Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Pemerintah » DPRD Jatim Dorong Pelindung Seniman Miskin dalam Rapergub Kebudayaan Jatim

DPRD Jatim Dorong Pelindung Seniman Miskin dalam Rapergub Kebudayaan Jatim

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Komisi E DPRD Jawa Timur, memberikan sejumlah masukan penting untuk pemnentukan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah. Masukan ini diberikan agar Rapergub ini harus bisa mengakomodasi langkah-langkah konkret untuk mendorong pengembangan kebudayaan sekaligus memberikan perlindungan dan penghargaan kepada para seniman di Jawa Timur, khususnya yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Ketua komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno mengatakan, pihaknya melihat Rapergub ini sudah mengatur sebagian besar amanat yang tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2024. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperjelas dan ditambahkan agar pelaksanaan perda bisa lebih berdampak nyata.

Menurutnya, salah satu perhatian utama tersebut adalah perlunya pengaturan yang tegas mengenai pemberian apresiasi kepada para seniman, khususnya mereka yang tergolong miskin.

Politikus dari fraksi PDIP ini menilai, seniman merupakan ujung tombak dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah. Namun, tidak sedikit dari mereka yang menghadapi berbagai tantangan hidup, sehingga dukungan dari pemerintah menjadi sangat penting.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan apresiasi simbolis, tapi harus ada langkah konkret. Mulai dari pemberian fasilitas, pelatihan, akses ke pasar seni, hingga bantuan perlindungan sosial. Ini semua harus diatur agar seniman miskin bisa tetap berkarya dan berkontribusi pada kebudayaan Jawa Timur,” tegasnya, kamis (19/6).

Sri Untari menjelaskan, selama ini keberadaan seniman miskin belum mendapatkan perhatian yang memadai dalam regulasi yang ada. Padahal, tanpa dukungan yang cukup, seni dan budaya lokal terancam punah karena ketidakmampuan para seniman untuk bertahan.

Selain itu, legislator dari Dapil Malang Raya ini juga menyoroti pentingnya penetapan dan perlindungan Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Hingga 2024, Jawa Timur telah menetapkan sebanyak 112 objek budaya yang masuk dalam kategori WBTB. Objek-objek ini meliputi berbagai tradisi, kesenian pertunjukan, ritual, hingga kerajinan tangan yang menjadi bagian penting dari identitas dan sejarah masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga  KPK Ajak DPRD Jatim Berkomitmen Cegah Korupsi Lima Tahun ke Depan

“Objek-objek budaya ini harus benar-benar dilindungi. Rapergub harus mengatur mekanisme yang jelas terkait penetapan, pelestarian, dan pengelolaannya agar warisan budaya kita tetap lestari dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Lebih jauh Sri Untari menggarisbawahi perlunya pengaturan yang mengatur pendaftaran objek pemajuan kebudayaan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) melalui Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini sejalan dengan Perpres Nomor 56 Tahun 2022 yang membuka peluang bagi daerah untuk melindungi karya budaya dan tradisi secara hukum agar tidak dieksploitasi oleh pihak luar.

“Jawa Timur memiliki 4.219 objek pemajuan kebudayaan yang bisa didaftarkan sebagai kekayaan intelektual komunal. Ini adalah langkah strategis untuk melindungi hak masyarakat adat dan pelaku budaya. Dengan perlindungan hukum yang jelas, kita bisa menjaga kekayaan budaya dari klaim atau eksploitasi yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur ini juga mengingatkan peran penting Dewan Kebudayaan atau Dewan Kesenian Daerah yang disebut dalam Perda sebagai mitra pemerintah. Ia menilai Dewan ini harus diperkuat melalui pengaturan yang jelas dalam Rapergub agar bisa berfungsi efektif sebagai pendamping pemerintah dalam mengembangkan kebudayaan.

“Dewan Kebudayaan harus diberi ruang yang cukup untuk berperan aktif, baik dalam pembinaan pelaku budaya, memberi masukan kebijakan, maupun menjadi wadah komunikasi antar pelaku seni. Ini penting supaya kebijakan kebudayaan yang dibuat tidak jauh dari kebutuhan riil di lapangan,” tandasnya.

