Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Ekbis » Literasi Ekonomi Syariah Indonesia Masih Tertinggal Padahal Potensinya Luar Biasa

Literasi Ekonomi Syariah Indonesia Masih Tertinggal Padahal Potensinya Luar Biasa

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Graha Kadin Jatim di Kota Surabaya menjadi saksi pembahasan serius tentang nasib ekonomi syariah Indonesia yang masih jalan di tempat. Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Jatim, dengan nada prihatin menyebut tingkat pemahaman masyarakat tentang prinsip ekonomi Islam masih sangat memprihatinkan. Senin, (19/5/2025). Padahal di saat yang sama, permintaan akan produk halal global justru sedang menanjak drastis.

Fakta ini terungkap dalam talkshow bertajuk “Building Resilience and Strategic Pathways in the Digital Islamic Economy Amid the Trade War Era”. Acara yang digelar bersama akademisi ini menyoroti paradoks besar: di satu sisi Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar dunia, tapi di sisi lain adopsi ekonomi syariah masih jauh dari harapan.

Sektor digital menjadi pembahasan menarik dalam forum ini. Data transaksi e-commerce Indonesia yang mencapai Rp 700 triliun per tahun ternyata hanya menyisakan porsi 15-20% untuk transaksi syariah. Angka ini menjadi tamparan keras mengingat potensi pasar digital syariah seharusnya bisa lebih besar.

“Masalah utamanya ada pada literasi digital syariah,” tegas Adik. Banyak masyarakat termasuk pelaku UMKM belum paham bagaimana menerapkan transaksi syariah murni di platform digital. Padahal sertifikasi halal kini bukan lagi sekadar formalitas, melainkan sudah menjadi prasyarat perdagangan global khususnya di Timur Tengah dan negara Muslim lainnya.

Baca Juga  AS Tunda Kenaikan Tarif Impor 32%, Kadin Jatim Ungkap Strategi 90 Hari Krusial untuk Diplomasi Dagang Indonesia

Prof. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono dari Unair memberikan pencerahan menarik. Menurut pakar ekonomi syariah ini, prinsip dasar ekonomi Islam sebenarnya sangat universal dan relevan untuk semua kalangan, bukan hanya Muslim.

“Ekonomi syariah berdiri di atas pondasi keadilan distributif, larangan eksploitasi, dan tanggung jawab ekologis,” paparnya. Nilai-nilai ini justru sedang menjadi tren global seiring dengan maraknya isu sustainable development dan ethical business. Ironisnya, di Indonesia sendiri pemahaman tentang konsep dasar ini masih sangat minim.

Fakta bahwa pangsa perbankan syariah hanya 6.5% dari total industri perbankan nasional menjadi bukti nyata. Padahal jika melihat pertumbuhannya, perbankan syariah justru menunjukkan grafik yang lebih sehat dibandingkan perbankan konvensional.

Baca Juga  Dorong Ekonomi Syariah, ITS Luncurkan Platform Digital HalalWave

Clarashinta Canggih, akademisi Unesa, menyoroti posisi Indonesia yang seharusnya bisa menjadi episentrum ekonomi syariah dunia. Dengan lebih dari 200 juta penduduk Muslim ditambah kekayaan sumber daya alam melimpah, seharusnya Indonesia mampu menjadi kiblat industri halal global.

Sayangnya, menurut peneliti ekonomi syariah ini, masterplan ekonomi syariah 2019-2024 belum berjalan optimal. “Yang kita butuhkan sekarang adalah terobosan edukasi massif,” tegas Clarashinta. Tanpa peningkatan literasi dari level hulu ke hilir, mustahil ekonomi syariah bisa menjadi arus utama.

Pertanyaan besarnya adalah bagaimana membangun kesadaran kolektif tentang urgensi ekonomi syariah? Forum ini setidaknya memberikan beberapa petunjuk penting.

Baca Juga  Dari Santri Jadi Pengusaha: OPOP Jatim Genjot 2.000 Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi Syariah

Pertama, perlu integrasi kurikulum ekonomi syariah sejak pendidikan dasar. Kedua, sosialisasi produk syariah harus lebih agresif dengan pendekatan kekinian. Ketiga, perlu insentif konkret bagi pelaku usaha yang beralih ke sistem syariah.

Yang tak kalah penting adalah peran fintech syariah dalam mendigitalisasi transaksi halal. Di era serba digital ini, mustahil berbicara ekonomi syariah tanpa membahas platform digital yang mendukungnya.

