Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Bintang Politik dr Beny Raih Gelar KRA Berkat Budaya Santun dan Pengabdian Kesehatan

Bintang Politik dr Beny Raih Gelar KRA Berkat Budaya Santun dan Pengabdian Kesehatan

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Sebuah Gelar Kehormatan sebagai Bangsawan Jawa dari Keraton Surakarta Hadiningrat, disematkan kepada Anggota DPRD provinsi Jatim Dr dr Benjamin Kristianto M.Kes MARS. Ph.D. Politikus dari fraksi partai Gerindra itu mendapatkan gelar kebangsawanan yakni KRA yang merupakan kepanjangan dari Kanjeng Raden Arya ditambah Husododiningrat di nama belakangya.

Pengukuhan gelar kebangsawanan Santana Riya Nginggil Anom anom tersebut disematkan langsung oleh Dra Gusti Kanjeng Ratu ( GKR ) Koes Moertiyah Wandansari M.Pd di ruang Kesentanan keraton Surakarta Hadiningrat.

Setelah mendapat gelar tersebut, dokter Beny, panggilan akrab dr Benjamin Kristianto, berhak menyandang nama bangsawan Dr dr Kanjeng Raden Arya (KRA) Benjamin Kristianto Husododiningat M.Kes MARS.

Dr Beny mengatakan syukur dan terima kasih kepada keraton Surakarta Hadiningrat yang telah memberikan gelar kebangsawanan padanya.

Menurut dokter Beny, pihaknya mendapat gelar tersebut karena pihak keraton Surakarta Hadiningrat menilai dirinya mampu menjaga budaya sopan santun yang merupakan bagian dari ciri khas budaya Jawa dalam setiap aspek kehidupan yang dilakukannya baik sebagai politisi, maupun saat berprofezi sebagai dokter dalam melayani kesehatan masyarakat.

“Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari memberikan penghargaan ini karena menilai saya sebagai dokter dan juga politisi yang mampu menjaga dan mengimplementasikan budaya Jawa. Terutama budaya sopan santun selama menjalani kehidupan sebagai politisi maupun sebagai dokter,” terang dokter Beny.

Menurut Dokter Beny, di dalam kehidupan berpolitik, yang didalamnya penuh intrik dan sikut-sikutan, bisa dilaluinya dengan tetap bersikap santun dan low profile dengam tetap memegsng etika dalam berpolitik.

Demikian juga saat menjadi dokter, dalam melayani pasien dia mengutamakan pelayanan yang baik, ramah tamah, menyenangkan dan santun. Tidak merasa dibutuhkan sehingga bersifat arogan. Perilaku menjaga tata krama dan etika inilah yang menjadi dasar penilaian pihak keraton mengangkat dirinya mendapatkan gelar Kanjeng Raden Arya Tersebut.

Baca Juga  Gus Kikin Gagas Qanun Asasi dan Ekonomi Digital untuk Kuatkan Akar NU

Sedengkan gelar Husododiningrat disematkam karena pengabdian dokter Beny dalam bidang kesehatan.

“Husodo itu bahasa jawa yang artinya sehat. Makanya banyak rumah sakit yang memakai nam husada. Karena latar belakanh saya sebagai dokter maka disematkanlah nama Husododiningrat. Yang artinya gelar bangsawan di bidang kesehatan, ” tutur dokter Beny lagi.

Dokter Beny mengaku bahwa, dengan gelar ini dirinya tetap akan bersikap santun dan berperilaku baik sehingga menyenangkan semua orang.

“Dari dulu, sejak dari kecil saya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sopan santun, hormat kepada orang tua atau pimpinan, atau orang yang lebih tua. Saya juga menghargai anak muda. Saya selalu mengutamakan orang lain untuk berbicara, tanpa menyela. Kesopanan ini sudah turun temurun dari kakek nenek saya,” kata anggota komisi E DPRD provinsi Jatim ini.

Dokter Beny menambahkan, selama ini, dirinya selalu tulus dalam menjalankan semua tingkatan dalam kehidupannya. Baik itu ketika menjadi orang biasa, sebagai dokter maupun sebagai anggota Legislatif sampai dengan mendapat gelar bangsawan ini. Karena Dokter Beny berkeyakinan bahwa semua jabatan, pangkat maupun derajat yang didapatnya semua berasal dari Tuhan.

