Breaking News
light_mode
Rabu, 14 Oktober 2026
Beranda » Advertorial » Pemkab Sidoarjo Realisasi Ukur Lahan untuk Bebaskan Urat Nadi Kemacetan Proyek Strategis Nasional Flyover Gedangan

Pemkab Sidoarjo Realisasi Ukur Lahan untuk Bebaskan Urat Nadi Kemacetan Proyek Strategis Nasional Flyover Gedangan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Kantor Pertanahan/ Badan Pertanahan Nasional (Kantah/BPN), resmi memulai pengukuran 122 bidang lahan terdampak mega proyek strategis nasional jembatan layang (Flyover) Waru – Gedangan.

Langkah ini dioptimalkan, guna memutus kerumitan kemacetan kronis, mulai dari jalan raya Aloha hingga menuju raya Buduran, khususnya di perempatan Gedangan. Jalur utama Surabaya menuju Sidoarjo ini, kerap mengalami kelumpuhan mobilitas harian, saat jam kerja.

Petugas Kantah/ BPN Sidoarjo, kini bekerja secara bertahap menyusuri jalur perempatan hingga sisi utara. Target pengukuran fisik ditetapkan sebanyak 20 hingga 25 bidang setiap harinya.

Tercatat 122 bidang tanah, telah terverifikasi secara faktual oleh tim pengadaan. Lahan terdampak meliputi pertokoan warga, rumah tinggal, hingga fasilitas umum serta instansi pemerintah.

Bupati Sidoarjo Subandi kembali menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah, dalam mengawal proyek infrastruktur. Pengukuran bidang tanah menjadi tahapan krusial, sebelum masuk proses penentuan appraisal.

“Setelah pengukuran dan pemetaan selesai, akan dilanjutkan dengan appraisal. Kami ingin prosesnya dipercepat sehingga pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tidak molor.” ujar Subandi, Bupati Sidoarjo.

Guna mempercepat proses penyelesaian pembebasan lahan warga, anggaran daerah sudah disiapkan. Pemkab Sidoarjo memasang dana pembebasan sebesar Rp225 miliar pada APBD 2026.

Kebutuhan total alokasi dana pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp450 miliar. Kekurangan anggaran tersebut akan dialokasikan kembali pada APBD tahun anggaran 2027.

Tangkap layar satelit situasi arus lalulintas di perempatan jalan raya Gedangan, Sidoarjo (Din)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, M. Makhmud memaparkan detail verifikasi teknis pemetaan kawasan terdampak di perempatan jalan.

“Sebanyak 122 bidang tanah telah terdata sebagai lahan yang terdampak pembangunan Flyover Gedangan. Data tersebut diperoleh setelah Pemkab Sidoarjo melakukan verifikasi faktual.” terang Makhmud, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo.

Baca Juga  Gempur dan Musnahkan 9 Juta Rokok Ilegal, untuk Tingkatkan PAD Sidoarjo 

Dinamika di lapangan selama ini, memuat fenomena unik pada proses verifikasi berkas pengadaan tanah. Terdapat satu bidang tanah strategis yang dimiliki oleh 57 orang ahli waris. Persoalan itu yang memakan waktu proses verifikasinya.

Selain pemukiman dan pertokoan warga, beberapa aset publik turut terdampak penuh. Bangunan tersebut meliputi area Balai Desa Gedangan, bekas gedung UPTD, serta Polsek Gedangan.

Proses penataan kompensasi, menggunakan mekanisme penentuan harga tanah oleh lembaga independen. Garansi transparansi diberikan tanpa potongan makelar, agar warga mendapat ganti untung adil.

Dukungan mengalir dari warga pemilik lahan, yang terkena eksekusi pelebaran jalan. Mereka merelakan tempat usahanya, demi terwujudnya pembebasan jalan dari hambatan kemacetan.

“Kami bersedia melepaskan lahan usaha ini karena sudah sangat lelah dengan kemacetan kronis harian yang selalu terjadi di perempatan Gedangan setiap jam kerja,” Ucap Martono, Perwakilan Warga Terdampak.

Apresiasi senada, datang dari kalangan masyarakat pengguna jalan raya jalur nasional tersebut. Pembangunan jembatan layang (Flyover), dinilai menjadi angin segar bagi kelancaran arus logistik komuter.

“Kami berharap pembangunan flyover segera terealisasi agar arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo maupun Juanda tidak terjebak lampu merah yang mengular,” Nina Wijayanti, Pengguna Jalan Raya Gedangan.

Tiga regulasi utama yang menjadi payung hukum pelaksanaan pengadaan tanah fasilitas publik ini, yakni:

1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Regulasi ini menjamin hak keperdataan pemilik tanah melalui skema ganti kerugian yang layak dan adil.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Aturan ini mempercepat proses inventarisasi, identifikasi, serta penetapan lokasi pembangunan infrastruktur nasional.

Baca Juga  DPRD Sidoarjo, Merajut Kembali Benang Kusut Pengawasan Pilkades Demi Demokrasi Desa yang Berdaulat

3. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila. Perpres ini menempatkan Flyover Gedangan sebagai bagian strategis pengurai kemacetan kawasan aglomerasi.

Secara rinci, alokasi pembiayaan dan pemetaan aset proyek infrastruktur ini terangkum jelas.

