Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Ekbis » Sistem Aplikasi Coretax Bermasalah, BPK Turun Tangan?

Sistem Aplikasi Coretax Bermasalah, BPK Turun Tangan?

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Sebuah proyek teknologi bernilai triliunan rupiah yang diharapkan menjadi tulang punggung sistem perpajakan nasional, namun justru tersandung berbagai masalah teknis. Seperti membeli sepatu mahal, tapi talinya putus saat pertama kali dipakai. Inilah yang terjadi dengan sistem aplikasi Coretax.

Dengan anggaran mencapai Rp1,3 triliun, harapan tinggi disematkan pada sistem ini untuk mempermudah administrasi perpajakan. Namun, kenyataannya, masalah demi masalah muncul, membuat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus turun tangan. Mari kita telusuri apa yang sebenarnya terjadi dengan Coretax ini.

Latar Belakang Pengembangan Coretax

Sistem aplikasi Coretax dikembangkan sebagai bagian dari upaya modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia. Dengan investasi sebesar Rp1,3 triliun, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pajak. Coretax dirancang untuk mengintegrasikan berbagai proses bisnis yang terkait dengan penyetoran dan pelaporan pajak oleh wajib pajak.

Sejak diluncurkan pada 1 Januari 2025, Coretax menghadapi berbagai kendala teknis yang menghambat operasionalnya. Beberapa masalah utama yang dilaporkan antara lain:

1. Akses Website Lambat dan Tidak Stabil. Banyak pengguna mengeluhkan kesulitan mengakses sistem karena server sering mengalami gangguan, menyebabkan keterlambatan atau kegagalan dalam pelaporan pajak.

2. Bug pada Fungsi Penting. Beberapa fungsi penting seperti proses pelaporan, validasi data, dan otomatisasi perpajakan mengalami kesalahan saat dijalankan, menunjukkan bahwa proses quality assurance (QA) dan user acceptance testing (UAT) mungkin belum dilakukan secara menyeluruh.

3. Kapasitas Sistem Tidak Mencukupi. Arsitektur sistem yang tidak efisien membuatnya rentan terhadap gangguan layanan ketika volume data meningkat, menunjukkan bahwa infrastruktur server belum dioptimalkan untuk menangani pemrosesan data dalam volume tinggi.

BPK Audit Sistem Coretax

Menanggapi berbagai permasalahan tersebut, BPK memutuskan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem Coretax. Ahmad Adib Susilo, Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan BPK, mengonfirmasi bahwa proses audit sistem Coretax sedang berlangsung untuk memastikan apakah sistem ini berfungsi sesuai dengan tujuan awalnya atau memerlukan perbaikan lebih lanjut.

Baca Juga  Dampak Gadget Berlebih? Superkidz Hadir dengan Terapi Khusus Anak

Masalah teknis pada Coretax tidak hanya mempengaruhi wajib pajak yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan mereka, tetapi juga berpotensi menghambat target penerimaan pajak yang telah ditetapkan dalam APBN 2025. Jika masalah ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berdampak negatif pada penerimaan negara.

Praktisi pajak juga merasakan dampak dari permasalahan ini. Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) mencatat ada 34 masalah terkait Coretax selama masa implementasi sejak 1 Januari 2025. Meskipun beberapa masalah telah diselesaikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), masih ada kendala yang dirasakan oleh konsultan pajak dan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan mereka.

Usulan Perpanjangan Masa Transisi

Menghadapi situasi ini, beberapa pengusaha mengusulkan agar masa transisi penggunaan Coretax diperpanjang. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan waktu bagi DJP dalam memperbaiki sistem dan bagi wajib pajak untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada, sehingga proses perpajakan dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan teknis yang berarti.

Meskipun menghadapi berbagai kendala, sistem Coretax diharapkan dapat segera berfungsi optimal dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak. Dengan perbaikan yang tepat dan dukungan dari semua pihak terkait, Coretax dapat menjadi alat yang efektif dalam modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia.