Sri Untari menambahkan bahwa, pembahasan Perda ini telah melibatkan berbagai pihak secara luas, mulai dari OPD terkait, Dewan Kesenian Jawa Timur, pelaku seni dan budaya, hingga stakeholder lain. Oleh karena itu, proses penyusunan Rapergub juga harus tetap membuka ruang dialog agar kebijakan yang dihasilkan dapat menyentuh semua elemen masyarakat dan pelaku budaya.

Baca Juga  Usai Retreat, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Gelar Doa Bersama dan Santuni 50 Anak Yatim di Balai Kota

“Kebudayaan adalah jati diri dan kekayaan kita bersama. Dengan regulasi yang kuat dan pelaksanaan yang tepat, saya berharap kebudayaan Jawa Timur akan semakin maju dan menjadi sumber inspirasi sekaligus kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • cara buang obat

    Jangan Sepele! Buang Obat Sembarangan Bisa Bikin Bakteri Jadi Kebal Lho!

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernah dengar istilah bakteri super? Ini bukan karakter di film superhero lho, tapi bakteri yang udah kebal terhadap antibiotik. Nah, salah satu penyebab munculnya bakteri super ini adalah kebiasaan kita yang suka buang obat sembarangan. Kok bisa? Yuk, kita bahas lebih dalam! Obat-obatan, terutama antibiotik, dirancang untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Tapi, […]

  • Asus Zenbook Duo 2025

    Asus Zenbook Duo 2025 Laptop Convertible OLED Revolusioner untuk Pengguna Produktif

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Asus Zenbook Duo 2025 terus menjadi pilihan utama bagi profesional kreatif, desainer grafis, dan pengguna yang mengutamakan produktivitas tinggi. Dengan dua layar OLED yang luar biasa, laptop ini memberikan pengalaman multitasking yang tak tertandingi, menjadikannya pilihan tepat untuk mereka yang memerlukan alat untuk bekerja secara efisien dan produktif. Artikel ini akan mengupas secara […]

  • PKB SIDOARJO Idul Adha

    PKB Sidoarjo Tebar Keberkahan Idul Adha 1447 H: Kurban Sebagai Aksi Nyata Melayani Rakyat

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Idul Adha 1447 H, menjadi momentum penting bagi Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sidoarjo, untuk meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Di kantor DPC PKB Sidoarjo, Ketua Abdillah Nasih atau akrab disapa Cak Nasik, memimpin penyembelihan dan penyaluran hewan kurban, berupa 3 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Dalam sambutannya, […]

  • Putih Telur yang dipercaya ampuh cabut komedo

    Putih Telur Ampuh Cabut Komedo Hingga Akarnya

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Banyak orang percaya bahwa masker putih telur dapat mengencangkan pori-pori dan mengangkat komedo secara efektif. Namun, apakah klaim ini benar-benar didukung oleh fakta? Komedo, salah satu masalah kulit yang sering mengganggu, seringkali menjadi sasaran berbagai macam perawatan, termasuk bahan-bahan alami seperti putih telur. Komedo muncul ketika pori-pori kulit tersumbat oleh sebum (minyak […]

  • Jatim Art Forum 2024 Budaya Gresik Damar Kurung

    Jatim Art Forum 2024: Gresik Rayakan Kekayaan Seni dan Budaya

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Gresik, Ruang.co.id – Gelaran Jatim Art Forum (JAF) 2024 sukses digelar di Kabupaten Gresik selama empat hari berturut-turut, dari 4 hingga 7 Desember 2024. Ajang seni budaya bergengsi ini menampilkan berbagai karya kesenian, pameran, hingga pertunjukan yang menggambarkan harmoni antara kesenian tradisional dan seni kontemporer. Sebagai tuan rumah, Gresik memanfaatkan kantong budaya dan ruang-ruang publik […]

  • demo warga kantor desa Sidokerto disegel

    Drama Demo Warga Sidokerto: Kantor Desa Disegel, Kades Menghilang

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana Desa Sidokerto Sidoarjo memanas! Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Sidokerto (FPS) menduduki kantor desa pada Kamis pagi (11/12), menuntut Kepala Desa (Kades) Ali Nasikin mundur dari jabatannya. Warga menuduh Kades melakukan penyelewengan aset desa, terutama terkait penjualan tanah Gogol Hilir yang tidak transparan. Salah satu pemicu kemarahan warga adalah […]

expand_less