Breaking News
light_mode
Rabu, 14 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Perahu Sound Horeg Nyadran Balongdowo Karam Diterjang Beban

Perahu Sound Horeg Nyadran Balongdowo Karam Diterjang Beban

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Puluhan warga Balongdowo berjibaku menyelamatkan seperangkat sound system horeg sebuah perahu dari 39 Perahu Sound Horeg, yang karam bersama perahu akibat beban muatan berlebih saat persiapan tradisi Nyadran di perairan Desa Balongdowo, Candi, Sidoarjo pada Sabtu, (7/2/2026).

Suasana insiden haru menyelimuti lokasi kejadian saat para pemuda desa dengan heroik terjun ke air sungai, demi menyelamatkan aset budaya mereka.

Tangis dan pekikan instruksi bersahutan di tengah riuhnya persiapan pesta rakyat yang seharusnya penuh suka cita. Beban perangkat audio yang terlampau berat membuat lambung perahu tak kuasa menahan tekanan air hingga akhirnya oleng dan tenggelam.

Insiden mengejutkan ini terjadi tepat saat tim teknis melakukan proses check sound (uji coba suara) untuk memastikan kualitas audio menggelegar besok pagi.

Mesin-mesin pengolah suara yang biasanya memekakkan telinga, kini membisu tertelan air keruh sungai Balongdowo. Namun, semangat warga tak ikut tenggelam, mereka justru semakin solid menunjukkan solidaritas tanpa batas.

PJ Kepala Desa Balongdowo Arif Wibowo memberikan pernyataan tegas terkait musibah ini, sebagai bahan evaluasi mendalam.

“Kejadian ini murni musibah akibat semangat yang terlalu tinggi untuk memeriahkan tradisi, kami memastikan tidak ada korban jiwa dan acara tetap berlanjut besok dengan pengamanan yang jauh lebih ketat serta teknis yang lebih aman,” ujarnya penuh keyakinan.

Perayaan tradisi Nyadran kali ini, memang berlangsung spektakuler, jauh berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Perahu berisikan rangkaian instalasi Sound Horeg, mewarnai kemeriahan perayaan Nyadran Balongdowo tahun ini.

Terdapat 39 unit Perahu Sound Horeg yang ikut berpartisipasi. Kreasi spektakuler itu murni swadaya warga Desa Balongdowo, yang rata – rata sumbangsih kreasi anak mudanya. Sedikitnya untuk sebuah Perahunya, terdapat pengeras suara berkekuatan 120 kva.

Baca Juga  Penundaan Pelantikan Komisaris BPR Delta Artha Perseroda Jadi Sorotan Publik, Ini Penyebabnya 

Sedangkan biayanya cukup fantastis, per Perahu Sound Horeg, menghabiskan biaya sewa sebesar Rp55 juta sampai Rp75 juta. Unit – unit Perahu dan Sound Horeg itu menyewa didatangkan dari sejumlah daerah luar Sidoarjo.

Demi memeriahkan tradisi Nyadran ini, Pemuda Desa Balongdowo rela merogoh kocek patungan individunya paling sedikit senilai Rp2,5 juta dalam satu kelompok Perahu dengan jumlah rata – rata 15 orang.

Maka tidaklah heran, kalau mereka menggoreskan tulisan tagline-nya “Budal Pamit, Moleh Gegeran”, yang diartikan Berangkat Nyadran pamitan sama istrinya, namun pulangnya mereka sampai rumah siap – siap bertengkar dengan istrinya, lantaran pembiayaan Perahu Sound Horeg.

Nyadran merupakan tradisi leluhur berupa sedekah laut atau ritual doa syukur, yang dilakukan masyarakat pesisir dan nelayan pencari Kupang (Kerang kecil berwarna hijau keputihan). Istilah ini merujuk pada pembersihan diri dan lingkungan serta penghormatan kepada arwah leluhur sebelum memasuki bulan suci.

Di Desa Balongdowo, Sidoarjo, Nyadran identik dengan parade perahu hias yang kini kerap dimeriahkan oleh tren Sound Horeg (perangkat suara berskala besar dengan getaran bass tinggi).

