REI Sidoarjo Santuni dan Buka Puasa Ramadan 1.000 Anak Yatim di Pendopo Delta Wibawa, di Terpaan Penjualan Anjlok 30 Persen

Ramadan REI Sidoarjo
REI Sidoarjo menggelar santunan dan buka puasa bersama 1.000 anak yatim di Pendopo Delta Wibawa, menegaskan kepedulian sosial di Ramadan. Foto: Nurudin
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana haru dan penuh kebersamaan, menyelimuti Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/3/2026). Sebanyak 1.000 anak yatim berkumpul dalam kegiatan santunan dan buka puasa bersama, yang digelar Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Komisariat Sidoarjo.

Seribu anak yatim dari berbagai wilayah duduk bersila memenuhi halaman pendopo. Mereka datang dengan wajah cerah sambil membawa bingkisan yang disiapkan panitia.

Kegiatan ini menjadi momentum berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, sekaligus menguatkan kepedulian sosial kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian.

Ketua panitia santunan dan bukber dari DPD REI Komisariat Sidoarjo, Min Anita mengatakan, bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan yang kali ke duanya ini dan bentuk tanggung jawab moral dunia usaha terhadap masyarakat untuk berbagi bersama.

“Ramadan mengajarkan empati. Kami ingin memastikan anak-anak yatim merasakan kebahagiaan yang sama. Kegiatan ini bukan cuma acara seremonial, tetapi wujud kepedulian nyata terhadap anak yatim,” ujar Anita, yang juga Bendahara DPD REI Komisariat Sidoarjo.

“Semoga di tahun depan, kami dapat mengundang acara semacam ini hingga lebih dari 1000 anak yatim di bulan Ramadan berikutnya,” pungkas Anita.

Selain santunan berupa bingkisan paket kebutuhan, bingkisan menu buka puasa, dan bantuan dana, acara juga diisi dengan tausiyah singkat serta doa bersama. Para anak yatim tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara hingga waktu berbuka puasa tiba.

Ketua DPD REI Komisariat Sidoarjo, Harry Hermawan, di acara ini juga mengatakan, acara ini merupakan keseimbangan dari kepedulian 109 pengusaha properti di Sidoarjo. Meskipun kondisi saat ini REI di Sidoarjo mengalami penurunan penjualan hingga 30 persen dibanding tahun lalu.

“Semoga dengan keseimbangan acara santunan dan buka puasa bersama 1000 anak yatim ini, dapat memulihkan kelesuan dari penurunan penjualan unit perumahan di segala tipe,” ujar Harry kepada wartawan.

Baca Juga  Batik Sidoarjo Harumkan Daerah di Panggung Catwalk, Bupati Subandi: “Cintai Daerahmu, Pakailah Batikmu” 

Harry mengatakan, salah satu parameter anjloknya penjualan unit perumahan hingga 30 persen, disebabkan karena efek nasabah pinjol yang mengajukan kredit rumah ditolak oleh pihak bank lantaran konditurnya tercatat buruk.

“Banyak calon pembeli yang ditolak kreditnya lantaran silk dari bank catatannya buruk dan tida disetujui,” ungkap Harry.

Salah satu pengurus/ pengasuh pendamping anak yatim, Rofi’i dari Yayasan Mizan Amal di Desa Ngampelsari, Kec. Candi, Sidoarjo. Di acara santunan dan buka puasa bersama ini, pihaknya mengawal 60 anak yatim dari dalam dan luar asrama panti asuhannya.

“Dengan kepedulian menyantuni dan mengaja berbuka bersama anak yatim, semoga REI Sidoarjo diberkahi untuk semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Secara hukum dan prinsip kebijakan publik, kegiatan santunan sosial seperti ini, sejalan dengan semangat tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility), yang berarti tanggung jawab sosial dunia usaha kepada masyarakat.

Prinsip tersebut juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, khususnya Pasal 74, yang menegaskan perusahaan memiliki kewajiban menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Kegiatan sosial berskala besar ini dinilai penting, karena memperkuat solidaritas masyarakat, terutama di tengah tantangan sosial ekonomi yang masih dirasakan sebagian keluarga.

Sejumlah relawan dan pengurus REI turut mendampingi anak-anak sepanjang acara. Kehadiran mereka memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh kehangatan.

Di penghujung acara, ratusan anak yatim mengangkat tangan memanjatkan doa bersama. Pendopo Delta Wibawa yang biasanya menjadi pusat kegiatan pemerintahan  petang itu, berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat harapan dan kepedulian bertemu dalam satu suasana Ramadan yang menguatkan.