Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pendidikan » Jejak Kejayaan Kerajaan Maritim Sriwijaya di Nusantara

Jejak Kejayaan Kerajaan Maritim Sriwijaya di Nusantara

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berdiri sekitar abad ke-7 M di wilayah Sumatra, tepatnya di sekitar Palembang. Kerajaan ini terkenal sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara. Nama “Sriwijaya” berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti “kemenangan yang cemerlang.”

Sriwijaya mulai dikenal dari prasasti-prasasti kuno, seperti Prasasti Kedukan Bukit (682 M), yang menyebut seorang raja bernama Dapunta Hyang. Prasasti lain, seperti Talang Tuo, menunjukkan bahwa Sriwijaya berkembang dalam bidang agrikultur dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Prasasti Telaga Batu mengungkapkan sistem pemerintahan yang teratur.

Peran Maritim

Lokasi strategis Sriwijaya di Selat Malaka memungkinkan kerajaan ini menguasai jalur perdagangan antara India dan Tiongkok. Sriwijaya juga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha, dengan pendeta terkenal dari Tiongkok, I-Tsing, belajar di sana pada abad ke-7.

Pada masa puncaknya, Sriwijaya menguasai wilayah luas, termasuk Sumatra, Jawa Barat, dan Semenanjung Malaya. Hubungan diplomatik dengan kerajaan besar seperti Tiongkok dan India menguatkan posisi Sriwijaya sebagai pusat perdagangan dan agama Buddha.

Ilustrasi Kerajaan Sriwijaya

Kemunduran dan Keruntuhan

Kerajaan ini mulai melemah setelah serangan dari Kerajaan Chola (India) pada abad ke-11, serta munculnya kerajaan-kerajaan baru seperti Singasari dan Majapahit di Jawa. Akhirnya, Sriwijaya kehilangan pengaruh dan runtuh.

Warisan Sriwijaya masih terlihat dari peninggalan arkeologis, seperti prasasti dan candi, serta jejak pengaruhnya dalam penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara.

Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berjaya sebagai pusat perdagangan dan agama Buddha di Asia Tenggara. Meskipun runtuh, pengaruhnya tetap hidup dalam sejarah dan budaya kawasan tersebut.

Baca Juga  Inovasi Mahasiswa ITS Surabaya: Prototipe Gedung Tahan Gempa Berkonsep Eco-Quake
  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah olahraga padel

    Membumi Bersama Padel: Dari Lahan Sempit Meksiko ke Olahraga Massal Indonesia

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Muhammad Ali Affandi Wakil Ketua I KONI Jawa Timur Ruang.co.id – Sebagai Wakil Ketua KONI Jawa Timur, saya sering ditanya soal tren olahraga baru yang mulai populer di Indonesia, salah satunya padel. Bagi sebagian orang, padel tampak seperti olahraga eksklusif, hanya bisa dimainkan oleh kalangan tertentu di lapangan-lapangan modern dengan biaya sewa yang relatif tinggi. […]

  • Kritik JKSN terhadap Trans7

    Benteng Moral Pesantren Terluka oleh Trans7, Ini Sikap Tegas JKSN

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jaringan Kyai Santri Nasional atau JKSN melayangkan kritik tegas terhadap salah satu tayangan di Media Trans7 yang dinilai telah menyudutkan pesantren. Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, selaku Ketua Umum JKSN, secara resmi menyampaikan kecaman keras ini selama kunjungan kerjanya ke Pesantren Amanatul Ummah Humbangraya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Menurutnya, tayangan tersebut […]

  • Polemik festival Reog Ponorogo

    Polemik Kyai Lodra Guncang Festival Reog Nasional 2026, Ini Penjelasan Ketua Dewan Jurinya  

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Festival Nasional Reog Ponorogo atau FNRP XXXI yang belum lama digelar tahun ini, masih menyisakan polemik. Kemenangan kelompok Kyai Lodra sebagai juara 1 (Penyaji terbaik), masih menjadi perbincangan dan menuai sorotan publik, dan memunculkan pertanyaan serius tentang integritas penjurian. Pekan kemarin di Surabaya, Sukatno, S.Sn., MM., Ketua Dewan Juri FNRP XXXI, menegaskan, “Dalam […]

  • diskusi Subandi dengan pemuda Sidoarjo

    Bertemu Aktivis Milenial, Subandi Usung Smart City dan Reformasi Birokrasi

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 2Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Calon Bupati Sidoarjo nomor urut 1, Subandi, menggelar diskusi hangat bersama puluhan pemuda milenial di sebuah kafe kawasan Lingkar Timur, Sidoarjo, pada Selasa malam (12/11). Dalam suasana santai dengan dekorasi kafe bernuansa Jawa klasik, Subandi berdialog dengan perwakilan berbagai komunitas pemuda Sidoarjo yang aktif di bidang olahraga, lingkungan, UMKM, dan pariwisata. Diskusi […]

  • Program PPG PAI 2025

    PPG PAI di Sekolah Program Pendidikan Profesi Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Islam

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah terus menjadi fokus utama Kementerian Agama (Kemenag). Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memastikan bahwa program ini akan terus berjalan untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama Islam di seluruh Indonesia. Program PPG PAI: Sarana Meningkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Pendidikan Agama Islam di […]

  • Apa itu minuman kombucha

    Apa Itu Kombucha? Minuman Fermentasi dengan Segudang Kandungan Nutrisi

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kombucha semakin populer sebagai salah satu minuman sehat di kalangan pecinta gaya hidup sehat. Namun, apa itu kombucha sebenarnya? Kombucha adalah minuman teh fermentasi yang memiliki rasa asam manis menyegarkan dan kaya akan manfaat kesehatan. Minuman kombucha ini dikenal berasal dari Tiongkok ribuan tahun yang lalu dan sejak itu menyebar ke berbagai […]

expand_less