Sidoarjo, Ruang.co.id – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menggelar open house Idul Fitri 1447 H, hingga Senin (23/3/2026) di hari ketiga, hari terahir selama 3 hari berturut-turut. Tampak kesibukan Wabup Mimik Idayana bersama sang suami, Rahmad Muhajirin, menyambut langsung warga secara hangat, menghadirkan suasana akrab tanpa sekat.
Open House ini melibatkan undangan bagi masyarakat umum dan tak lupa para pejabat eselon OPD beserta pegawai ASN Kab. Sidoarjo, yang menjadi ajang momen penting bagi warga dan birokrat, untuk bersilaturahmi dengan pemimpin daerah saling bermaafan dan memberi maaf.
Acara ini berlangsung di kediaman pribadinya, di Perumahan TNI AL Candi Sidoarjo, sedari Sabtu usai Shalat Id (21/3/2026). Seperti 2 hari sebelumnya, sejak pukul 10.00 WIB, warga berdatangan silih berganti. Mereka datang bersama keluarga maupun rombongan, untuk merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hiburan musik dangdut mengiringi keakraban dan kebersamaan suasana open house itu. Di hari terakhir ini, juga tampak rombongan dari kelompok pemusik jalanan di Sidoarjo, tampil menyumbangkan sebuah lagu khusus ciptaannya dengan lirik menyebut nama Mimik Idayana, dan sejumlah lagi religi Islam.
Tampak pula hadir dalam undangan di hari ketiga ini, sejumlah kelompok/ organisasi profesi jurnalis di Sidoarjo, sejumlah anggota DPRD, ketua – ketua Parpol, Komunitas Ojol Sidoarjo, FKPPI dan beberapa ormas serta LSM di Sidoarjo.
Tak ketinggalan hadir pula dalam pandangan mata, tanpa diduga seorang bupati ternyata hadir, namun ia bukan bupati Pemkab. Sidoarjo, melainkan sosok yang dikenal dengan julukan Bupati Swasta alias Buwas, dialah bernama Sujani, tokoh masyarakat Sidoarjo. Ia datang beserta keluarganya, untuk mengucapkan permintaan maaf kepada Wabup Mimik Idayana beserta keluarga.
Di open house hari terahir ini, hingga jelang sore hari, tidak tampak pejabat eselon di lingkungan Pemkab. Sidoarjo, apalagi Sekda Fenny Apridawaty belakangan santer di medsos yang masih viral disorot bergaya ala aktris Bollywood saat bukber.
Prayit, penerima tamu open house Wabup Mimik Idayana, ketika ditanya Ruang.co.id menjawab begini, ”Belum, belum ada yang hadir dari yang pejabat OPD maupun para Kabidnya”.
Babe RM, sapaan akrab Rahmad Muhajirin, membenarkan ketidakhadiran pejabat eselon di lingkungan Pemkab. Sidoarjo. “Hingga saat ini kami belum menerima tamu dari Eselon Pemkab,” jawab singkatnya.
Usai swafoto, Wabup Mimik Idayana pun berkomentar merespons demikian, ”Ya gak apa – apa pejabat – pejabat OPD gak hadir. Wes talah mas, ojok digawe rame ae (ya sudahlah mas, jangan dibikin ribut aja)”.
Hingga saat ini belum ada kabar pasti tentang edaran resmi pelarangan tersebut di lingkungan Pemkab. Sidoarjo. Namun konon santer terdengar dugaan kebijakan sepihak dari Bupati Subandi kepada jajarannya, untuk mendiskreditkan terhadap Wabup Mimik Idayana. Itu sudah bukan menjadi gosip atau rumor lagi.
Namun demikian pula, meski hingga momen lebaran Idul Fitri yang lazimnya sebuah kewajiban sesama manusia hambah Allaah SWT untuk saling meminta dan memberi maaf secara hablum minannash para pejabat OPD sepertinya masih terhalang takut tembok wanti – wanti bupati.
Moch. Alim, pengusaha tour travel Sidoarjo, mengatakan, kemungkinan pejabat eselon Sidoarjo dilarang datang oleh pembisiknya. “Menurut saya klo (kalau) pejabat eselon mungkin ketakutan bapak. Menurut para pembisik tidak boleh hadir ke kediaman wabup,” ungkap Alim.
Bahkan keyakinan masyarakat Sidoarjo yang hadir, para pejabat eselon bukannya tidak berani hadir di acara open house Wabup Mimik Idayana, melainkan ketakutan akan adanya ancaman jabatan.
Mungkin ada benarnya anggapan tersebut. Tidak seperti biasanya, beberapa pejabat eselon tidak merespons menjawab chat WA (WhatsApp) Ruang.co.id, terkait ketidakhadirannya di acara open house Wabup Mimik Idayana dan ada yang menjawab mudik.
Menurut regulasi secara umum, open house/ halalbihalal merupakan kegiatan sosial-keagamaan, bukan kegiatan terlarang. Bahkan pemerintah pusat tidak melarang kegiatan tersebut, hanya membatasi agar tidak berlebihan.
Artinya, tidak ada larangan terhadap pejabat dan ASN menghadiri open house pejabat lain. Justru sebaliknya yang tidak diperbolehkan jika sampai ada pejabat daerah melarang tanpa dasar hukum yang jelas, membatasi hak sosial ASN secara berlebihan, dan bernuansa konflik politik internal.
Bila hal tersebut terjadi, maka pejabat yang melarang bersangkutan bisa dipersoalkan secara administrasi (maladministrasi), secara etik pemerintahan. Bahkan dapat melaporkan ke KASN (Komisi ASN).
Sementara itu, dari unggahan foto berita media online lokal, Bupati Subandi beserta istri tengah menerima tamu dan bersalaman pejabat eselon, di momentum Hari Raya Idul Fitri 2447 H, di Pendopo Delta Wibawa, usai Shalat Id di Masjid Agung Sidoarjo. Apakah kegiatan itu dinamakan open house bupati? Hingga berita ini diunggah, belum ada penjelasan resmi dari Pemkab. Sidoarjo.
Antusiasme open house Wabup terlihat dari padatnya tamu hingga sore hari, menikmati hidangan dan ber-selwa foto bersama Wabup Mimik Idayana bersama suami, menandakan tingginya kedekatan emosional antara warga dan pemimpin daerah.
Wabup yang akrab disapa Mak Mimik itu, tampak menyambut satu per satu tamu bersama suaminya, Babe RM. Keduanya berjabat tangan, berbincang singkat, hingga berbaur tanpa jarak dengan masyarakat.
“Momentum lebaran ini kami buka rumah untuk masyarakat, agar silaturahmi terjalin kuat dan tidak ada jarak antara pemimpin dan warga,” ujar Wabup Mimik Idayana.
Iringan musik orkes Melayu lokal, menghadirkan nuansa kebersamaan yang hidup, tidak cuma formalitas, melainkan interaksi langsung yang hangat.
Tampak pula luapan gembira di acara open house ini, seorang nenek berusia 70 -an tahun, spontan ikut berjoget ria bersama seorang master of ceremony acara, saat alunan musik dangdut dimainkan.
Satu dari sekian banyak tamu pribadi, keluarga, dan rombongan yang hadir, seluruh warga Sidoarjo yang hadir, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Wabupnya dalam suasana santai.