Masyarakat kerap bertanya tentang perbedaan mendasar antara sistem syariah dan konvensional. Jawabannya terletak pada prinsip bagi hasil versus bunga, serta konsep transaksi berbasis aset riil.

Kekhawatiran lain muncul tentang validitas transaksi digital syariah. Pakar menegaskan bahwa selama memenuhi prinsip transparansi, kesepakatan jelas, dan bebas gharar (ketidakpastian), transaksi digital syariah sah secara fiqih.

Diskusi di Graha Kadin Jatim ini menyisakan pekerjaan rumah besar. Ekonomi syariah bukan lagi sekadar alternatif, melainkan keniscayaan sejarah di tengah geliat ekonomi global yang semakin menuntut etika dan keberlanjutan.

Indonesia dengan segala potensinya harus segera bangkit dari keterpurukan literasi. Momentumnya sekarang, sebelum negara lain yang justru lebih gesit menguasai pasar halal global yang diperkirakan akan mencapai USD 3.2 triliun pada 2024 ini.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Tayang The Legends of the Condor Heroes: The Gallants di Bioskop Surabaya

    Jam Tayang Film Pertempuran Epik “Legends of the Condor Heroes: The Gallants”di Bioskop Surabaya Hari Ini 5 Maret

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebuah pengalaman sinematik yang luar biasa hadir di Surabaya melalui film “Legends of the Condor Heroes: The Gallants”. Karya terbaru dari sutradara berbakat, Tsui Hark, ini membawa penonton kembali ke masa kelam Dinasti Song Selatan, ketika Tiongkok terancam oleh invasi pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Genghis Khan. Film “Legends of the Condor Heroes: […]

  • penutupan miras Sidoarjo

    Tak Jauh dari Mapolresta, Bupati Sidoarjo Tutup Tiga Toko Distributor Miras Eceran

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Poin Utama : Bupati Sidoarjo menutup tiga toko yang menjual minuman keras golongan B secara eceran karena melanggar izin distributor. Tindakan ini merupakan respons atas penolakan dan doa bersama warga Desa Sarirogo yang resah terhadap peredaran miras. Sebanyak 624 botol miras beralkohol tinggi disita dari tiga ruko yang berlokasi hanya 1,8 kilometer dari Mapolresta Sidoarjo.

  • Muhammad Fawait - Hari Anak Nasional 2024

    Sambut HAN 2024 Bacabup Jember Akan Wujudkan Generasi Emas di Daerahnya

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sambut Hari anak Nasional (HAN) 2024 Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim yang juga Bakal Calon Bupati (Bacabup) Jember 2024 Muhammad Fawait mengaku siap mewujudkan generasi emas di Kabupaten Jember dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait sapaan akrab Muhammad Fawait dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2024 yang […]

  • solusi polemik UU TNI

    Demo UU TNI Ricuh di Jatim, 5 Prinsip Keadilan Ala Pergunu untuk Indonesia yang Adil Makmur Tanpa Kerusuhan

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Aksi unjuk rasa menyikapi pengesahan UU TNI yang berujung ricuh di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya memantulkan suara kritis dari kalangan ulama. Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), menawarkan perspektif berbeda yang berporos pada konsep keadilan substantif. “Pilihan pensiun dini sebenarnya solusi yang lebih berkeadilan,” […]

  • Betrand Onsu dengan lirik lagu Bila Memang Kamu

    Lirik dan Makna Lagu Betrand Onsu “Bila Memang Kamu”

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Baru-baru ini, Betrand Peto Putra Onsu kembali hadir dengan karya terbaru yang siap memikat hati para pendengarnya. Di balik nada-nada merdu dan lirik yang puitis, makna lagu Bila Memang Kamu sangat begitu dalam. Lagu ini menceritakan tentang perjuangan cinta yang penuh tantangan, namun tetap dijalani dengan keyakinan yang kuat. Betrand Peto berhasil mengemas […]

  • Oknum penyelenggara pemilu digerebek

    Akan Curangi Gus Fawait, Oknum Penyelenggara Pemilu Digerebek Warga

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Jember, Ruang.co.id – Diduga merencanakan kecurangan terhadap pasangan calon (Paslon) Bupati Jember nomor urut 2, Muhammad Fawait, sepuluh oknum penyelenggara pemilu digerebek oleh warga pada Senin (18/11) pukul 23.00 WIB. Penggerebekan dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Tanggul dan melibatkan sejumlah oknum yang terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), Panitia Pengawas […]

expand_less