Tabulasi Data Progres dan Pembiayaan Proyek Flyover Gedangan

Kategori Parameter Rincian Data Teknis & Penganggaran

Total Bidang Lahan 122 bidang tanah terverifikasi faktual

Total Luas Lahan 45.822 m² (meliputi ruko, rumah, fasum, kantor instansi)

Penerima Kompensasi 89 KK (sekitar 160 jiwa warga terdampak)

Anggaran APBD 2026 Rp225 Miliar (Tahap I Pembebasan Lahan)

Estimasi Total APBD Rp450 Miliar (Penyelesaian sisa lahan di APBD 2027)

Dana APBN Pusat Rp480 Miliar (Biaya Konstruksi Fisik Flyover)

Spesifikasi Trase Jembatan I (Sidoarjo–Juanda: 300m), Jembatan II (Juanda–Sidoarjo: 250m)

Aset Pemerintah Terdampak Balai Desa Gedangan, UPTD, Kompleks Polsek Gedangan (Total)

(Sumber Data: Dinas PUBMSDA & BPN Kabupaten Sidoarjo, 2026)

Skema pembagian alokasi anggaran, mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat mengucurkan APBN Rp480 miliar khusus membiayai seluruh konstruksi fisik jembatan.

Desain jembatan layang dirancang membentang, dengan konfigurasi dua jembatan utama interkoneksi. Jembatan pertama sepanjang 300 meter, mengarah dari Sidoarjo menuju akses Bandara Juanda.

Jembatan kedua sepanjang 250 meter mengakomodasi arus balik dari Juanda menuju Sidoarjo. Integrasi ini melengkapi trilogi infrastruktur pengurai kemacetan setelah Flyover Aloha.

Pemkab Sidoarjo, menargetkan seluruh proses pengadaan lahan tuntas sepenuhnya akhir tahun 2026. Pekerjaan konstruksi fisik flyover dijadwalkan secara resmi dimulai pada tahun 2027.

Transisi infrastruktur ini, menjadi bukti komitmen pemerintah, menghadirkan solusi mobilitas publik. Wajah transportasi Sidoarjo diproyeksikan tampil makin modern, dengan harapan bebas hambatan, serta berdaya saing.

Baca Juga  DPRD Sidoarjo Selamatkan PKL CFD Pedalindo di Ramadan, Rekomnya Stop di MPP dan Kembali ke Ponti atau Alun-Alun
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMSI Surabaya

    SMSI Surabaya dan Korporasi Sinergi Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadhan 2025

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Ramadhan 2025 menjadi momen penuh berkah bagi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya. Bersama sejumlah korporasi, SMSI Surabaya kembali menyalurkan bantuan dan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa. Acara yang digelar di Aula PWI Jawa Timur pada Sabtu (15/3/2025) ini dihadiri oleh puluhan anak yatim dari berbagai yayasan, termasuk Yayasan […]

  • kedatangan kapal pemudik

    Ribuan Pemudik Berbagai Daerah, Mulai Padati Pelabuhan Tanjung Perak

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pelabuhan Tanjung Perak sibuk, meski lebaran Idul Fitri masih 10 hari, namun kepadatan penumpang kapal terlihat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan sudah mulai dipadati pemudik dari berbagai daerah, sejak Sabtu (30/3/2024). Seperti ribuan orang keluar dari Dermaga Jamrud Utara. Mereka merupakan pemudik yang mudik lebih awal ke sejumlah daerah, baik Jawa Timur […]

  • penyebab lesung pipi secara genetik

    Lesung Pipi Bawaan Lahir! Keunikan Genetik atau Cacat Tersembunyi?

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian orang memiliki lesung pipi yang menggemaskan sementara yang lain tidak? Ternyata, jawabannya terletak pada struktur otot wajah yang unik. Lesung pipi, atau dalam istilah medis disebut dimples, sebenarnya merupakan variasi anatomi yang terjadi ketika otot zygomaticus major terbelah dan menempel langsung pada kulit pipi. Mengungkap Misteri Anatomi Lesung […]

  • Makna Lagu HOT LE SSERAFIM

    Makna Lagu ‘HOT’ LE SSERAFIM Cinta Berani yang Membara dan Inspirasi Bonnie dan Clyde

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – LE SSERAFIM, grup K-Pop yang sedang naik daun, baru saja merilis lagu terbaru mereka berjudul “HOT”. Lagu ini tidak hanya menawarkan musik yang enerjik, tetapi juga menyimpan makna mendalam tentang cinta yang berani dan penuh risiko. Yuk, kita gali lebih dalam makna di balik lagu ini! HOT: Lagu Percintaan Pertama LE SSERAFIM yang […]

  • TPS Hadang Cyber Attack

    TPS Perkuat Sistem Hadang Ancaman Cyber Attack Lewat Webinar IT

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengambil langkah proaktif menggelar webinar teknologi informasi untuk membentengi sistem operasional dari serangan siber terselubung. Senior Vice President TI TPS, Arjo Dedali, menegaskan ancaman digital ini sebagai risiko nyata yang memerlukan strategi mitigasi cyber attack komprehensif. Kegiatan ini merupakan implementasi program Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) guna meningkatkan […]

  • TheDevil Wears Prada

    Film “The Devil Wears Prada” Akan Dibuat Sekuelnya!

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Ya, benar! Film komedi romantis legendaris, The Devil Wears Prada, akan memiliki sekuel. Disney sedang dalam proses pengembangan sekuel dari film yang rilis tahun 2006 tersebut. Penulis skenario film aslinya, Aline Brosh McKenna, sedang dalam pembicaraan untuk kembali menulis sekuel ini. Meryl Streep dan Emily Blunt dikabarkan akan kembali dalam sekuel tersebut. […]

expand_less