Rektor Unusa Buka PKKMB 2026 Tekankan Kerja Keras Soft Skill dan Adab
- account_circle Mascim
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono buka PKKMB 2026 dengan pesan tegas agar mahasiswa baru membangun kerja keras, soft skill, dan adab demi masa depan berdampak nyata. (Humas Unusa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya resmi memulai rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru tahun 2026. Momen tersebut ditandai langsung oleh kehadiran Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, yang memberikan penekanan kuat pada tiga bekal utama: kerja keras, soft skill, dan adab.
Acara pembukaan berlangsung di Kampus B Unusa pada Senin (31/8). PKKMB kali ini membawa dua tema yang saling berkaitan, yaitu “Level Up Our Future” dan “Gear Up for Impact”. Keduanya dipilih untuk mengingatkan mahasiswa baru bahwa dunia kampus bukan hanya soal nilai akademik.
Di hadapan para mahasiswa baru, Prof. Tri Yogi menyampaikan bahwa perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa menuntut cara berpikir yang berbeda. Ia menyebut kata ‘maha’ yang melekat pada diri mahasiswa memiliki konsekuensi besar. “Mulai hari ini, status kalian bukan lagi siswa, tetapi mahasiswa. Ada kata ‘maha’ di depan nama kalian, yang artinya cara berpikir, tanggung jawab, dan kedewasaan kalian harus naik kelas,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Menurutnya, kecerdasan akademik semata tidak cukup untuk membawa mahasiswa menyelesaikan pendidikan dengan baik. Banyak mahasiswa dengan kemampuan intelektual tinggi justru gagal karena kurang disiplin. Sebaliknya, mahasiswa dengan kemampuan biasa namun rajin dan pantang menyerah sering kali mampu melampaui ekspektasi. “Mahasiswa yang pintar tetapi malas sering kali gagal di tengah jalan dan terlambat lulus. Sebaliknya, mahasiswa yang mungkin kemampuannya biasa saja, tetapi memiliki mental kerja keras, rajin, disiplin, dan pantang menyerah, mereka yang akan berhasil menaikkan kualitas dirinya,” tegasnya.
Bukan Hanya soal IPK
Rektor Unusa juga mengingatkan para mahasiswa baru agar tidak terpaku mengejar IPK tinggi tanpa mengasah kemampuan lain. Dunia yang berubah cepat menuntut lulusan memiliki kompetensi komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Kompetensi semacam itu tidak mungkin tumbuh jika mahasiswa hanya duduk diam di ruang kuliah.
Ia mendorong mahasiswa baru untuk aktif di organisasi kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), pengabdian masyarakat, serta proyek inovasi. “Soft skills seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, berpikir kritis, dan kemampuan menyelesaikan masalah tidak akan kalian dapatkan jika hanya duduk diam mendengarkan dosen di dalam kelas,” katanya.
Keterlibatan di luar kelas itu, menurut Prof. Tri Yogi, menjadi bagian dari proses membentuk kepemimpinan. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal ketika mahasiswa masuk dunia profesional maupun saat hidup langsung di tengah masyarakat.
Enam Pilar Karakter
Di sisi lain, Rektor Unusa menilai kecerdasan dan keterampilan tidak berarti banyak tanpa adab. Era teknologi yang serba cepat justru membutuhkan manusia yang punya integritas dan empati. Ia menegaskan mahasiswa Unusa tidak hanya dicetak untuk menjadi pintar, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang baik.
Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan enam pilar karakter yang harus dipegang mahasiswa Unusa. Keenamnya adalah integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama. Nilai-nilai tersebut disebut sebagai bagian dari karakter Rahmatan lil ‘Alamin yang menjadi landasan kampus.
“Kepintaran kalian tidak akan ada gunanya jika kalian miskin adab. IPK 4,00 kalian akan menjadi lembaran kertas tidak berharga jika kalian kehilangan rasa hormat pada kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Rektor, tema “Level Up Our Future” dan “Gear Up for Impact” bukan sekadar slogan. Level up berarti mahasiswa meningkatkan kapasitas diri, sedangkan gear up berarti mempersiapkan seluruh bekal agar mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan.
Ia juga menyelipkan pesan personal kepada mahasiswa baru untuk selalu menghargai pengorbanan orang tua. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap kerja keras dan doa orang tua yang telah mengantar mereka ke perguruan tinggi.
Prof. Tri Yogi berharap mahasiswa baru Unusa 2026 memanfaatkan masa kuliah dari semester awal untuk membangun kebiasaan positif. Mulai dari disiplin belajar, aktif berorganisasi, mengasah kompetensi, hingga memperkuat karakter. “Jangan pernah sia-siakan air mata dan keringat orang tua kalian,” pesannya menutup sambutan.
- Penulis: Mascim

