu Bakar Assegaf menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi gangguan terhadap pemberangkatan haji reguler gelombang pertama pada 22 April 2026. Ia merujuk pada fakta bahwa ribuan jemaah umrah asal Jawa Timur yang baru pulang dari Tanah Suci mengalami perjalanan aman tanpa hambatan, meski ketegangan global meningkat.
“Yang sudah berjalan, jadi jemaah umrah sejak konflik sampai sekarang, ibadah di Madinah dan ibadah di Masjidil Haram sama sekali tidak terimbas. Lancar semua. Bahkan jemaah kami baru kemarin pulang, aman, tidak ada apa-apa,” ujar KH Habib Abu Bakar Assegaf, Sabtu (15/3).
Pria yang membawahi lebih dari 30 ribu jemaah haji yang tergabung dalam KBIHU se-Jawa Timur ini menjelaskan, persiapan teknis pemberangkatan terus berjalan sesuai jadwal. Ia menekankan bahwa keraguan yang berkepanjangan justru akan menimbulkan kerugian lebih besar dibanding risiko yang belum terbukti. “Sampai hari ini belum ada apa-apa. Bismillah, jemaah haji tetap diberangkatkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua FKKBIHU Jatim juga mengajak seluruh KBIH di Jawa Timur untuk meningkatkan doa bersama. Ia secara rutin menggelar buka puasa bersama, tarawih, qiyamul lail, dan sahur bersama sebagai ikhtiar batiniah. “Saya mohon kepada seluruh KBIH-KBIH meningkatkan doanya agar panggilan Allah untuk haji ini bisa lancar. Doa adalah senjatanya orang mukmin,” imbuhnya.
Selain aspek spiritual, ia juga meminta pemerintah agar lebih bijak dan menguasai medan dalam membuat regulasi pemberangkatan umrah ke depan. Regulasi harus berbasis pada kondisi faktual di Arab Saudi, bukan sekadar asumsi yang dapat menghambat mobilitas jemaah.
KH Habib Abu Bakar Assegaf menekankan bahwa haji adalah panggilan Allah, bukan panggilan manusia atau pemerintah. “Allah memanggil hambanya untuk hadir di Baitullah. Kalau kita beriman, ya sudah bismillah. Pasti Allah akan menjaga hambanya yang dipanggil itu. Tidak mungkin Allah memanggil hambanya kemudian mau dicelakakan,” ujarnya.
Ia mengingatkan jemaah untuk tidak terpengaruh berita-berita yang belum tentu kebenarannya. Fokus pada niat ibadah dan persiapan lahiriah seperti manasik serta kesehatan harus terus dilakukan. “Niat kita lillahi ta’ala. Kalau niatnya sudah karena Allah, insyaallah jalannya dimudahkan. Semoga kita semua menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.
Acara manasik haji yang diikuti 243 calon jemaah KBIH An-Nur Karah Agung ini juga digelar buka bersama sebagai ajang silaturahmi dan mempererat ukhuwah antarjemaah. Suasana kebersamaan terlihat hangat saat para calon tamu Allah itu berbuka puasa bersama sambil saling mendoakan kelancaran ibadah ke Tanah Suci. Kegiatan buka bersama ini menjadi momen tepat untuk menebar ketenangan di tengah kekhawatiran global, sekaligus menguatkan tekad bahwa panggilan haji adalah undangan istimewa yang pasti dijaga oleh Allah SWT.

