Breaking News
light_mode
Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Candi Dermo Menyala, Menguak Benang Merah Pusat Kerajaan Majapahit Ada di Sidoarjo yang Tak Padam

Candi Dermo Menyala, Menguak Benang Merah Pusat Kerajaan Majapahit Ada di Sidoarjo yang Tak Padam

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Di tengah sawah sunyi Dusun Dermo/ Dusun Santren, Desa Candinegoro, Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, bata merah tua peninggalan “Candi Dermo” masih tegar.

Bangunan kuno itu bukan hanya sisa sejarah, ia adalah denyut nadi masa lalu yang menolak padam.

Candi Dermo, diperkirakan dibangun pada akhir masa Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.

Hal ini didasarkan pada gaya arsitektur dan bahan penyusunnya, yang serupa alias sama dengan bangunan-bangunan era Majapahit, menggunakan bata merah besar dengan teknik susun rapi tanpa semen.

Hal itu termaktub dalam buku budayawan Suhartono, Agus (2018), Arkeologi Sidoarjo, Dari Candi ke Delta, Lembaga Budaya Jawa Timur, memuat tentang sejarah Candi Dermo.

Secara budaya, Candi Dermo termasuk dalam jejak arsitektur Majapahit di Sidoarjo, yang menunjukkan peralihan dari era Hindu-Buddha menuju pengaruh Islam.

Hal ini bisa dilihat dari struktur bata yang sederhana, menandakan masa-masa surutnya pembangunan candi megah.

Nama “Dermo” sendiri dipercaya berasal dari kata “Derma” atau “Dharma”, yang berarti kebajikan, amal, atau pengabdian.

Dalam tradisi lisan masyarakat sekitar, Candi Dermo dianggap sebagai tempat semedi seorang pertapa Majapahit yang disebut Mpu Dermo, seorang tokoh sakti yang meninggalkan kemegahan istana untuk mencari ketenangan batin.

Menurut cerita rakyat, Mpu Dermo melakukan pertapaan panjang di tempat ini dan mencapai moksa (lepas dari siklus kelahiran dan kematian).

Oleh karena itu, lokasi ini kemudian disucikan dan dibangunlah sebuah candi sebagai tanda penghormatan atas kebijaksanaannya.

Sebagian masyarakat juga meyakini bahwa Candi Dermo menjadi penanda spiritual terakhir Majapahit di wilayah delta Brantas, simbol akhir kejayaan dan awal perubahan zaman menuju kerajaan Islam di pesisir utara Jawa.

Baca Juga  Malam Puncak Kemerdekaan di Balongbendo, Tiga Singa Reog Ponorogo Pukau Ratusan Warga

Dalam kisah sejarah pula, Candi Dermo juga dikatakan sebagai bangunan candi penanda gerbang/ pintu masuk pusat keraton kerajaan Majapahit.

Data dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud (2023) menunjukkan, struktur Candi Dermo dibangun pada abad ke-14 Masehi dengan teknik bata merah khas Majapahit.

Di sekelilingnya ditemukan fragmen arca, yoni, dan saluran air suci, bukti kuat fungsi ritual spiritual pada masa itu.

Warga sekitar menyebut tempat ini sebagai “tanah tapabrata”, tempat pertapa Majapahit bernama Mpu Dermo mencapai moksa.

Kini, generasi muda Dermo mulai menghidupkan kembali warisan ini. Mereka membersihkan area situs setiap bulan dan menyiapkan festival budaya Majapahit tahun depan.

Candi Dermo bukan hanya tumpukan bata merah. Candi ini sebagai nyala abadi peradaban, pengingat bahwa sejarah tak pernah hilang, hanya menunggu generasi berani untuk menghidupkannya kembali.

Penelitian etno-astronomi dan analisis arah/ azimuth pada Candi Dermo menunjukkan, ada orientasi terukur pada struktur candi yang berkaitan dengan arah mata angin (kajian azimuth/ arahan kompas di lokasi). Ini memberi dasar bahwa arsitek kuno. Mungkin memperhitungkan arah mata angin saat membangun.

Beberapa artikel dan tugas ilmiah lokal mendapati konsep geometri dan pola bangunan, yang merefleksikan pemikiran ruang beraturan (susunan teras, fragmen di empat sisi), yang bisa diinterpretasikan sebagai penanda orientasi ke empat penjuru.

Ada variasi lain dalam penamaan lokasi di Desa Candinegoro, Dusun Santren / Dusun Dermo, dan data koordinat yang dipakai, konsistensi lokasi/koordinat menguatkan kekuatan klaim “Titik Nol” dengan pemetaan terintegrasi.

Dalam acara “Bincang Sejarah” di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Kelurahan Pucanganom, Kota Sidoarjo, Satriagama Rakantaseta, peneliti muda asal Sidoarjo telah membenarkan, di tengah – tengah titik pusat bangunan Candi Dermo, merupakan “Titik Nol” dari empat arah kutub, bukan di Yogyakarta.

Baca Juga  Sidoarjo Bentuk Satgas Terpadu, Premanisme dan Ormas Meresahkan Disikat Habis

“Pada bangunan fisik candi, terdapat empat pintu saling bersilang, dan keempat pintu itu mengarah pada arah mata angin kutub Utara, Selatan, Barat dan Timur, ujar Seta, sapaan akrabnya.

