Ruang.co.id – Pelantikan serentak 38 DPD II Golkar se-Jawa Timur yang berlangsung di Surabaya, dinilai ketua umum Golkar Bahlil Lahadalia sebagai langkah yang inovatif. Karena belum pernah dilakukan oleh DPD di provinsi lain di Indonesia. Hal Ini menjadi bukti bahwa Golkar Jatim menerapkan pentingnya konsolidasi struktural sebagai kunci utama kekuatan partai menghadapi kontestasi politik ke depan.
Bahlil menyampaikan hal itu saat menghadiri Pelantikan serentak DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Jawa Timur di Expo Jatim, Surabaya, Minggu (15/2). Dengan didampingi Sekjen DPP Golkar Sarmuji serta jajaran pengurus DPP, dan Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufti.
Bahlil menyebut bahwa pelantikan serentak ini sebagai peristiwa bersejarah dan pertama kali dilakukan di Indonesia.
“Ini adalah gerakan politik inovatif. Tidak ada partai yang bisa bertahan tanpa konsolidasi. Apa yang dilakukan Golkar Jawa Timur adalah langkah strategis menuju tujuan besar partai,” tandasnya.
Dalam menatap Pemilu 2029 nanti, Bahlil menekankan bahwa Golkar harus semakin dekat dengan pemilih usia produktif. Bahlil juga menyebut, sekitar 73 persen pemilih pada Pemilu tahun 2029 nanti, adalah mereka yang berada pada rentang usia 17 hingga 50 tahun, dengan didominasi generasi milenial dan Gen Z.
” Dengan fakta demikian, mau tidak mau Golkar harus masuk ke ruang anak muda. Kita ajak mereka, kita beri ruang, dan kita promosikan kader-kader muda,” ujarnya
Tak hanya generasi muda, Bahlil juga menegaskan komitmen Golkar terhadap keterwakilan perempuan. Ia menyebut Golkar bahkan melampaui ketentuan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan 30 persen keterwakilan perempuan.
“Golkar tidak hanya menempatkan perempuan sebagai pimpinan komisi, tapi juga sebagai Wakil Ketua DPR. Ini adalah sebuah lompatan besar,” katanya.
Dengan konsolidasi yang kuat, serta ruang inklusif bagi anak muda dan perempuan. Bahlil optimistis Golkar akan menatap Pemilu 2029 dengan energi baru dan strategi yang lebih adaptif.

