Ruang.co.id – Semangat berbagi di bulan penuh berkah kembali terasa di Jawa Timur. Kepolisian Daerah Jawa Timur baru saja menerima bantuan sosial berupa 1.000 paket sembako dari Yayasan Bakti Persatuan. Bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu ini menjadi simbol eratnya sinergi antara institusi kepolisian dengan dunia usaha, terutama dalam menyambut perayaan Imlek 2577 dan bulan suci Ramadan 1447 H.
Prosesi serah terima berlangsung khidmat di Lobi Gedung Tribrata Mapolda Jatim pada Selasa (24/2/2026). Ketua Umum Yayasan Bakti Persatuan, Alim Markus, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto. Kehadiran para pejabat utama Polda Jatim dalam acara ini menunjukkan tingginya komitmen kedua belah pihak dalam menjaga kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Karolog Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, menjelaskan secara rinci isi dari paket sembako tersebut. Bantuan berupa bahan pokok itu terdiri dari beras, gula, mi instan, dan minyak goreng yang dinilai sangat dibutuhkan oleh warga. Rencananya, ribuan paket ini akan segera didistribusikan langsung oleh jajaran kepolisian agar tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.
“Ini merupakan wujud kepedulian sosial yang patut dicontoh. Sinergi antara Yayasan Bakti Persatuan dan Polda Jatim ini menunjukkan bahwa kolaborasi untuk kebaikan masyarakat bisa dilakukan oleh siapa saja,” ujar Kombes Pol Dirmanto. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi yayasan atau lembaga lain untuk melakukan hal serupa. “Semoga sinergi ini akan terus terbina dengan sebaik-baiknya,” kata Kombes Pol Dirmanto penuh harap.
Lebih lanjut, Kombes Dirmanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Bakti Persatuan atas inisiatif mulia ini. Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan sangat berarti, apalagi bertepatan dengan dua momen besar keagamaan. “Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak dan semoga bantuan sosial dalam suasana perayaan Imlek dan Ramadan ini dapat membawa kebahagiaan bagi penerimanya,” ucap Kombes Dirmanto.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Persatuan, Alim Markus, tak hanya datang untuk menyerahkan bantuan. Dalam sambutannya, ia menyoroti kondisi kondusif Jawa Timur yang sangat mendukung kelancaran roda perekonomian. Menurutnya, stabilitas keamanan yang dijaga dengan baik oleh Polda Jatim memberikan rasa aman bagi para pengusaha untuk terus berinvestasi dan berkegiatan.
“Kami menegaskan bahwa kalangan pengusaha siap mendukung berbagai kegiatan sosial dan akan selalu hadir apabila dibutuhkan untuk membantu masyarakat,” ujar Alim penuh semangat di hadapan para pejabat kepolisian. Ia percaya bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Apalagi, dukungan terhadap institusi kepolisian dinilai sebagai bagian integral dari upaya menjaga persatuan bangsa.
Sebagai pengusaha, Alim Markus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam gerakan nasional mencintai produk dalam negeri. Baginya, langkah kecil seperti membeli produk lokal memiliki dampak besar terhadap penguatan ekonomi bangsa. Ia pun kembali mengingatkan pentingnya mendukung institusi kepolisian sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan harapan besar dari kedua belah pihak. Kolaborasi antara kepolisian dan dunia usaha seperti yang dilakukan Polda Jatim dan Yayasan Bakti Persatuan ini diyakini mampu menjadi fondasi kokoh untuk membangun Jawa Timur yang tidak hanya aman, tetapi juga damai dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bantuan sosial yang disalurkan Polda Jatim ini bukan sekadar seremonial belaka. Di balik angka 1.000 paket sembako, tersimpan pesan kuat tentang solidaritas yang melampaui batas institusi. Inisiatif dari Yayasan Bakti Persatuan ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal latar belakang, terlebih ketika masyarakat memasuki bulan suci Ramadan dan perayaan Imlek. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan akan terasa lebih lengkap ketika bisa dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung.
Peran aktif Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto yang turun langsung menerima bantuan juga menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum. Lebih dari itu, institusi ini ingin hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang solutif. Dengan jalinan komunikasi yang baik antara Polda Jatim dan dunia usaha, program-program sosial ke depan diharapkan dapat berjalan lebih masih dan tepat guna.
Pernyataan Alim Markus mengenai kondisi kondusif Jawa Timur patut diapresiasi. Pengakuan dari seorang pengusaha besar ini menjadi indikator objektif bahwa upaya kepolisian dalam menjaga keamanan membuahkan hasil. Ketika dunia usaha merasa aman, perekonomian pun berputar, lapangan kerja terbuka, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Siklus positif inilah yang ingin terus dipelihara.
“Kondisi Jawa Timur yang aman dan stabil memberikan dampak positif bagi dunia usaha sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar,” kata Alim Markus, menggarisbawahi pentingnya sinergi. Dukungan berupa paket sembako adalah salah satu wujud nyata dari rasa aman tersebut. Ke depan, bukan tidak mungkin kolaborasi serupa akan terus digalakkan, tidak hanya saat hari besar, tetapi juga dalam program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (Wis)

