Breaking News
light_mode
Selasa, 29 September 2026
Beranda » Daerah » Pilu Tragis, Tangan Anak SD Korban Petasan Rontok Diamputasi hingga Baznas Sidoarjo Hadir Pulihkan Asa

Pilu Tragis, Tangan Anak SD Korban Petasan Rontok Diamputasi hingga Baznas Sidoarjo Hadir Pulihkan Asa

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Pagi cerah Idulfitri kemarin, seketika berubah menjadi petaka kelam bagi keluarga kecil keluarga kurang mampu, di Desa Kedungboto, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Bocah kelas 6 madrasah ibtidaiyah berinisial ZR, putra sulung dari dua bersaudara anak pasangan Herman Nurcahyono (39) dan Ratna Sari (29), terpaksa harus merelakan masa depan jemari kanannya sirna dalam sekejap.

Dengan perasaan sedih berbalut sumpek, sang ibunda menuturkan kisah pilu putra sulungnya, bahwa anaknya menemukan bungkusan besar menyerupai petasan di sekitar area persawahan dekat rumah.

“Anak saya jalan sama keponakan posisinya nemu petasan besar di jalan, dikira sudah mati lalu mau dibuang, malah meledak duluan,” ujar Ratna Sari, sang ibunda dengan nada bergetar, kenang kesedihannya kepada Ruang.co.id, pada Senin malam (29/9/2026).

Ledakan dahsyat itu meremukkan telapak dan melenyapkan seluruh jari tangan kanan korban, hingga harus menjalani amputasi di atas pergelangan tangan.

Pihak RSUD RT. Notopuro Sidoarjo yang menangani, menyatakan tindakan medis amputasi darurat wajib dilakukan, karena jaringan tangan korban sudah hancur total.

Di tengah duka mendalam, ujian keluarga semakin berat, tatkala klaim jaminan kesehatan BPJS Kesehatan sang anak sebagai penerima manfaat, ditolak dengan alasan untuk kasus kecelakaan akibat petasan.

“Kami terpaksa bayar sendiri dari rumah, BPJS gak mau nanggung karena kasusnya petasan, dan dengan tuduhan karena kelalaian orang tuanya. Waktu itu di rumah sakit suami saya sempat ribut dengan tuduhan itu,” ungkap sang ibunda mengenang kepedihan masa itu.

Sang ayah, Herman Nurcahyo, yang bekerja sebagai buruh atau kuli bangunan harian, terpaksa terus berhutang demi melunasi biaya operasi rumah sakit, sebesar empat belas juta rupiah.

“Terpaksa untuk pembayaran awal sebagai uang muka untuk bisa operasi, kami pinjam uang ke budhe. Untuk biaya rawat inap dan rawat jalan kami juga pinjam uang dari mertua,” ungkap sedih cerita Ratna Sari.

Baca Juga  Open House Wabup Mimik Idayana Hingga Hari Terahir Tak Satupun Pejabat Eselon Hadir

Keseluruhan biaya yang ditanggung keluarganya dari berhutang, senilai lebih dari Rp25 juta. “Untuk bantu suami ngangsur kembalikan hutang, saya semula ibu rumah tangga saja terpaksa ikut kerja di sebuah usaha UMKM produksi tas. Lumayan per hari saya dibayar Rp50 ribu,” lanjut tutur ceritanya.

Sedangkan dari pihak Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, menyampaikan rasa prihatin dan simpati yang sangat mendalam atas insiden tragis yang menimpa pasien ZR.

Namun demikian, Manaqib menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 juncto Perpres Nomor 59 Tahun 2024 Pasal 52 ayat 1 huruf j, gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri atau melakukan hobi berbahaya tidak dijamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Pernyataan tersebut menanggapi dokumen Surat Keterangan Kronologi dari RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo tertanggal 21 Maret 2026.

Dalam surat itu menyebutkan bahwa Herman Nurcahyono dan Rata Sari membubuhkan tulisan dalam Surat Keterangan Kronologi dan bertanda tangan di atas materai, dengan kalimat bahwa korban (ZR) mengalami luka parah “saat menyalakan petasan yang dikira tidak hidup”, namun tiba-tiba meledak di tangan kanannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan serta menghindari hal-hal yang membahayakan diri,” ujar Munaqib kepada Ruang.co.id pada Selasa (29/9/2026).

ZR bocah kelas 6 SD tangan kanannya mendapat bantuan dari Baznas Sidoarjo berupa sambungan tangan palsu beberapa hari kemarin, dan kini kesedihan ZR terobati untuk bisa kembali bersekolah (Din)

Dengan demikian, penanganan medis atas insiden aktivitas berisiko tinggi ini tidak ditanggung oleh program jaminan sosial kesehatan tersebut.

Berdasarkan data rekam medis darurat, penanganan luka ledak petasan memerlukan biaya tinggi di luar obat jalan dan kontrol rutin mingguan.

Regulasi jaminan sosial kesehatan nasional secara spesifik mengecualikan pembiayaan atas insiden akibat kelalaian atau kesengajaan bermain bahan peledak.

Kendati demikian, aparat kepolisian yang datang memeriksa perkaranya, dan pihak keluarga memastikan korban murni tidak sengaja menemukan benda berbahaya tersebut tanpa berniat menyulutnya.