“Saya menilai bahwa apa yang saya dapatkan selama ini semuanya berasal dari Tuhan. Sehingga dalam berprilaku saya tetap berusaha untuk baik dan tetap menjaga diri dalam kehidupan sosial dan berinteraksi dengan siapapun. Sehingga budaya sopan santun tetap saya bawa dalam tindaj tanduk berkehidupan sosial yang saya jalani,” tukasnya lagi.

Dengan adanya gelar ini, dirinya juga memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya Jawa.

Tanggung jawab melestarikan budaya Jawa itu antara laib mengkolaborasikan antara bidang kesehatan dengan budaya Jawa. Yakni bagaimana melestarikan budaya Jawa supaya budaya ini tetap langgeng.

Baca Juga  Mudik Gratis ala Jasa Raharja Jatim 2025! 816 Pemudik Diangkut, Posko Siaga Hingga Pelosok Desa!

“Dalam melestarikan budaya Jawa tidak hanya sekedar menjaga tapi juga mengambil contoh dari Keraton Surakarta, bagaimana kita tetap menghormati orang tua karena mereka sangat luar biasa sungkemnya dan juga tatakrama nya,” pungkasnya.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • May Day 2026 Surabaya

    Cak Yebe: May Day 2026 Momentum Selaraskan Kebijakan Pusat dan Daerah Lindungi Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Tak ingin May Day 2026 berhenti pada selebrasi ataau seremonial, Cak Yebe mendorong momentum ini menjadi titik sambung antara pusat dan daerah. Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya itu menegaskan, setiap kebijakan ketenagakerjaan di Surabaya harus bernafaskan Asta Cita—cetak biru pembangunan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesejahteraan rakyat di garda depan. “May Day harus […]

  • Film Horor Petaka Gunung Gede di Bioskop Surabaya

    Jadwal Tayang Bioskop Surabaya, Kisah Nyata Misteri Pendakian dalam Film Petaka Gunung Gede

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film ini diadaptasi dari kisah nyata yang mengguncang, membawa penonton ke dalam pengalaman mistis yang dialami Maya dan Ita pada tahun 2007. Pendakian mereka yang semula bertujuan untuk menikmati keindahan alam Gunung Gede, berubah menjadi perjalanan mengerikan yang tak terduga. Arla Ailani dan Adzana Ashel berhasil memerankan karakter Maya dan Ita dengan sangat […]

  • Aturan wasit FIFA

    PSSI Asah Pemahaman Puluhan Jurnalis Soal Laws of The Game di Unesa

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Puluhan jurnalis di Surabaya dan sekitarnya mengikuti Workshop Laws of The Game yang digelar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Gedung FIKK Unesa, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini digelar untuk menyamakan persepsi terkait aturan perwasitan terkini demi meningkatkan kualitas pemberitaan sepak bola nasional. Workshop tersebut menghadirkan Ketua Komite […]

  • Muktamar NU 2026

    Bahrul Ulum Nyatakan Siap Penuh, Isu Muktamar NU Pindah ke Asrama Haji Sukolilo Masih Menguat

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Jombang, Ruang.co.id – Dua hari sebelum gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, sinyal ketidakpastian lokasi acara justru makin terasa. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sudah menyatakan diri siap penuh, tetapi kabar soal pergeseran venue ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, belum juga padam. Kabar itu kembali merebak pada Selasa (25/8/2026), tepat di H-2 pelaksanaan. Sumber yang ditemui […]

  • Kunjungan Pondok Pesantren Al Ikhlas

    Silaturahmi Santri Al Ikhlas Taliwang di Benteng Spiritual Surabaya

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebuah perjalanan tholabul ilmi atau mencari ilmu kembali mengantarkan keluarga besar Pondok Pesantren Al Ikhlas Taliwang NTB ke pelabuhan spiritual yang penuh berkah. Rombongan dari boarding school internasional itu bersilaturahmi ke Majelis Dzikir Thoriqoh Qhodriyah Naqsabandiyah (MDTQN) Benteng Suryalaya Surabaya, mengukuhkan sinergi antar lembaga Islam dalam bingkai ukhuwah pada 20 Desember 2025. Kunjungan […]

  • Pulau Aoshima penuh Kcing

    Pulau Aoshima: Surga Dunia Buat Pecinta Kucing!

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa nih di antara kamu yang suka banget sama kucing? Kalau iya, kayaknya kamu harus tahu tentang Aoshima, sebuah pulau kecil di Jepang yang dikenal sebagai “Pulau Kucing”. Yup, sesuai namanya, pulau ini dihuni lebih banyak kucing daripada manusia. Serius, ini bukan cuma surga bagi kucing, tapi juga tempat impian buat para […]

expand_less