Breaking News
light_mode
Senin, 7 September 2026
Beranda » Event » Zahlul Yussar Anggota DPRD Sidoarjo Sulap Nyadran Balongdowo Jadi Magnet Wisata Spektakuler Nasional

Zahlul Yussar Anggota DPRD Sidoarjo Sulap Nyadran Balongdowo Jadi Magnet Wisata Spektakuler Nasional

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar menggebrak paradigma lama budaya, dengan mendorong tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Candi, Sidoarjo, menjadi fondasi ekonomi kreatif sekaligus identitas budaya kelas dunia yang wajib terjaga, Jumat malam (6/2/2026).

Ini terbungkus dalam Sarasehan PESONA NYADRAN BHUNI JENGGALA DELTA SIDOARJO, dengan moderator Ketua Dekesda (Dewan Kesenian Sidoarjo) Ribut Wiyoto, narasumber akademisi pakar budaya Dr. Drs. Arif Rofiq,M.Si., dan PJ Kepala Desa Balongndowo Arif Wibowo.

Balai Desa Balongdowo terasa lebih hangat saat sekitar seratus perwakilan warga dari berbagai elemen, berkumpul dalam Sarasehan Nyadran. Zahlul Yussar hadir membawa misi besar untuk memoles wajah tradisi, yang selama ini kerap terstigma negatif oleh hiruk-pikuk hiburan yang kurang terkontrol.

Ia menegaskan bahwa Nyadran bukan cuma ritual masa lalu, melainkan mesin penggerak masa depan Sidoarjo yang mampu menyedot atensi nasional hingga internasional.

“Budaya itu dudu barang lawas (bukan barang lama), tapi pondasi masa depan. Apiknya Desa Balongdowo tergantung nantinya Nyadran ini. Ayo kita bareng-bareng merubah mindset paradigma negatif menjadi positif,” tegas Zahlul Yussar secara berani di hadapan warga yang antusias.

Politisi muda ini secara blak-blakan menyentil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, agar tidak hanya menjadi penonton dalam pelestarian nilai luhur.

“Harapan kami ke depan, jangan sampai nanti Nyadran Balongndowo ini ke depan tidak dibiayai oleh APBD. Nah, ini menjadi teguran kami sebagai Komisi D ke depan, budaya-budaya yang sudah punah harus kita bangkitkan lagi lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” tandas Zahlul, sapaan akrabnya.

Ia berkomitmen menggunakan Pokir (Pokok Pikiran Anggota DPRD)-nya, untuk memastikan Nyadran tidak lagi dipandang sebelah mata. Ia menginginkan Nyadran masuk dalam kalender wisata resmi tahunan, yang mampu bersaing dengan tarian sakral di Bali.

“Saya memaksakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus menyentuh Nyadran di Desa Balongdowo. Harapan kami, ini menjadi agenda tahunan Pemkab, bukan hanya lewat pokir saya. Kita harus mengetuk pintu budaya yang tidak dimiliki daerah lain,” tambahnya dengan penuh semangat.

Zahlul menyadari, bahwa selama ini pemberitaan mengenai Nyadran sering kali didominasi oleh sisi gelap, seperti minuman keras atau gangguan ketertiban.

Untuk itu, ia menginisiasi perubahan drastis dengan menonjolkan potensi kuliner lokal yang sesungguhnya: Kupang (kerang kecil khas Sidoarjo). Balongdowo merupakan episentrum para pencari kupang, yang menghidupi ribuan kepala keluarga, dan diharapkannya juga dapat menjadi kuliner mendunia.

Baca Juga  Mengenal Budaya Kesenian Tradisional Daerah Sumatera Selatan

Seberapa yakin pakar praktisi dan akademisi budaya melihat bahwa Nyadran Balongndowo ini betul-betul potensi yang bisa menggebrak dunia?

