Breaking News
light_mode
Selasa, 11 Agustus 2026
Beranda » Terkini » Polemik Kyai Lodra Guncang Festival Reog Nasional 2026, Ini Penjelasan Ketua Dewan Jurinya  

Polemik Kyai Lodra Guncang Festival Reog Nasional 2026, Ini Penjelasan Ketua Dewan Jurinya  

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.idFestival Nasional Reog Ponorogo atau FNRP XXXI yang belum lama digelar tahun ini, masih menyisakan polemik. Kemenangan kelompok Kyai Lodra sebagai juara 1 (Penyaji terbaik), masih menjadi perbincangan dan menuai sorotan publik, dan memunculkan pertanyaan serius tentang integritas penjurian.

Pekan kemarin di Surabaya, Sukatno, S.Sn., MM., Ketua Dewan Juri FNRP XXXI, menegaskan, “Dalam sebuah kompetisi, hasil penilaian tidak selalu memuaskan semua pihak. Apalagi jika muncul indikasi mencurigakan, itu menambah runyam.”

Ia menambahkan bahwa tingkat kompetisi sangat ketat. “Formulanya tetap Reog Ponorogo. Semua peserta sudah ahli, sehingga mencari kekuatan masing-masing tidak mudah,” ujar Budayawan senior, yang juga mantan Kepala Anjungan Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah.

Kriteria penilaian sebenarnya sudah jelas. “Kepenarian mencakup wiraga, wirama, dan wirasa. Lalu aspek koreografi menilai kreativitas, komposisi, dramatika, serta pengolahan ruang,” jelas mantan Kepala Taman Budaya Jawa Timur ini.

Namun, kesalahan kecil hampir selalu terjadi. “Trouble kecil itu ada di semua kelompok. Selama tidak mengganggu artistik, masih bisa ditoleransi,” katanya.

Meski begitu, dugaan lobi tetap mencuat. “Saya pernah diminta untuk meninjau latihan atau diberi video proses. Tapi saya menolak. Itu bagian dari standar etik saya,” tegasnya lagi.

Ia mengakui pernah dirayu untuk kembali menjadi juri setelah sempat menolak. “Tahun lalu saya sudah off, tapi tahun ini diminta lagi. Saya tidak mengharapkan dinamika dramatis seperti ini,” ungkapnya.

Masyarakat pun mempertanyakan hasil akhir. “Ada yang menilai Kyai Lodra layak juara, ada yang tidak. Sistem ranking kumulatif menentukan pemenang. Walau satu juri memberi ranking tertinggi, jika totalnya lebih besar, posisinya tetap di bawah,” jelasnya kembali.

Harapan ke depan, menurutnya, adalah evaluasi menyeluruh. “Juri harus dipilih karena kemampuan dan integritas. Kadang ada yang tahan godaan, kadang tidak. Itu dinamika yang harus diantisipasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya independensi. “Sejak awal saya bersedia jadi juri dengan syarat tidak ada intervensi. Kalau ada, saya lebih baik pulang,” tegasnya.

Pungkas Sukatno budayawan senior, polemik ini menjadi refleksi bagi semua pihak. Penyelenggara dituntut menjaga transparansi, sementara juri juga harus konsisten menjaga etika. Agar harapan publik atas festival budaya terbesar Ponorogo, tetap menjadi ajang prestasi, bukan kontroversi.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Xiaomi A27Ui 4K monitor

    Xiaomi A27Ui 4K Monitor Meluncur Global USB Hub 90W & Akurasi Warna Cinematic untuk Kreator!

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi para kreator yang mengutamakan akurasi warna dan kenyamanan kerja, Xiaomi baru saja menghadirkan solusi menarik melalui A27Ui 4K monitor. Monitor ini tidak hanya menawarkan resolusi ultra HD, tetapi juga dibekali dengan USB hub berdaya 90W dan teknologi perlindungan mata yang sudah tersertifikasi TÜV. Dengan harga yang diprediksi bersaing, produk ini siap menjadi […]

  • Eri Cahyadi Ajak Kerja Sama Surabaya-Bangkalan

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Dorong Integrasi dan Kerja Sama dengan Bupati Bangkalan untuk Kesejahteraan Regional

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pembangunan regional tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Hal inilah yang ditekankan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan periode 2025-2030. Didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Eri Cahyadi menyoroti pentingnya integrasi dan kerja sama antara Surabaya dan Bangkalan, terutama dalam sektor pangan dan pariwisata. Kolaborasi […]

  • OJK Kasus Perbankan

    OJK dan Bareskrim Tangkap Tersangka Kasus Perbankan BPR Malang Jawa Timur

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri, mengamankan tersangka dugaan tindak pidana perbankan di PT BPR DCN Malang. Pengungkapan ini, melalui operasi gabungan yang berhasil menangkap pelaku, setelah mangkir dari pemeriksaan di Jakarta (26/3/2026). Proses hukum ini, penting bagi perlindungan nasabah dan industri keuangan, kepada publik dan pemangku kepentingan, berlangsung di Jakarta dan […]

  • Dapur Umum SPPG Sidoarjo

    Pemkab Sidoarjo Resmikan Dapur SPPG Magersari, Pulihkan Gizi Anak di Sidoarjo

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meresmikan Dapur Umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Kelurahan Magersari pada Senin, 25 Agustus 2025. Layanan ini menyediakan sekitar 4.000 paket makanan bergizi setiap harinya untuk siswa SD, SMP, dan TK di enam sekolah di kawasan Magersari. Sebuah langkah konkret dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta […]

  • Muswil FK KBIHU Jatim peran strategis KBIHU

    Muswil Ke-2 DPW FK KBIHU Jatim: Meningkatkan Peran Strategis KBIHU

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-2 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (FK KBIHU) Jawa Timur sukses digelar di Hotel Wyndham, Surabaya. Mengusung tema “Penguatan Posisi dan Peran KBIHU Sebagai Mitra Pemerintah dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh”, kegiatan ini dihadiri oleh 36 DPD FK KBIHU se-Jawa Timur […]

  • Sejarah Kalender Masehi

    Sejarah Kalender Masehi: Dari Julius Caesar ke Era Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bicara soal kalender Masehi, kamu harus tahu kalau sistem ini punya akar yang dalam banget di masa lalu, tepatnya di Romawi Kuno. Sebelum ada kalender seperti sekarang, bangsa Romawi menggunakan kalender yang disebut Kalender Romulus. Kalender ini cuma punya 10 bulan dan dimulai dari bulan Maret, lho. Iya, nggak ada Januari atau […]

expand_less