Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 Jadi Ajang Regenerasi Atlet Menuju PON 2028

Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026
FPTI Jatim gelar Kejurprov Panjat Tebing 2026 sebagai ajang seleksi dan regenerasi atlet. (Ist)
Mascim
Mascim
Print PDF

Ruang.co.id – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jawa Timur 2026 resmi menjadi titik awal regenerasi atlet untuk mempertahankan supremasi di kancah nasional. Sebanyak 294 pemanjat muda dari 30 kabupaten/kota se-Jawa Timur bertarung dalam ajang yang digelar di Surabaya ini, sebagai langkah strategis menyiapkan skuad terbaik menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Henky Irawan, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan filter utama dalam menjaring talenta potensial. Ia menekankan pentingnya regenerasi dini untuk menjaga dominasi.

“Dari Kejurprov ini diharapkan bisa mengirimkan atlet-atlet Jawa Timur ke Kejurnas dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Kita tidak boleh berpuas diri dengan prestasi kemarin, lawan-lawan dari provinsi lain sudah pasti menyiapkan kejutan,” ujar Henky Irawan di sela pembukaan, Selasa (6/5/2026).

Para atlet yang terbagi dalam enam kelompok umur, mulai dari KU-9 hingga KU-19, memperebutkan gelar di nomor lead, speed world record, dan boulder. Henky menambahkan, peta kekuatan lawan seperti Jawa Tengah dan DKI Jakarta memaksa Jatim untuk terus memperbanyak jam terbang atlet.

“Karena itu kami terus menyiapkan event, bukan hanya Kejurprov ini, tapi juga ke depan akan ada format kejuaraan terbuka. Kami ingin semakin banyak event agar atlet punya jam terbang dan pengalaman bertanding,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, M Hadi Wawan, mengaku optimistis melihat antusiasme peserta usia dini. Ia menyoroti partisipasi atlet berusia tujuh tahun sebagai sinyal positif masa depan panjat tebing Jatim.

“Ini potensi luar biasa. Saat memasuki usia emas nanti, kita berharap mereka bisa menjadi atlet terbaik untuk Jawa Timur, apalagi di PON 2028 mendatang. Kompetisi rutin sangat penting untuk membentuk mental juara,” kata Hadi Wawan.

Baca Juga  AMPG Jatim Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim Piatu di Surabaya

Ketahanan fisik dan mental juga menjadi sorotan Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil, yang menilai kompetisi berjenjang adalah kunci. Ia menyebut FPTI Jatim sudah berada di jalur yang tepat, namun perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap rival.

“Semakin banyak mengikuti event, refleks ketika bertanding semakin tinggi. Skill kuat, power aman, dan mental bertanding juga terbentuk. Daerah lain seperti DKI dan Jabar tentu ingin mengambil alih posisi juara umum, karena itu pembinaan harus ditingkatkan,” tegas Nabil.

Sebagai puncak dari seleksi performa, hasil Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 ini akan menjadi acuan untuk mengirimkan wakil terbaik ke Kejuaraan Nasional Kelompok Umur di Jakarta. FPTI Jatim berharap, dari dinamika persaingan di Surabaya, akan lahir nama-nama baru yang siap menjaga tradisi emas panjat tebing di panggung nasional.