Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Terkini » Bintang Politik dr Beny Raih Gelar KRA Berkat Budaya Santun dan Pengabdian Kesehatan

Bintang Politik dr Beny Raih Gelar KRA Berkat Budaya Santun dan Pengabdian Kesehatan

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Sebuah Gelar Kehormatan sebagai Bangsawan Jawa dari Keraton Surakarta Hadiningrat, disematkan kepada Anggota DPRD provinsi Jatim Dr dr Benjamin Kristianto M.Kes MARS. Ph.D. Politikus dari fraksi partai Gerindra itu mendapatkan gelar kebangsawanan yakni KRA yang merupakan kepanjangan dari Kanjeng Raden Arya ditambah Husododiningrat di nama belakangya.

Pengukuhan gelar kebangsawanan Santana Riya Nginggil Anom anom tersebut disematkan langsung oleh Dra Gusti Kanjeng Ratu ( GKR ) Koes Moertiyah Wandansari M.Pd di ruang Kesentanan keraton Surakarta Hadiningrat.

Setelah mendapat gelar tersebut, dokter Beny, panggilan akrab dr Benjamin Kristianto, berhak menyandang nama bangsawan Dr dr Kanjeng Raden Arya (KRA) Benjamin Kristianto Husododiningat M.Kes MARS.

Dr Beny mengatakan syukur dan terima kasih kepada keraton Surakarta Hadiningrat yang telah memberikan gelar kebangsawanan padanya.

Menurut dokter Beny, pihaknya mendapat gelar tersebut karena pihak keraton Surakarta Hadiningrat menilai dirinya mampu menjaga budaya sopan santun yang merupakan bagian dari ciri khas budaya Jawa dalam setiap aspek kehidupan yang dilakukannya baik sebagai politisi, maupun saat berprofezi sebagai dokter dalam melayani kesehatan masyarakat.

“Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari memberikan penghargaan ini karena menilai saya sebagai dokter dan juga politisi yang mampu menjaga dan mengimplementasikan budaya Jawa. Terutama budaya sopan santun selama menjalani kehidupan sebagai politisi maupun sebagai dokter,” terang dokter Beny.

Menurut Dokter Beny, di dalam kehidupan berpolitik, yang didalamnya penuh intrik dan sikut-sikutan, bisa dilaluinya dengan tetap bersikap santun dan low profile dengam tetap memegsng etika dalam berpolitik.

Demikian juga saat menjadi dokter, dalam melayani pasien dia mengutamakan pelayanan yang baik, ramah tamah, menyenangkan dan santun. Tidak merasa dibutuhkan sehingga bersifat arogan. Perilaku menjaga tata krama dan etika inilah yang menjadi dasar penilaian pihak keraton mengangkat dirinya mendapatkan gelar Kanjeng Raden Arya Tersebut.

Baca Juga  Bagikan Flayer Himbauan Ditlantas Polda Jatim Tertibkan Penggunaan Lajur Jalan Tol

Sedengkan gelar Husododiningrat disematkam karena pengabdian dokter Beny dalam bidang kesehatan.

“Husodo itu bahasa jawa yang artinya sehat. Makanya banyak rumah sakit yang memakai nam husada. Karena latar belakanh saya sebagai dokter maka disematkanlah nama Husododiningrat. Yang artinya gelar bangsawan di bidang kesehatan, ” tutur dokter Beny lagi.

Dokter Beny mengaku bahwa, dengan gelar ini dirinya tetap akan bersikap santun dan berperilaku baik sehingga menyenangkan semua orang.

“Dari dulu, sejak dari kecil saya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sopan santun, hormat kepada orang tua atau pimpinan, atau orang yang lebih tua. Saya juga menghargai anak muda. Saya selalu mengutamakan orang lain untuk berbicara, tanpa menyela. Kesopanan ini sudah turun temurun dari kakek nenek saya,” kata anggota komisi E DPRD provinsi Jatim ini.

Dokter Beny menambahkan, selama ini, dirinya selalu tulus dalam menjalankan semua tingkatan dalam kehidupannya. Baik itu ketika menjadi orang biasa, sebagai dokter maupun sebagai anggota Legislatif sampai dengan mendapat gelar bangsawan ini. Karena Dokter Beny berkeyakinan bahwa semua jabatan, pangkat maupun derajat yang didapatnya semua berasal dari Tuhan.

“Saya menilai bahwa apa yang saya dapatkan selama ini semuanya berasal dari Tuhan. Sehingga dalam berprilaku saya tetap berusaha untuk baik dan tetap menjaga diri dalam kehidupan sosial dan berinteraksi dengan siapapun. Sehingga budaya sopan santun tetap saya bawa dalam tindaj tanduk berkehidupan sosial yang saya jalani,” tukasnya lagi.

