TPS Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas di Kuartal IV 2025

laporan kinerja TPS 2025
Arus peti kemas TPS tumbuh 4,03% di Desember 2025. Analisis lengkap kinerja tahunan, produktivitas, dan dominasi pasar terminal utama Surabaya. Foto: Dok TPS
Ruang Sely
Ruang Sely
Print PDF

 

Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menutup tahun 2025 dengan kinerja operasional yang positif. Arus peti kemas pada bulan Desember tercatat tumbuh sebesar 4,03% secara month-on-month (MoM), naik dari 132 ribu TEUs menjadi 138 ribu TEUs. Pertumbuhan throughput ini didorong oleh peningkatan kinerja di segmen internasional yang mencapai 130 ribu TEUs dan kontribusi dari arus domestik sebesar 8 ribu TEUs. Senin, (05/1/2026). Data kinerja TPS tersebut menunjukkan stabilitas aktivitas bongkar muat di terminal utama Jawa Timur ini memasuki periode akhir tahun.

Sektor perdagangan luar negeri menjadi penggerak utama. Volume ekspor melalui TPS meningkat 5% menjadi 62 ribu TEUs, sementara volume impor juga naik 2,98% menjadi 68 ribu TEUs pada periode yang sama. Pertumbuhan ekspor-impor ini mengindikasikan tetap bergeraknya rantai pasok global yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha domestik.

Secara akumulatif sepanjang tahun 2025, kinerja tahunan TPS menunjukkan ketahanan di tengah kondisi pasar. Perbandingan year-on-year (YoY) untuk arus peti kemas internasional periode Januari-Desember mencatat kenaikan tipis 0,06%, dari 1,508 juta TEUs menjadi 1,509 juta TEUs. Total throughput TPS yang mencakup arus domestik mengalami sedikit koreksi sebesar 0,45% YoY, terutama dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara volume dan frekuensi kedatangan kapal di rute domestik.

Meski demikian, kepercayaan dari operator pelayaran tercermin dari peningkatan frekuensi kunjungan kapal sebesar 5,43% menjadi 1,281 kunjungan di tahun 2025. Neraca perdagangan melalui TPS juga menunjukkan pola yang stabil, dengan komposisi ekspor-impor bertahan pada rasio 49% berbanding 51%, sama seperti struktur pada tahun sebelumnya. Stabilitas rasio ini mencerminkan peran TPS yang seimbang baik sebagai pintu masuk barang maupun pintu keluar produk ekspor.

Baca Juga  Jumat Berkah di Pelabuhan, TPS Surabaya Suguhkan Apresiasi untuk Ksatria Logistik

Di balik angka-angka pertumbuhan, fondasi efisiensi operasional TPS terbukti solid. Sepanjang 2025, terminal ini mencatat rata-rata produktivitas bongkar muat sebesar 52 box per kapal per jam. Angka kinerja produktivitas ini secara konsisten melampaui standar minimum Kemenhub yang ditetapkan sebesar 48 box per kapal per jam. Pencapaian ini didukung oleh infrastruktur seperti dermaga sepanjang 1.000 meter dan 12 unit e-CC yang menunjang kecepatan layanan.

Direktur Utama TPS, Erika Asih Palupi, menyatakan bahwa “pertumbuhan arus peti kemas menunjukkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga di tengah dinamika arus logistik internasional.” Ia menambahkan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh keandalan layanan bongkar muat serta kelancaran proses pelayanan di terminal. Efisiensi ini dirasakan langsung oleh pengguna jasa, dengan waktu tunggu truk (TRT) yang dapat dipangkas hingga di bawah 30 menit.

Kepuasan pelanggan menjadi tolok ukur kesuksesan layanan. Wakil Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jawa Timur, Boy George Rahman, memberikan apresiasi atas perbaikan layanan TPS. “Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh TPS, khususnya layanan receiving peti kemas ekspor,” ujarnya. Ia menilai efisiensi waktu di pelabuhan yang ditawarkan telah memberikan dampak positif bagi kelancaran logistik para eksportir.

Dari perspektif pasar, posisi kompetitif TPS tetap dominan. Terminal ini berhasil mempertahankan pangsa pasar (market share) sebesar 83% untuk peti kemas internasional di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak. Dominasi pasar TPS ini memperkuat posisinya sebagai terminal petikemas utama di Indonesia Timur dan simpul logistik yang kritis bagi perekonomian regional. Dengan landasan kinerja operasional yang efisien dan kepuasan pengguna jasa, TPS memposisikan diri untuk terus menghadapi tantangan logistik di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga  Konsistensi Penilaian GCG TPS Perkuat Pilar Keberlanjutan Bisnis