Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Mengapa Pola Asuh Zaman Dulu Lebih Disiplin Dibanding Sekarang?

Mengapa Pola Asuh Zaman Dulu Lebih Disiplin Dibanding Sekarang?

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – “Ah, dulu itu anak-anak kalau nggak disuruh duduk manis sama orang tua, langsung kena jitak!” Pernah dengar kalimat seperti ini dari orang tua atau kakek-nenek kita? Cerita-cerita seperti ini sering membuat kita berpikir, apa iya pola asuh zaman dulu benar-benar lebih disiplin?

Atau hanya nostalgia orang tua saja?

Sebagai anak generasi milenial atau Gen Z, sering mendengar cerita ini di sela obrolan santai bersama keluarga. Bagaimana dulu mereka harus bangun pagi tanpa alarm, pergi sekolah jalan kaki tanpa mengeluh, dan selalu patuh saat diberi tugas rumah.

Di sisi lain, saat ini kita mendengar orang tua modern lebih memilih pendekatan yang “ramah anak”. Jadi, apa sebenarnya yang membedakan pola asuh dulu dan sekarang, serta mengapa pola asuh zaman dulu terlihat lebih disiplin?

Pengertian Pola Asuh

Untuk memahami perbedaan ini, kita harus tahu dulu apa itu pola asuh. Secara sederhana, pola asuh adalah cara atau metode yang digunakan orang tua dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak mereka. Pola asuh ini dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, kebiasaan keluarga, hingga perkembangan zaman.

Zaman dulu cenderung lebih otoriter. Orang tua menjadi figur yang penuh wibawa, dan anak-anak harus mematuhi segala aturan tanpa banyak bertanya. Sebaliknya, pola asuh modern lebih mengutamakan komunikasi dua arah, di mana anak diajak untuk berdiskusi dan memahami alasannya.

Mengapa Pola Asuh Zaman Dulu Lebih Disiplin?

Kalau ditanya mengapa, ada banyak faktor yang memengaruhi. Namun, di bawah ini adalah beberapa hal yang membuat pola asuh dulu tampak lebih “keras” dibanding sekarang:

1. Nilai Budaya yang Kental
Di masa lalu, budaya kita sangat menekankan pentingnya penghormatan terhadap orang tua. Anak-anak yang tidak patuh dianggap tidak berbakti. Inilah yang membuat orang tua zaman dulu merasa perlu untuk menerapkan disiplin ketat.

Baca Juga  The Capital Hotel Surabaya Bagikan Kebahagiaan Melalui Christmas Choir Panti Asuhan

2. Tidak Banyak Gangguan Teknologi
Zaman dulu tidak ada gadget, internet, atau media sosial yang membuat anak mudah terdistraksi. Orang tua juga tidak perlu bersaing dengan TikTok atau game online untuk mendapatkan perhatian anak mereka. Kalau sudah begitu, siapa yang nggak disiplin, kan?

3. Pendekatan “Trial and Error”
Orang tua zaman dulu membesarkan anak tanpa banyak referensi teori parenting seperti sekarang. Mereka percaya pada pendekatan “apa yang berhasil untuk saya, pasti berhasil untuk anak saya”. Kalau disuruh belajar, ya harus belajar. Kalau disuruh tidur, ya jangan ada drama!

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Meskipun pola asuh modern cenderung lebih fleksibel, bukan berarti kita tidak bisa mengambil pelajaran dari metode orang tua kita dulu. Disiplin tetap penting, tetapi bagaimana cara menyampaikannya yang mungkin harus disesuaikan.

Sebagai generasi baru, kita bisa menggabungkan pendekatan disiplin dari masa lalu dengan empati dan pengertian yang lebih besar, seperti yang ditawarkan pola asuh modern.

Pada akhirnya, setiap zaman memiliki tantangannya masing-masing. Dulu mungkin terkesan lebih disiplin karena pengaruh budaya dan situasi yang berbeda. Namun, pola asuh modern juga memiliki nilai positif dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan berbasis komunikasi.