Secara regulasi, kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mengamanatkan perlindungan dan pelestarian tradisi lokal. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mengatur ketertiban umum melalui Peraturan Daerah (Perda) Sidoarjo Nomor 10 Tahun 2013, yang menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap penyelenggaraan hiburan umum.

Meski satu perahu mengalami kendala teknis, antusiasme masyarakat justru meningkat untuk memberikan dukungan moral. Solidaritas warga Balongdowo menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan jauh lebih berharga daripada tumpukan speaker mahal yang terendam.

Panitia pelaksana segera mengerahkan tim tambahan untuk melakukan pengosongan air dan pengangkatan beban yang tenggelam.

Baca Juga  Mobil Listrik dari SMK Antartika Sidoarjo: Inovasi Cerdas yang Gairahkan Masa Depan

Mereka berkomitmen agar esok hari (Minggu pagi), prosesi sakral doa bersama tetap berjalan khidmat. Tradisi ini bukan cuma tontonan, melainkan tuntunan tentang cara manusia bersyukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Jatim Penetapan Khofifah-Emil

    DPRD Jatim Umumkan Penetapan Khofifah-Emil Sebagai Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menggelar rapat paripurna pada Sabtu, 9 Februari 2024, yang mengumumkan penetapan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai calon gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Acara ini dihadiri oleh 62 anggota DPRD Jatim, ketua DPRD Muhamad Musyafak Rouf, serta […]

  • Amalan Bulan Syaban

    Bulan Syaban! Keutamaan, Amalan Sunnah, dan Ibadah yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Syaban merupakan bulan yang sangat penting dalam kalender Islam, penuh dengan berkah dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadan, Syaban memberikan umat Islam peluang besar untuk memperbaiki amal ibadah dan mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadan. Dalam bulan ini, ada berbagai […]

  • donor darah HUT RI

    Warga Citra Harmoni Sidoarjo Rayakan HUT RI ke-80 dengan Donor Darah

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Semangat kemerdekaan terasa hangat di Perumahan Citra Harmoni, Sidoarjo, saat warga dari berbagai latar belakang berkumpul untuk menyelenggarakan acara donor darah dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-80. Kegiatan yang mengusung tema “Merdeka adalah Guyub Rukun” ini berhasil menyatukan 3 RW dan 26 RT dalam satu semangat kebersamaan yang mengesankan. Sabtu, (16/8/2025). […]

  • Surabaya Vaganza

    The Chronicle of Surabaya Dalam Parade Mobil Hias dan Pawai Budaya Surabaya Vaganza

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – The Chronicle of Surabaya menjadi tema besar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebentar lagi menggelar Parade Mobil Hias dan Pawai Budaya ‘Surabaya Vaganza’ 2024. Acara tahunan ini akan digelar dengan tema berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, yang bikin Surabaya Vaganza tahun […]

  • Dugaan Kasus Judi Dituding Jadi Ajang Manipulasi Hukuman

    Dugaan Manipulasi Ajang Vonis Kasus Perjudian Online

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pengadilan Negeri Surabaya Ruang kartika, ketua Hakim Dr. Numaningsih JPU, Herlambang, selasa (14/8) menjatuhkan Vonis 7 bulan penjara kepada terdakwa Beni Wijaya bin Juwanto (34) yang sebelumnya ditangkap petugas kepolisian atas tuduhan perjudian online. Dari hasil penyidikan diketahui melalui situs dewxxx. Kejadian ini berlangsung pada tanggal 24 Maret 2024 di atas kapal […]

  • Film Pendakian Gunung Gede diangkat dari Kisah Nyata dengan jadwal bioskop

    Jadwal Bioskop Pendakian Mengerikan Film Petaka Gunung Gede di Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film Petaka Gunung Gede diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh Maya dan Ita saat mendaki Gunung Gede pada tahun 2007, yang awalnya merupakan pendakian yang menyenangkan berubah menjadi pengalaman yang menakutkan.Arla Ailani dan Adzana Ashel sukses menghidupkan karakter Maya dan Ita, membawa penonton merasakan ketegangan dan kengerian yang mereka alami di tengah […]

expand_less