Arif Rofiq mengatakan, untuk menghidupkan kebudayaan itu ekosistemnya itu harus kuat. Salah satu ekosistem yang kuat adalah mereka tumbuh di sebuah komunitas. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat berkesinambungan antara Pemkab dengan pelaku dan pegiat budaya Nyadran Balongndowo. Nyadran di desa ini memang sudah tumbuh dari zaman ke zaman,

“Itu kekuatan yang tidak bisa kita nafikan. Nah, ketika itu ada kekuatan, maka pemerintah itu tinggal hadir. Tapi kalau misalnya pemerintah yang punya gagasan tapi ini rakyat desa tidak ada, ini juga tidak akan jadi. Tetapi kekuatan ekosistem itu ya masyarakat itu. Kebudayaan itu kan komunitas – komunitas seperti ini. Sehingga nanti harapan saya, ketika pemerintah hadir, itu jangan kemudian nanti masyarakat itu njagakne (mengandalkan) pemerintah. Itu akan bahaya, akan kehilangan nilai,” terangnya.

Dengan demikian, menurut Arif Rofiq, pemerintah datang, sinergi ini akan menjadi kuat. Karena nantinya pemerintah termasuk akan mendorong branding-nya dan sebagainya sehingga ini akan menjadi roadshow event.

“Beda dengan yang lain, enggak ada. Kayak seperti yang beberapa minggu yang lalu di tempat-tempat itu cuma perayaan saya anggap, walaupun ada sakral cuma begitu, seremoni. Tapi disini mulai seremoni, mulai semuanya ada. Dan itu kalau nanti dibenahi, di-branding yang bagus, itu akan menjadi daya tarik yang luar biasa, imbuhnya.

Sebagai bentuk strategi branding yang cerdas, pada puncak perhelatan Minggu, 8 Februari 2026 nanti, panitia menyajikan 1.000 porsi kupang lontong gratis bagi pengunjung.

Syaratnya mutlak: pedagangnya harus warga asli Balongdowo. Langkah ini diambil untuk memastikan perputaran uang tetap berada di kantong warga lokal, sekaligus memperkenalkan kelezatan kuliner Sidoarjo kepada Nusantara maupun dunia.

“Kenapa tidak ditonjolkan kupangnya, jangan ditonjolkan sisi negatifnya. Nanti 1.000 porsi makan gratis kupang akan diberikan. Pedagangnya wajib orang Balongdowo agar ekonomi kerakyatan benar-benar bergerak nyata di sini,” kata Sekretaris Komisi D ini.

Baca Juga  Mengenal Beragam Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Secara regulasi, langkah pelestarian ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa kebudayaan adalah investasi masa depan dan identitas bangsa yang harus dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Nyadran Balongdowo merupakan manifestasi dari objek pemajuan kebudayaan berupa adat istiadat dan ritus.

Arif Rofiq memperkuat argumen tersebut dari sisi akademis, bahwa Nyadran secara esensial merupakan bentuk syukur kepada Tuhan (ritual) dan ajang silaturahmi antarmanusia (pesta rakyat).

Nyadran itu ekspresi masyarakat Balongdowo dalam mensyukuri nikmat Allah. Ada dua sisi: ritual hubungan dengan Tuhan dan leluhur, serta pesta sebagai hubungan antar sesama. Jangan sampai esensi sakral ini hilang tertutup oleh keramaian sesaat,” jelas Dr. Arif Rofiq.

Zahlul Yussar juga menyoroti fenomena “Jasmerah” (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) bagi generasi Z dan Milenial. Ia merasa prihatin jika anak muda Balongdowo hanya mengenal Nyadran sebagai keramaian tanpa memahami filosofi di baliknya. Baginya, keterlibatan sekolah-sekolah dalam prosesi budaya adalah kewajiban hukum moral.

