Pendidikan Multikultural di Sekolah Warnai Imlek dengan Kolaborasi Seni

perayaan Imlek di sekolah
Pertunjukan barongsai berwarna-warni di halaman Nation Star Academy Surabaya, dikelilingi siswa yang antusias. Foto: Istimewa
Mascim
Mascim
Print PDF

Ruang.co.id – Lingkungan Sekolah Nation Star Academy (NSA) Surabaya bergema dengan tabuhan tambur dan sorak kegembiraan, menandai perhelatan Tahun Baru Imlek 2577. Lebih dari sekadar pesta, perayaan ini sengaja dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang mendidik, sebuah laboratorium hidup pembelajaran multikultural yang melibatkan setiap siswa dari berbagai jenjang. Selasa, (03/2/2024). Sekolah ini dengan visioner memposisikan Imlek bukan sebagai hari libur semata, melainkan sebagai modul pendidikan karakter yang kaya dan aplikatif.

Pendekatan edukatif ini dimulai dari meja makan, di mana budaya Tiongkok diperkenalkan bukan sebagai sesuatu yang eksklusif. Dumpling atau jiaozi dan ronde hadir sebagai titik awal pembelajaran. Para siswa diajak memahami bahwa dalam tradisi Tiongkok, jiaozi melambangkan keberuntungan dan kelimpahan rezeki, sementara ronde menyimbolkan kehangatan kebersamaan keluarga. Penjelasan bahwa ronde biasa dinikmati menjelang musim dingin serta lima belas hari setelah Imlek menambah kedalaman konteks budaya. Di Indonesia, kedua hidangan khas Imlek ini telah mengalami transformasi kuliner lintas budaya, menjadi contoh nyata proses akulturasi yang panjang dan dinamis, tepat diajarkan dalam lingkungan sekolah bertaraf internasional seperti NSA.

Nuansa edukasi melalui seni kemudian mengalir ke atas panggung. Rangkaian pertunjukan seni siswa dirancang untuk menunjukkan dialog antara tradisi dan modernitas. Pertunjukan wushu yang penuh disiplin dan ketangguhan membuka acara, memberikan pelajaran tentang fokus dan kekuatan internal. Energi tersebut lalu bertransisi ke dalam pertunjukan modern dance yang dinamis, mencerminkan semangat generasi muda dan menjadi simbol perkembangan zaman. Puncak dari dialog budaya ini terwujud dalam sebuah kolaborasi musik instrumental yang memukau. Instrumen tradisional seperti guzheng dan yangqin berpadu secara harmonis dengan alunan biola modern, dibawakan oleh para siswa berbakat.

Baca Juga  Aplikasi Pemantau Pasien Gagal Ginjal Kronis, Kolaborasi ITS

Vanessa Jolin dan San San dari kelas 12, bersama Reinhart, Nikita dari kelas 7, dan Maegan kelas 8, membawakan kolaborasi tersebut dengan penuh penghayatan. Meski waktu persiapan terbatas, “kolaborasi mereka mampu menghadirkan suasana Imlek yang hangat dan berkesan,” mencerminkan kekuatan kolaborasi artistik dalam menyatukan perbedaan. Momen paling dinantikan, pertunjukan barongsai, kemudian menjadi magnet perhatian yang memadukan keceriaan dan pembelajaran. Barongsai bergerak lincah di antara sorak-sorai siswa dari jenjang preschool hingga SMA. Tradisi memberi angpao ke barongsai dilakukan dengan antusias, dan di balik kegembiraan itu, terselip nilai-nilai kerja sama tim, keberanian, dan penghormatan terhadap tradisi yang dijaga turun-temurun.

Melalui seluruh rangkaian acara yang padat ini, perayaan Imlek di sekolah berhasil diangkat maknanya menjadi sebuah sarana pendidikan karakter yang holistik. Siswa secara langsung diajak meresapi makna tahun baru sebagai harapan, pentingnya mendoakan kebaikan, dan kekuatan kebersamaan dalam kehidupan sosial yang majemuk. Perbedaan latar belakang justru dijadikan ruang belajar aktif untuk memupuk sikap saling menghargai dan toleransi antar siswa. Sebagai sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama), Nation Star Academy melalui momen ini dengan tegas mengukuh komitmennya.

Baca Juga  PENS Gelar FGD Hilirisasi Produk Tani Pintar untuk Dorong Produktivitas Pangan Nasional

Pendidikan didefinisikan ulang sebagai sebuah proses menyeluruh yang tidak hanya mengejar kompetensi global secara akademis, tetapi secara bersamaan membangun kepekaan budaya dan kecerdasan sosial emosional siswa. Kemeriahan itu semakin lengkap dengan keikutsertaan seluruh siswa dari jenjang TK hingga SMA dan kehadiran bazar yang memadukan kuliner khas Nusantara dan Tiongkok. Perayaan Imlek 2577 ini akhirnya menjadi bukti otentik bahwa lingkungan sekolah dapat berfungsi optimal sebagai ruang strategis merawat keberagaman. Sekolah terbukti mampu menanamkan nilai kebudayaan sejak dini melalui pengalaman emosional yang membekas, mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga arif dan inklusif dalam menyikapi warisan budaya dunia.