Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Drama Medis di Sumenep: Laporan Otopsi Kontroversial yang Giring Kasus Kecelakaan ke Ranah Pidana

Drama Medis di Sumenep: Laporan Otopsi Kontroversial yang Giring Kasus Kecelakaan ke Ranah Pidana

  • account_circle Ruang M Andik
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Dunia kedokteran forensik Indonesia kembali diuji. Jerit ketidakadilan menggema dari keluarga korban kecelakaan maut di Sumenep yang menolak tegas laporan otopsi forensik penuh kejanggalan. Kuasa hukum keluarga korban, Moh. Waris, secara resmi melaporkan dr. Tutik Purwanti, dokter spesialis forensik RS Bhayangkara Surabaya, ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Jawa Timur. Laporan ini mengungkap potensi pelanggaran etik berat dalam penyusunan visum et repertum yang dinilai bertentangan dengan fakta lapangan dan berisiko menyesatkan proses peradilan. Selasa, (08/7/2025).

Awalnya, peristiwa ini hanyalah kasus kecelakaan lalu lintas biasa di Jalan Raya Desa Sergang, Kecamatan Batuputih. Pada 21 April 2025 pukul 06.30 WIB, Matwani bin Mosahran yang mengendarai sepeda motor bertabrakan dengan Hindun, seorang pengayuh sepeda pancal. Kedua korban dilarikan ke RSUD dr. H. Moh. Anwar dengan luka-luka. Namun, tujuh hari kemudian, Matwani meninggal dunia.

Polres Sumenep telah mencatat peristiwa ini sebagai kecelakaan biasa melalui LP/A/83/IV/2025. Anehnya, hanya berselang satu hari setelah laporan resmi itu terdaftar, muncul LP/B/197/IV/2025 yang mengubah wajah kasus menjadi dugaan penganiayaan. Perubahan mendadak ini memicu tanda tanya besar: Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?

Sulaisi Abdurrazaq, kuasa hukum keluarga korban, mengecam keras penggunaan terminologi hukum dalam kesimpulan medis dr. Tutik. “Kata ‘dipukul berkali-kali’ dan ‘pembunuhan’ adalah istilah hukum, bukan medis,” tegasnya. Padahal, kode etik kedokteran jelas melarang dokter membuat kesimpulan yang bersifat hukum.

Yang lebih mengejutkan, laporan otopsi tersebut menyatakan bahwa luka pada jenazah Matwani bukan akibat kecelakaan, melainkan karena tindak kekerasan. Kesimpulan ini langsung mengubah peta hukum dengan menjadikan Moh. Waris bin Sumahwan sebagai tersangka penganiayaan. Padahal, tidak ada satu pun saksi yang melihat adanya pemukulan sebelum kematian Matwani.

Baca Juga  Sidang Korupsi Pengadaan di Dinas Pendidikan Jatim Tahun 2017, Bongkar Jejak Alur Tender

Masalah lain yang memperkeruh situasi adalah terbatasnya akses terhadap dokumen otopsi. “Kami hanya diperlihatkan sepintas oleh penyidik, tidak diberikan salinan resmi,” ungkap Sulaisi. Ketidaktransparanan ini bertolak belakang dengan prinsip due process of law yang mensyaratkan keterbukaan informasi dalam proses peradilan.

Fakta di lapangan semakin memperkuat kecurigaan ketidaksesuaian laporan. Tidak ada saksi mata yang melihat kekerasan, sementara laporan polisi awal sudah menetapkan Matwani sebagai tersangka kecelakaan. Pertanyaan kritis muncul: Apakah laporan forensik ini benar-benar independen atau ada intervensi dari pihak tertentu?

Kuasa hukum korban menduga kuat adanya kontaminasi dalam penyusunan laporan. “Kami curiga ada pengaruh dari aparat agar kesimpulan medis mendukung narasi penyidikan tertentu,” tegas Sulaisi. Jika dugaan ini benar, praktik semacam ini merupakan tamparan keras bagi integritas penegakan hukum di Indonesia.