“Tradisi ini hidup karena dijaga, bukan hanya diingat. Anak-anak muda harus tahu budaya sendiri. Wajib hukumnya bagi sekolah di Balongdowo untuk mengenalkan ini. Jika tidak dijaga, anak cucu kita tidak tahu akan jadi apa desa ini ke depan,” pungkas Zahlul.

Eksistensi Nyadran di Balongdowo bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi ekstasi (kenikmatan batin mendalam) orang Jawa dalam menghormati leluhur.

Di tengah kepungan teknologi gadget yang mendominasi generasi zilenial (generasi yang lahir di era digital), suara gending dan ritual Mocopatan (seni puisi tradisional Jawa yang ditembangkan) tetap menjadi magnet spiritual yang menyatukan hati masyarakat Sidoarjo.

“Ritual ini jangan sampai hilang atau ketul (tumpul). Kita mencoba supaya ada keberkahan melalui penghormatan pada orang tua dan leluhur. Ada doa hubungan dengan Tuhan, tapi juga ada pesta sebagai hubungan antar-sesama,” ujar Zahlul Yussar dengan nada yang menyentuh hati.

Zahlul menambahkan bahwa fenomena modern seperti Perahu Sound Horeg (sistem pengeras suara dengan dentuman bass ekstrem di Perahu) adalah bentuk ekspresi kontemporer yang tidak perlu ditolak, asalkan esensi spiritualnya tetap terjaga. Menurutnya, kegembiraan masyarakat adalah bagian dari rasa syukur setelah setahun bekerja keras di laut dan tambak.

Baca Juga  Akhir Agustus, Bupati Swasta Ruwatan Akbar 80 Tahun RI di GOR Sidoarjo

Secara filosofis, Nyadran diibaratkan sebagai Tumpeng. Garis vertikal melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta melalui Tahlil dan Sholawatan.

Sementara itu, garis horizontal menggambarkan keharmonisan antar-manusia yang diwujudkan melalui parade perahu hias, seni Terbang Jidor (musik perkusi tradisional dengan iringan selawat), dan makan bersama.

Zahlul Yussar mendorong agar Nyadran Balongdowo masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Ini adalah strategi nasional Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi unggulan. Dengan pengemasan yang profesional, Nyadran diyakini mampu menyedot wisatawan mancanegara dan domestik secara masif.

“Kita punya unsur historis, seni perahu hias, dan ritual yang kuat. Jika dikelola dengan manajemen durasi dan narasi yang tepat, ini akan menjadi daya tarik wisata nasional yang sangat luar biasa bagi Sidoarjo,” tegas politisi muda tersebut dengan visi yang inklusif.

Dampak Nyadran juga merambah ke sektor ekonomi kerakyatan secara nyata. Aktivitas ini menciptakan ekosistem usaha musiman bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jasa parkir, hingga penyewaan perahu. Hal ini selaras dengan Peraturan Daerah (Perda) Sidoarjo tentang Pemberdayaan UMKM yang menekankan pemanfaatan kegiatan budaya untuk kesejahteraan rakyat.

Keseimbangan antara batin (spiritual) dan lahir (ekonomi) inilah yang membuat Nyadran bersifat timeless (tak lekang oleh waktu). Di lokasi makam Dewi Sekardadu, suasana haru biru menyelimuti peziarah yang merenungkan asal-usul kehidupan. Sementara di area dermaga, sorak-sorai warga melihat perahu hias membangkitkan semangat heroik untuk terus menjaga kedaulatan budaya.

Nyadran mengajarkan kita menjadi santun, tidak anarkis, dan menjunjung gotong royong. Inilah nilai dasar hidup manusiawi yang sesungguhnya. Mari kita jaga api tradisi ini agar tetap menyala di hati generasi mendatang,” tutup Zahlul dengan nada persuasif yang menggetarkan jiwa.

Melalui sinergi antara DPRD, akademisi, dan warga, Nyadran Balongdowo 2026 menjadi titik balik kebangkitan marwah Sidoarjo. Dengan kemasan yang elegan, modern, namun tetap memegang teguh pakem leluhur, Sidoarjo siap menyapa dunia melalui Pesona Nyadran Bumi Jenggolo.

