Mudik 2026: BBKK Surabaya Terjunkan 150 Petugas Kesehatan di Pintu Masuk Jawa Timur

kesiapan BBKK Surabaya mudik
Petugas BBKK Surabaya memeriksa suhu tubuh pemudik di terminal kedatangan. Foto: Istimewa
Mascim
Mascim
Print PDF

Ruang.co.id – Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya mengerahkan 150 personel kesehatan untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2026 di seluruh pintu masuk utama Jawa Timur. Langkah strategis ini ditempuh guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit sekaligus memastikan para pemudik dalam kondisi prima selama perjalanan.

Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario pengawasan kesehatan berlapis yang beroperasi selama H-15 hingga H+15 Lebaran. Ribuan pemudil yang melintasi bandara, pelabuhan, dan pos perbatasan diprediksi akan menjadi fokus utama pengawasan tahun ini.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami tahu bahwa kelelahan dan perubahan cuaca ekstrem menjadi momok utama pemudik. Karena itu, kami siagakan tim terbaik di setiap titik,” jelas Rosidi saat ditemui di kantornya, Rabu, (18/3/2026).

BBKK Surabaya memfokuskan pengawasan di Bandara Internasional Juanda, Bandara Dhoho Kediri, serta Pelabuhan Tanjung Perak sebagai titik dengan arus pemudik tertinggi. Selain itu, Pelabuhan Gresik, Tuban, dan Kalianget juga menjadi perhatian khusus mengingat tingginya mobilitas masyarakat menuju kawasan timur Pulau Jawa.

Di setiap lokasi, petugas menyiagakan alat pendeteksi suhu termal, ruang isolasi sementara, serta ambulans siaga untuk kondisi darurat. Posko kesehatan juga dilengkapi dengan tenaga medis yang mampu menangani berbagai keluhan, mulai dari kelelahan biasa hingga kondisi gawat darurat.

“Kami menerapkan sistem rujukan berjenjang. Jika ada pasien dengan gejala serius, tim kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” terang Rosidi.

Berdasarkan data pemantauan BBKK Surabaya, penyakit yang paling sering dikeluhkan pemudik adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan gangguan pencernaan. Ketiganya dipicu oleh kelelahan, pola makan tidak teratur, serta paparan debu dan polusi selama perjalanan.

Baca Juga  BBKK Surabaya Awasi Bandara dan Pelabuhan Selama Mudik Lebaran 2024

Selain penyakit musiman, kewaspadaan terhadap penyakit impor juga ditingkatkan. Petugas secara khusus memantau kedatangan penumpang dari negara dengan kasus demam berdarah, Mpox, dan meningitis yang masih aktif. Setiap penumpang internasional wajib mengisi deklarasi kesehatan dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

“Kita tidak boleh lengah. Mobilitas global pasca-pandemi masih menyisakan risiko, dan tugas kami adalah memastikan penyakit tersebut tidak masuk dan menyebar di dalam negeri,” tegas Rosidi.

BBKK Surabaya tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat. Di setiap posko, petugas membagikan brosur kesehatan dan mengingatkan pemudik untuk rutin mencuci tangan, menggunakan masker di keramaian, serta segera beristirahat jika merasa lelah.

Rosidi menekankan bahwa kesehatan selama perjalanan sering kali diabaikan karena euforia mudik. Padahal, perjalanan panjang membutuhkan kondisi fisik yang prima agar bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat.

“Kami ingin pemudik sampai tujuan dengan selamat dan sehat. Jika merasa pusing, mual, atau tekanan darah naik, jangan dipaksakan. Segera singgah di posko terdekat, kami siap membantu,” imbuhnya.

Dengan kesiapan penuh personel dan fasilitas, BBKK Surabaya optimistis arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan yang berarti. Masyarakat diimbau untuk proaktif menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan yang telah disediakan secara gratis.