Atas dasar itu, keluarga korban mendesak MKEK IDI Jatim untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap laporan forensik tersebut. Mereka juga meminta evaluasi terhadap praktik kedokteran forensik agar tidak lagi menjadi alat untuk memutarbalikkan fakta. “Jika dibiarkan, masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada sistem peradilan dan profesi kedokteran,” pungkas Sulaisi.

  • Penulis: Ruang M Andik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tata Tertib UTBK-SNBT 2025

    UTBK-SNBT 2025 Panduan Lengkap Tata Tertib dan Trik Hindari Pelanggaran Fatal!

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025, memahami tata tertib Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) adalah langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Pelanggaran sekecil apa pun bisa berakibat fatal, mulai dari pengurangan nilai hingga diskualifikasi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang persiapan, aturan main, dan strategi untuk […]

  • Manfaat Aromaterapi untuk kesehatan

    10 Manfaat Aromaterapi untuk Hidup yang Lebih Sehat dan Bahagia

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Aromaterapi sering hanya sebagai cara untuk membuat ruangan terasa lebih nyaman dengan wangi yang menenangkan. Padahal, manfaat aromaterapi jauh lebih luas dari sekadar itu. Dari membantu mengatasi stres, meningkatkan fokus, hingga meredakan nyeri, terapi aroma telah banyak konsumsi sejak ribuan tahun lalu dalam berbagai budaya sebagai metode penyembuhan alami. (Surabaya, 02/02/2025) Banyak orang […]

  • Wakil Ketua DPD PDI-P Sidoarjo kritisi Outdoor Learning Sidoarjo

    Kecelakaan Maut Bus Brimob dalam Outdoor Learning SMAN 1 Porong: Pro-Kontra dan Kebijakan Pemerintah Sidoarjo

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan sebuah Bus Brimob yang mengangkut peserta Outdoor Learning (ODL) dari SMAN 1 Porong di KM 72-73 Tol Pandaan, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu, 1 Februari 2025, menjadi sorotan publik Sidoarjo. Kecelakaan ini menewaskan dua korban, yaitu sopir bus dan seorang siswa. Insiden ini memicu berbagai reaksi dan pro-kontra […]

  • Ilustrasi orang mengirim THR menggunakan QRIS dan dompet digital di smartphone.

    THR Lebaran Kekinian: Kirim THR Keponakan Pakai QRIS, Praktis dan Anti Ribet!

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Halo semuanya! Lebaran sebentar lagi nih, pasti udah pada siap-siap buat kasih THR kan? Nah, buat kalian yang punya banyak keponakan tapi males ribet ngasih uang cash, ada cara kekinian nih: kirim THR pakai QRIS atau dompet digital! Kenapa Harus Pakai QRIS atau Dompet Digital? Pada dasarnya, zaman sekarang itu sudah serba digital. […]

  • Jadwal Bioskop film Interstellar di Surabaya

    Jadwal Bioskop Film Interstellar di Surabaya, Jangan Lewatkan Petualangan Luar Angkasa Epik Ini!

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah ancaman kepunahan umat manusia akibat bencana alam dahsyat, Interstellar hadir sebagai film fiksi ilmiah yang memukau. Disutradarai oleh Christopher Nolan, film ini mengisahkan perjalanan Cooper, mantan pilot NASA yang kini menjadi petani, dalam misi menyelamatkan bumi. Bersama putrinya, Murph, Cooper menemukan petunjuk misterius yang membawanya kembali ke NASA. NASA memiliki misi […]

  • Fashion Show Surabaya

    Model Cilik Memukau di Ajang Fashion Show Surabaya Wadah Mengasah Bakat dan Mengejar Mimpi di Industri Fashion

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Panggung fashion show selalu identik dengan lenggak-lenggok para model berbakat. Namun, kali ini, yang tampil justru puluhan model cilik yang memukau dalam gelaran Fashion Show di Surabaya. Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah keterampilan dan rasa percaya diri, tetapi juga membuka peluang karir cemerlang di industri fashion. Tren Model Cilik di […]

expand_less