Keberhasilan acara ini menyuarakan pesan kuat bahwa di balik modernitas, akar sejarah tetap menjadi pijakan utama, untuk melompat lebih jauh ke masa depan yang cerah dan berkeadilan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus korupsi RPHU Lamongan

    Kekecewaan Kuasa Hukum Menyusul Ditundanya Sidang Tuntutan Kasus Korupsi RPHU Lamongan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Proses hukum dalam perkara dugaan korupsi RPHU Lamongan mengalami jeda yang cukup mengecewakan bagi pihak terdakwa. Sidang lanjutan yang sedianya akan menjadi momen pembacaan tuntutan atau requisoir harus tertunda. Agenda persidangan untuk perkara nomor 72/Pid.Sus-TPK/2025/PN Sby tersebut rencananya digelar di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya. Penundaan ini secara resmi terjadi karena pihak […]

  • Penertiban parkir liar

    LHKP PDM Surabaya Apresiasi Pemkot Tertibkan Parkir Liar, Menjamin Konsumen Parkir Adil dan Aman

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan parkir liar di ruang publik terus menuai dukungan. Salah satu apresiasi datang dari Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah. Ia menyebut kebijakan ini bukan hanya sekadar penertiban, tapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga keadilan layanan publik. “Langkah […]

  • Xiaomi Smart Electric Water Heater P10

    Xiaomi Luncurkan Smart Electric Water Heater P10 dengan HyperOS dan Teknologi Pemanasan Cepat

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Xiaomi kembali memperkenalkan perangkat rumah tangga canggih dengan meluncurkan Mijia Smart Crystal Dual Tank Electric Water Heater 60L P10. Pemanas air listrik pintar ini dilengkapi HyperOS, pemanasan cepat 3.300W, dual-tank hemat energi, serta fitur kontrol pintar melalui aplikasi Mi Home. Dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna, perangkat ini menawarkan solusi air […]

  • DPD Partai Demokrat Jatim kurban

    DPD Partai Demokrat Jatim Sembelih 14 Hewan Kurban 

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menandai perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, segenap pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Timur melaksanakan Ibadah Kurban Dengan menyembelih Sapi dan Kambing. Pelaksanaan kurban yang dipimpin ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elistianto Dardak ini berlangsung di kantor DPD kamis (28/5). Dalam pelaksanaan ibadah Kurban ini, secara keseluruhan DPD Partai Demokrat menyembelih […]

  • Menjaga marwah pesantren

    Risalah Gernas Ayo Mondok, Seruan Santri dan Ulama Jaga Marwah Pesantren

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Memperingati Hari Santri 22 Oktober 2025, Gerakan Nasional Ayo Mondok yang dipimpin, KH Lukman Harist Dimyathi mengeluarkan Risalah yang salah satunya mengajak para santri dan ulama tetap menjaga marwah Pondok Pesantren. Dikatakan oleh sekjen Gerakan Nasional Ayo Mondok, HM Zahrul Azhar As’ ad atau yang akrab dipanggil Gus Hans, Risalah ini dibuat untuk […]

  • Hujan tangis Pengadilan Tipikor

    Hujan Tangis Penyesalan Terdakwa Korupsi Desa Entalsewu Kasus CSR Abu – Abu Mengguncang Tipikor Surabaya

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Tangis pecah di ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya. Air mata empat dari tujuh terdakwa, jatuh berderai saat membacakan nota pembelaan (pledoi) dari buah tangannya. “Maafkan saya yang mulia majelis hakim, semua ini demi desa,, bukan untuk kepentingan pribadi,” ucapnya lirih, membuat suasana sidang hening penuh penyesalan. Kasus bermula dari SK Kepala Desa […]

expand_less