Jadi, apakah pola asuh dulu lebih baik daripada sekarang? Jawabannya bergantung pada bagaimana kita memaknainya.

Yang terpenting, kita bisa terus belajar dari masa lalu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita.

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Mudik Lebaran 2025

    PT DLU Siapkan 8 Jadwal Mudik Lebaran 2025 Rute Sampit-Surabaya-Semarang, Segera Booking Tiketnya Sebelum Kehabisan!

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menyambut arus mudik Lebaran 1446 Hijriah, PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit telah menyiapkan delapan jadwal pelayaran untuk memudahkan perjalanan pemudik. Dengan rute utama Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang, PT DLU memastikan layanan yang aman dan nyaman bagi penumpang. Segera booking tiket mudik 2025 sebelum kehabisan! Jadwal Lengkap Mudik Lebaran 2025 dari Sampit PT […]

  • Job Fair Sidoarjo 2025

    Job Fair Hybrid Sidoarjo 2025: Ribuan Peluang, Separuh yang Hadir – Apa yang Salah?

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Ribuan pencari kerja memadati platform Siap Kerja untuk mengikuti Job Fair Hybrid Sidoarjo 2025. Sebanyak 5.000 pendaftar tercatat, namun hanya sekitar 2.114 yang benar-benar hadir untuk sesi wawancara tatap muka. Fakta ini menyisakan tanya besar di benak publik, di mana sisanya? Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo ini menampilkan […]

  • aktivasi MFA ASN Digital

    PNS Kena Blokir! Ini Dampak Fatal Jika Telat Aktivasi MFA ASN Digital 2025

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menetapkan batas akhir aktivasi Multi-Factor Authentication (MFA) ASN Digital pada 14 April 2025. Kebijakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan tameng krusial untuk melindungi data jutaan aparatur sipil dari ancaman siber yang kian canggih. Bagi PNS dan PPPK yang mengabaikan imbauan ini, konsekuensinya serius: akun terblokir, akses e-Kin terhambat, […]

  • ACIPRAJA 2025 SMA Negeri 19 Surabaya

    ACIPRAJA 2025 Ajang Cipta Prestasi Palang Merah Remaja untuk Meningkatkan Kepemimpinan dan Solidaritas Remaja Surabaya

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – SMA Negeri 19 Surabaya kembali menyelenggarakan acara tahunan yang menjadi sorotan di dunia pendidikan Surabaya, Ajang Cipta Prestasi Palang Merah Remaja (ACIPRAJA) 2025. Dengan tema yang sangat relevan, yakni “Menciptakan Kepemimpinan Kreatif di Kalangan Generasi Muda untuk Memperkuat Solidaritas Kemanusiaan dalam Kepalangmerahan”, Pada 15 Februari 2025. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan […]

  • Sidang Korupsi Mamin Jember

    Kuasa Hukum Terdakwa DDS Bantah Dugaan Mark Up Anggaran Mamin di DPRD Jember

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Usai sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor PN Kelas I Surabaya di Sidoarjo, Ahmad Qodriansyah juru bicara tim kuasa hukum terdakwa Dedy Dwi Setiawan (DDS), menyatakan tidak menemukan bukti adanya praktik mark up anggaran sebagaimana didakwakan jaksa. Hal itu disampaikan, setelah mendengar keterangan sembilan saksi di persidangan di ruang sidang Cakra Tipikor […]

  • Ilustrasi kehilangan Dompet berisi kartu dan uang. (by AI)

    Mahasiswa Unair Kehilangan Dompet Berisi E-KTP, STNK, dan KTM di Perjalanan Surabaya-Sidoarjo

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Seorang mahasiswa semester akhir Univ. Airlangga (Unair) Surabaya, mengaku kehilangan sebuah dompet berwarna hitam, berisikan surat berharga dan penting untuk keperluan perkuliahan dan aktivitas sehari – harinya. Dompet tersebut hilang dalam perjalanan rute Surabaya menuju Sidoarjo. Peristiwa ini diperkirakan terjadi di kawasan Sidoarjo pada hari Kamis sore kemarin (24/9/2026). Korban bernama Putra Andhika […]

expand_less