Unusa Perkuat Riset Perkembangan Otak Janin Bersama University of Manchester
- account_circle Mascim
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Unusa menggandeng pakar University of Manchester, Prof. Delvac Oceandy, dalam riset infeksi dan perkembangan saraf janin untuk deteksi dini gangguan neurologis sejak dalam kandungan. (Dok Humas Unusa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menggandeng pakar Molecular Cardiovascular Sciences dari University of Manchester, Prof. Delvac Oceandy, MD., PhD., untuk memperkuat riset perkembangan otak manusia sejak dalam rahim. Inisiasi kolaborasi internasional ini mengemuka dalam International Guest Lecture bertema “Research Frontiers in Infection and Fetal Neurodevelopment” di Kampus Unusa, Senin (10/8).
Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menegaskan bahwa kerja sama strategis ini menjadi fondasi penting untuk mengarahkan riset Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi yang baru dibuka. Menurutnya, penelitian mengenai infeksi dan dampaknya terhadap saraf janin memerlukan konvergensi multidisiplin yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. “PPDS Obstetri dan Ginekologi Unusa akan menjadi pusat riset perkembangan otak manusia sejak dalam kandungan,” ujarnya.
Prof. Tri Yogi yang memiliki latar belakang sebagai insinyur menekankan pentingnya perpaduan ilmu kedokteran dan teknologi. Ia menilai, pemetaan jaringan otak manusia oleh dokter harus bersinergi dengan kemampuan insinyur dalam memetakan konektivitas sistem. “Jika dokter memetakan otak manusia, insinyur memetakan jaringan yang menghubungkan dunia. Hari ini, kedua dunia ini harus bersatu,” tegasnya. Kolaborasi lintas disiplin itu dinilai mampu mendorong lahirnya solusi deteksi dini yang lebih presisi melalui kecerdasan buatan serta teknik biomedis.
Dalam forum yang sama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unusa, Prof. Dr. dr. Hermanto Tri Joewono, Sp.Og., Subsp.KSM., memaparkan gagasan pembentukan Pusat Studi Perkembangan Otak dan Kapasitas Kognitif Sejak dalam Rahim. “Pembangunan kualitas manusia tidak dimulai saat anak masuk sekolah, melainkan sejak masa prakonsepsi dan kehidupan dalam kandungan. Pusat studi ini akan menjadi wadah riset multidisiplin yang mengintegrasikan nutrisi, kesehatan ibu, hingga tumbuh kembang saraf anak,” paparnya.
Prof. Delvac Oceandy membekali peserta dengan metodologi riset berdasarkan pengalaman hampir tiga dekade. Ia menyoroti lima pilar krusial, yakni fokus riset, kreativitas, kolaborasi, mentorship, serta integritas. Keahliannya di bidang biologi molekuler diharapkan mampu memperkuat kapasitas laboratorium Unusa, membuka peluang pendampingan peneliti muda, serta mendorong publikasi ilmiah bersama di tingkat global.
Kolaborasi ini diarahkan agar terus berkembang melampaui forum pertukaran pengetahuan. Unusa berkomitmen mengambil peran dalam upaya pencegahan gangguan neurologis sejak dini. “Jangan hanya mendengarkan secara pasif. Pandanglah tantangan neurologis ini sebagai panggilan untuk berkontribusi pada deteksi dini dan pencegahan,” pungkas Prof. Tri Yogi menutup acara.
- Penulis: Mascim