Hal ini terdapat indikasi kuat—dari kajian azimuth, studi geometri, dan narasi lokal—bahwa Candi Dermo memiliki relasi yang signifikan dengan arah mata angin dan fungsi ruang ritual.

Seta menyatakan secara tegas bahwa, “Titik Nol dari Empat Penjuru” meyakini klaim tersebut, secara tetap hipotesis penelitiannya, dengan menggunakan metode pendekatan studi Geologis dan Geografis.

Bahkan, dalam keyakinannya pula, dari Candi Dermo merupakan sebuah benang merah yang menguak sejarah penting, bahwa pusat Keraton Kerajaan Majapahit berada di kawasan Krian, Sidoarjo, bukan di Trowulan, Mojokerto.

“Dari studi penelitian saya dengan pendekatan geografis dan geologis, memang di kawasan Krian, ada sumber yang kuat pula, di Kec. Balongbendo, Tarik dan sekitarnya, Merupakan bagian dalam pusat peradaban Kerajaan Majapahit. Meski saat ini masih belum ditemukan satu situs-pun sebagai artefak ilmu arkeologi sebagai peninggalan warisan kerajaan Majapahit,” ungkap Seta.

Ia menerangkan, “Tapi saya sangat meyakini ada chapter kisah sejarah yang lost (hilang/ lepas) sepertinya terkesan disengaja, tentang penanda lokasi pusat Kerajaan Majapahit. Nanti saya akan melaunching buku saya dan kita bedah bersama, Pusat Keraton Modjopait The Lost Majapahit Important Chapter”.

Dalam keyakinan penelitian Seta, yang juga mengaku hasil penelitiannya itu di dukung oleh Dinas Kepurbakalaan Prov. Jatim dan Sidoarjo, bahwa dari terkuaknya Candi Dermo yang membuktikan tentang peradaban Kerajaan Majapahit masa lampau benar – benar ada di Sidoarjo.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Talkshow Nyaman Bersama Tolak Kekerasan dilaksanakan oleh Tim Satgas PPKS PENS (c) Istimewa

    Satgas PPKS PENS Gelar Talkshow Edukatif “Nyaman Bersama Tolak Kekerasan”

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id– Satu gebrakan baru dihadirkan oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan nyaman. Satgas PPKS PENS resmi memulai Bulan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) tahun 2025, yang diawali dengan talkshow bertajuk “Nyaman Bersama Tolak Kekerasan” pada Kamis (12/06). Saya ikut hadir dan menyaksikan langsung bagaimana talkshow […]

  • manfaat arnika untuk rambut

    Arnika: Rahasia Kuno Pengusir Ketombe & Penyubur Rambut yang Terlupakan

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah maraknya produk perawatan rambut berbahan kimia, ternyata arnika (Arnica montana)—si bunga kuning dari pegunungan Eropa—menyimpan potensi ajaib untuk mengatasi ketombe membandel hingga rambut rontok. Meski kurang populer dibanding lidah buaya atau minyak argan, ekstrak arnika telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional. Apa saja bukti ilmiah di balik klaim ini? Mari […]

  • Katak dapat berubah warna kulit

    Rahasia Kulit Katak yang Bisa Berubah Warna Sesuai Lingkungannya untuk Bertahan Hidup

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Katak, meski kecil dan sering dianggap remeh, ternyata menyimpan kemampuan luar biasa. Salah satunya adalah kemampuan kulit mereka yang bisa berubah warna untuk beradaptasi dengan lingkungan. Yup, kamu nggak salah baca! Hewan amfibi ini punya trik survival yang super keren, dan tentu saja, bikin para ilmuwan terus penasaran. Rahasia di Balik Kulit […]

  • Seleksi Petugas Haji 2025

    Seleksi Petugas Haji 2025, Profesionalisme Tanpa Titipan

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochammad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan haji terbaik bagi jemaah pada 1446H/2025M. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seleksi Tahap II Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (5/12/2024). “Penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, […]

  • Jadwal Film The Last Supper di Bioskop Surabaya

    Jadwal Tayang Film The Last Supper di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – “The Last Supper” merupakan film drama alkitabiah yang mengisahkan momen perjamuan terakhir Yesus Kristus bersama kedua belas muridnya sebelum penyaliban. Film ini tidak hanya berfokus pada peristiwa bersejarah tersebut, tetapi juga menggali lebih dalam gejolak emosional dan keraguan yang dialami para murid menjelang akhir hidup Yesus. Disutradarai oleh Mauro Borrelli, film ini menampilkan […]

  • Cuka apel untuk diet

    Penasaran dengan Manfaat Cuka Apel untuk Diet? Simak Ulasan Lengkapnya!

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernah dengar mitos kalau minum cuka apel setiap hari bisa bikin badan langsing? Minuman asam ini memang lagi hits banget di kalangan mereka yang lagi gencar-gencarnya ngurusin berat badan. Tapi, benarkah cuka apel semengerikan itu dalam membakar lemak? Yuk, kita bedah bareng fakta-faktanya! Cuka apel, yang terbuat dari fermentasi sari apel, memang […]

expand_less