Ruang.co.id – Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benjamin Kristianto menekankan agar verifikasi pada peserta BPJS PBI benar-benar tepat sasaran. Sehingga bantuan pelayanan kesehatan yang sumber dananya dari pemerintah ini bisa dinikmati oleh warga miskin yang berhak.
Pernyataan ini disampaikan politikus asal Fraksi Parta Gerindra ini, menyusul diaktifkannya kembali 1,5 juta kepersetaan BPJS PBI di Jawa Timur yang sempat terhenti keaktifan kartunya beberapa waktu lalu.
“Sebenarnya, permasalahan tidak aktifnya kartu kepesertaan BPJS yang lalu itu hanya untuk memperbaruhi data. Sedangkan pelayanan kesehatan masih tetap bisa dilakukan. Perbaruhan data itu sendiri dilakukan karena adanya perubahan kondisi sosial pada peserta setelah dilakukan perbaijan verifikasi,” ujar Legislator yang akrab dipanggil dokter Beny ini.
Perbaikan verifikasi itu, lanjut dr Beny, tidak lain untuk memperbaiki data yang sesuai dengan fakta terakhir peserta BPJS. Misalnya yang dulunya mampu karena punya penghasilan tetap. Saat diverifikasi terakhir ternyata sudah sudah tofak kerja karena PHK atau pensiun dan sebagainya. Demikian sebaliknya. Ada yang awalnya miskin, tiba-tiba mendapatkan rezeki dari warisan leluhurnya atau mendapat pekerjaan yang baik dan sebagainya.
Dari hasil verifikasi inilah yang kemudian dilakukan pengedotan data lana ke yang baru. Sehingga data yang dikuarkan BPJS benar- benar akurat dan dapat dipertannggung jawabkan.
“Dengan adanya data yang akurat tersebut, maka bisa dipastikan peserta BPJS PBI tepat sasaran,” tandas dr Beny.
Sedangkan untuk mencapai ketepatan sasaran itulah to. Verifikator dari BPJS kesehatan, dinas kesehatan, dinas sosial dan pemerintahan setempat harus rutin melakukan koordinasi. Sehingga setiap ada perubahan status sosial yang terjadi pada warga peserta BPJS PBI bisa segera diketahui dan dilakukan perbaikan data.
Legislator asal Dapil Sidoarjo ini juga sempat mengapresiasi apa yang dilakukan Kadinsos Jati, Restu Novi Widiani saat pertemuan dengan warga di pendopo Sidoarjo. Saat itu Kadinsos mengatakan pada warga yang punya masalah berkaitan dengan BPJS agar segera tunjukan KTP padanya maka akan ditindak lanjuti. Dari pelayanan cepat seperti inilah yang diharapkan masyarakat.
“Yang terpenting agar data yang terverifikasi di BPJS itu akurat. Maka ke depannya tim verifikator yang ditugaskan melakukan pendataan atau perbaruhan data harus melakukannya secara obyektif dam profesional,” pingkas dokter Beni.