Dengan adanya gelar ini, dirinya juga memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya Jawa.

Tanggung jawab melestarikan budaya Jawa itu antara laib mengkolaborasikan antara bidang kesehatan dengan budaya Jawa. Yakni bagaimana melestarikan budaya Jawa supaya budaya ini tetap langgeng.

Baca Juga  Gelombang Serangan Siber di Indonesia: 1,6 Miliar Kasus Peretasan yang Mengancam Data Kita

“Dalam melestarikan budaya Jawa tidak hanya sekedar menjaga tapi juga mengambil contoh dari Keraton Surakarta, bagaimana kita tetap menghormati orang tua karena mereka sangat luar biasa sungkemnya dan juga tatakrama nya,” pungkasnya.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makna dan Hikmah Kurban dalam Perayaan Idul Adha: Pengorbanan, Ketaatan, dan Kepedulian Sosial

    Makna dan Hikmah Kurban dalam Perayaan Idul Adha: Pengorbanan, Ketaatan, dan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kurban, atau Hari Raya Idul Adha, adalah salah satu perayaan besar dalam agama Islam yang memiliki makna mendalam tentang ketaatan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah dan berlangsung selama empat hari. Dalam perayaan Idul Adha, umat Muslim melaksanakan salat Idul Adha di pagi hari […]

  • PPIH Embarkasi Surabaya 2025

    PPIH Embarkasi Surabaya Siap Kawal 36.457 Jemaah dengan Prinsip ‘Ramah Lansia & Disabilitas’

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Suasana khidmat mengisi Aula Musdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (25/4/2025), ketika 23 anggota Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya resmi dilantik. Acara yang dipimpin Asisten III Pemprov Jatim, Akhmad Jazuli ini, bukan sekadar formalitas. Ini adalah sinyal dimulainya misi besar: melayani 36.457 jemaah haji dari Jawa Timur, Bali, hingga NTT dengan […]

  • Kisah Cinta dan Konflik Ideologi Film “Kupu-Kupu Kertas” dari Bioskop ke Sorotan Penonton, Kenapa Sempat Turun Layar?

    Kisah Cinta dan Konflik Ideologi Film “Kupu-Kupu Kertas” dari Bioskop ke Sorotan Penonton, Kenapa Sempat Turun Layar?

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kupu-Kupu Kertas, film drama Indonesia tahun 2024 yang menghadirkan kisah cinta penuh intrik di tengah konflik ideologis tahun 1965. Disutradarai oleh Emil Heradi dan diproduksi oleh Denny Siregar Production serta Maxima Pictures. Film ini menghadirkan Amanda Manopo, Chicco Kurniawan, Ayu Laksmi, Iwa K hingga Reza Oktovian. Meskipun tayang perdana pada 7 Februari […]

  • Jalani Sidang Kontraktor Dwi Wantoro diduga Penipuan Renovasi Rumah

    Jalani Sidang Kontraktor Dwi Wantoro diduga Penipuan Renovasi Rumah

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Terdakwa atas dugaan penipuan terkait proyek renovasi rumah di kawasan Pakuwon City Surabaya. Dwi Wantoro menjalani persidangan di ruang tirta 2 dengan JPU Dwi Kusumawati dalam agenda keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya. Terdakwa diduga telah merugikan kliennya, Ria Winata, sebesar Rp 177.500.000. Kasus Penipuan Renovasi Rumah ini bermula ketika terdakwa, melalui […]

  • Minum air putih dapat kurangi risiko kanker

    Berapa Banyak Air Putih yang Harus Diminum Setiap Hari untuk Kesehatan? Yuk Simak Di Sini!

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernahkah Anda merasa seperti pohon kaktus yang kering di tengah gurun? Saya juga, terutama saat lupa minum air putih karena terlalu asyik bekerja. Padahal, tubuh kita lebih mirip tanaman hijau segar yang butuh air setiap hari untuk tetap hidup dan “berfoto” dengan baik di Instagram. Tetapi, pertanyaannya tetap sama: Berapa banyak air putih […]

  • Mahasiswa Umsida

    Mahasiswa Jadi Kunci Keterbukaan Informasi di Sidoarjo

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Di tengah era digital yang menuntut transparansi dan akuntabilitas tinggi, Dinas Kominfo Sidoarjo menggandeng Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) untuk mengenalkan tiga layanan unggulan, PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), SP4N-LAPOR, dan Call Center 112. Langkah ini bukan sekadar sosialisasi teknis, tapi sebuah gerakan bersama demi membangun budaya keterbukaan informasi yang inklusif dan […]

expand_less