Mahasiswa Unusa Manfaatkan Limbah Kulit Buah Jadi SMARTFOAM Pembersih Sepatu
- account_circle Mascim
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Lima mahasiswa Unusa mengembangkan SMARTFOAM, pembersih sepatu berbusa berbasis eco-enzyme dari limbah kulit buah. (Dok Humas Unusa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Poin Utama:
- Lima mahasiswa Unusa mengembangkan SMARTFOAM, pembersih sepatu berbusa berbasis eco-enzyme dari limbah kulit buah.
- Baroatus Silmi dan tim PKM-K Unusa dibimbing Dr. Rudi Umar Susanto.
- Uji laboratorium menunjukkan daya hambat 25,5 milimeter terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Ruang.co.id – Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengembangkan SMARTFOAM, pembersih sepatu berbentuk busa berbasis eco-enzyme dari limbah kulit buah. Inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) ini dirancang tanpa air. Tim beranggotakan Baroatus Silmi, Dhurrotun Nafisah, Naily Zakiyatul K, Sania ‘Ainiyati, dan Ahda Dini Salsabila, dibimbing Dr. Rudi Umar Susanto.
Ketua tim, Baroatus Silmi, mengatakan ide berangkat dari kebutuhan produk perawatan sepatu yang praktis dan kepedulian terhadap limbah organik. “Melalui SMARTFOAM, kami ingin menghadirkan solusi pembersih sepatu yang praktis tanpa penggunaan air sekaligus memanfaatkan limbah kulit buah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna,” ujarnya di Surabaya.
SMARTFOAM memanfaatkan eco-enzyme hasil olahan limbah kulit buah. Bahan itu diformulasikan dengan methyl ester sulfonate, air, NaCl, dan essential oil. Uji laboratorium menunjukkan daya hambat 25,5 milimeter terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pengembangan dilakukan lewat survei pasar, pengumpulan limbah, pembuatan eco-enzyme, formulasi, uji lab, produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
Produk menyasar mahasiswa, pelajar, pekerja, komunitas pencinta sepatu, dan masyarakat urban. Pemasaran dilakukan melalui bazar, car free day di Taman Bungkul Surabaya, lingkungan kampus, media sosial, dan e-commerce. Pemanfaatan eco-enzyme juga menjadi bagian penerapan prinsip zero waste.
Tim berencana menyempurnakan produk melalui varian aroma, kemasan travel size, serta perluasan kerja sama dengan pemasok bahan baku. “Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan komunitas pencinta sepatu dan komunitas lingkungan agar manfaat inovasi ini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” tambah Baroatus.
Bagi tim, SMARTFOAM diharapkan tidak berhenti sebagai produk PKM. Limbah kulit buah yang semula dibuang diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomi.
- Penulis: Mascim