Dengan memahami permasalahan yang dihadapi oleh sistem Coretax dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya, diharapkan masyarakat dan wajib pajak dapat lebih siap menghadapi perubahan dalam sistem perpajakan. Semoga dengan perbaikan yang dilakukan, Coretax dapat berfungsi sesuai harapan dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minum air putih dapat kurangi risiko kanker

    Minum 5 Gelas Air Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kamu pasti sudah sering dengar kalau air putih itu penting untuk kesehatan. Tapi, tahukah kamu kalau minum minimal 5 gelas air putih setiap hari ternyata bisa membantu mengurangi risiko kanker? Kedengarannya sederhana banget, tapi manfaatnya benar-benar luar biasa. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air—sekitar 60-70 persen berat tubuh kita adalah cairan. […]

  • arus mudik Lebaran

    Gelombang Mudik H+1 Lebaran 2025 Tembus 7.532 Kendaraan: ASDP Siagakan 69 Kapal Antisipasi Kepadatan

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus balik mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada H+1, Rabu 2 April 2025, dengan proyeksi 7.532 kendaraan melintasi seluruh lintasan feri. Data real-time Posko Pusat Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan mencatat keterisian kapal mencapai 8,72% per pagi hari, angka yang diperkirakan terus naik seiring gelombang pemudik yang […]

  • Rahasia Rambut Lurus, Halus, dan Lembut Secara Alami

    Trik Rahasia Rambut Lurus, Halus, dan Lembut Secara Alami! Nomor 4 Bikin Kaget!

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co id – Banyak orang mengira bahwa rambut lurus dan lembut hanya bisa didapatkan dengan rebonding atau smoothing di salon. Padahal, perawatan alami juga bisa bikin rambutmu tetap halus, lembut, dan jatuh sempurna tanpa merusak tekstur aslinya. Mau tahu rahasianya? Yuk, simak trik ini! 1. Masker Susu dan Madu untuk Rambut Lurus Alami Siapa sangka […]

  • AC Daikin vs Gree mana yang lebih dingin

    AC Daikin vs Gree Mana yang Lebih Dingin? Ini Perbandingan Jujurnya

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Suhu udara di sejumlah wilayah terasa makin menyengat dalam beberapa pekan terakhir. Rumah, kamar tidur, hingga ruang usaha mulai membutuhkan pendingin tambahan agar aktivitas tetap nyaman. Dalam situasi seperti ini, memilih AC yang tepat bukan lagi soal harga, tetapi juga performa pendinginan. Dua merek yang paling sering dibandingkan adalah Daikin dan Gree. Keduanya memiliki […]

  • Skincare Bisa Atasi Masalah Kulit Kering Saat Puasa

    Skincare Bisa Atasi Masalah Kulit Kering Saat Puasa, Begini Cara Ampuhnya!

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Puasa Ramadan memang membawa banyak berkah, tapi juga tantangan—termasuk buat kulit wajah. Banyak orang mengalami masalah kulit kering selama puasa karena tubuh kekurangan asupan air dalam waktu yang cukup lama. Ditambah lagi, cuaca panas dan paparan AC bisa bikin kulit semakin dehidrasi, terasa kasar, bahkan mengelupas. Bayangkan, sudah bangun sahur dengan mata setengah […]

  • Yona Bagus Widyatmoko bedah 4 pilar Perda Hunian Layak

    Yona Bagus Widyatmoko Bedah 4 Pilar Perda Hunian Layak di Refleksi Hari Kemanusiaan Sedunia

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Hujan deras dan atap bocor masih menjadi ketakutan harian bagi sebagian ibu di perkampungan padat Kota Surabaya. Di titik itulah Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menaruh tolok ukur keberhasilan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Hunian Layak. Dalam refleksi Hari Kemanusiaan Sedunia. Rabu, (19/8/2026), Yona menegaskan bahwa […]

expand_less