Baca Juga  Festival Menjadi Gresik Jadikan Kampung Kemasan Ruang Baca Sejarah Warga

“Anak saya tidak nyumet dan tidak bawa korek api, murni nemu di jalan. Semua saksi yang ditanya pak polisi juga bilang begitu, memastikan anak saya tidak sedang bermain petasan,” tegas ibunda korban meluruskan kronologi kejadian di hadapan penyidik.

Di luar sengkarut penuturan kisah cerita sebelumnya, kini, di balik awan gelap gulita selimut kesedihan keluarga, secercah harapan akhirnya hadir berkat uluran tangan tokoh masyarakat setempat, Sigit Imam Basuki.

“Saya tawarkan pengajuan tangan palsu, akhirnya keluarga mau dan direalisasikan oleh Baznas Sidoarjo,” kata Sigit Imam Basuki, ST., SH., pada Senin (28/9/2026).

“Awalnya saya pas ketemu di perayaan HUT Kemerdekaan RI. Saya lihat anak itu kasihan lihat tangannya buntung. Saya ajak ke warung kopi dan saya tanya kenapa tangannya,” ujar Sigit.

Surat keterangan resmi dari Pemerintah Desa Kedungboto, memperkuat pengajuan bantuan sosial bagi keluarga prasejahtera tersebut ke Baznas Kabupaten Sidoarjo. Baznas Sidoarjo membenarkan adanya pengajuan tersebut, dan merespons cepat untuk merealisasikan bantuannya.

Bantuan sambungan tangan palsu ZR dari Baznas, kini berhasil mengembalikan senyum sang anak, untuk kembali menatap masa depan pendidikannya dengan penuh semangat baru.

Karya berita Ruang.co.id yang dilindungi oleh UU Hak Cipta dan Hak Karya Intelektual yang tidak boleh di copy paste/ ditiru/ dijiplak.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Bobol Brankas Sidoarjo

    Pelaku Bobol Brankas Sidoarjo Ditangkap, Korban Kecewa Hartanya Masih Raib

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Aparat kepolisian berhasil menangkap komplotan pembobol brankas, yang beraksi di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Meski demikian, keberhasilan tersebut belum sepenuhnya menjawab kerugian korban, karena harta benda yang dibawa pelaku hingga kini belum ditemukan. Kasus ini bermula dari aksi pencurian di rumah seorang perempuan berinisial IES (43), di Perumahan Taman Pinang Indah Blok E2/12, […]

  • penanggulangan bencana pemkot surabaya

    Peringati HKB, Pemkot Surabaya Libatkan Masyarakat Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Simulasi Kesiapsiagaan Bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit ambulan di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, Jumat (26/4/2024) pagi. Ratusan warga tampak panik berhamburan keluar area gedung rusunawa, seiring bunyi alarm tanda bahaya. Petugas BPBD Surabaya, […]

  • Kinerja TPS Juni 2026

    Arus Peti Kemas TPS Tetap Solid di Tengah Badai Transformasi

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membuktikan resiliensi kinerjanya dengan membukukan pertumbuhan positif arus peti kemas pada Juni 2026. Di tengah proses peremajaan alat bongkar muat, volume peti kemas anak usaha Pelindo Terminal Peti Kemas ini naik 5,06% secara bulanan, dari 111 ribu TEUs menjadi 116 ribu TEUs. Senin, (20/7/2026). Pertumbuhan ini ditopang oleh […]

  • Fakta mata minus dan silinder berubah jadi normal dan plus saat usia tertentu

    Fakta atau Mitos: Mata Minus dan Silinder Akan Menjadi Normal dan Plus Menginjak Usia 40an?

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Benarkah mata minus atau silinder akan menjadi normal atau berubah menjadi plus di usia tertentu? Masalah mata minus (myopia) dan silinder (astigmatisme) sering dialami oleh banyak orang sejak usia muda. Namun, ada kepercayaan umum bahwa kondisi ini akan berubah atau bahkan “sembuh” menjadi normal atau bergeser menjadi plus (hipermetropi) saat memasuki usia […]

  • Persebaya vs Arema

    Duel Sengit di Bali! Persebaya Bertekad Bungkam Arema Demi Kejar Posisi Dua

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Laga panas derby Jawa Timur bakal memanas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Persebaya Surabaya berambisi membungkam Arema FC dalam pekan ke-30 Liga 1 2025. Tak sekadar berburu kemenangan, Bajol Ijo membidik posisi kedua klasemen yang hanya terpaut satu poin dari Dewa United. Pelatih Paul Munster menegaskan, “Ini pertandingan wajib menang […]

  • Ribuan Milenial dan Gen Z Meriahkan Konser Bahagia Mulia-PAS, De Gadjah Ajak Pilkada Damai

    Ribuan Milenial dan Gen Z Meriahkan Konser Bahagia Mulia-PAS, De Gadjah Ajak Pilkada Damai

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    TABANAN, Ruang.co.id- Bahagia Mulia-PAS yang digelar di Taman Bung Karno, Jumat (25/10/2024), sukses membius ribuan masyarakat, terutama generasi milenial dan Gen Z. Acara yang dimulai pukul 17.00 WITA dan berlangsung hingga larut malam ini dipadati oleh pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah dan Putu […]

expand_less