1.250 Siswa MAN Ikuti Edukasi AI Bijak dari Polrestabes Surabaya
- account_circle Ruang Sely
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Sosialisasi penggunaan AI bijak oleh Polrestabes Surabaya di MAN Kota Surabaya diikuti 1.250 siswa. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Poin Berita:
- Polrestabes Surabaya menggelar sosialisasi penggunaan AI bijak bagi 1.250 siswa MAN Kota Surabaya pada Selasa (29/9).
- Wakil Kepala Madrasah Muh. Suwar dan Ipda Hariyo Indarto menekankan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir.
- Kegiatan ini bagian dari kerja sama Polri dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen.
Ruang.co.id – Polrestabes Surabaya mengedukasi 1.250 siswa MAN Kota Surabaya tentang penggunaan bijak kecerdasan buatan (AI) di aula MAN Kota Surabaya, Selasa (29/9). Kegiatan ini bertujuan mencegah penyalahgunaan AI seperti hoaks dan deepfake.
Kegiatan yang digelar di aula MAN Kota Surabaya itu diikuti siswa kelas 10, 11, dan 12. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Muh. Suwar, mengatakan sosialisasi berlangsung beberapa hari. Para siswa tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan AI, tetapi juga diajak memahami batasan, risiko, serta etika dalam memanfaatkannya. Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini agar pelajar tidak menyalahgunakan AI untuk membuat konten hoaks, deepfake, pornografi, hingga penipuan online atau scam yang marak terjadi.
Suwar menambahkan, anak-anak Gen Z lebih akrab dengan AI. Karena itu, pemahaman yang benar sangat penting. “Ya, ini sangat penting sekali karena anak-anak ini dalam masa belajar dan tentunya anak-anak Gen Z ini itu lebih akrab dengan kegiatan yang berhubungan dengan AI,” ujarnya.
Tim Trainer Pemahaman AI Polrestabes Surabaya yang hadir Ipda Alfan Alfian dan Briptu Agastya Dwi Wijaya. Ipda Alfan Alfian menjelaskan AI dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran jika digunakan tepat. “Pelajar dapat memanfaatkannya untuk mencari referensi, memahami materi pelajaran, mengembangkan ide, hingga menunjang kreativitas,” tuturnya.
Namun, kemudahan itu harus diiringi tanggung jawab. Hariyo menekankan AI tidak boleh dijadikan jalan pintas untuk kecurangan akademik. “Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana pelajar dapat menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan proses belajar,” katanya.
Sosialisasi juga menyoroti literasi digital. Siswa diajak lebih kritis menerima informasi. Alfan Alfian mengingatkan perkembangan AI membuat pembuatan teks, gambar, suara, dan video semakin mudah. Konten yang tampak meyakinkan belum tentu sesuai fakta. Karena itu, siswa didorong memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Program Pemahaman AI ini bagian dari kerja sama Polri dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sosialisasi di MAN Kota Surabaya. Polrestabes Surabaya berharap siswa tumbuh sebagai generasi yang cakap digital, mampu menggunakan AI secara tepat, aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab.
- Penulis: Ruang Sely

