Gempita MPLS Sisakan Polemik Bangku Hilang, Lonjakan Misterius Pagu Domisili dan Jalur Prestasi SMPN di Sidoarjo 2026
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Dibalik MPLS ada kuota SMPN Sidoarjo jalur domisili dan prestasi, bangku hilang misterius, pertanyakan transparansi praktik terselubung. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – MPLS untuk sekolah dari TK hingga SMA/ SMK Negeri di Sidoarjo, serempak berlangsung mulai Senin (13/7/2026) hingga 5 hari ke depan.
Namun sebelumnya, proses SPMB di Sidoarjo, terutama jenjang SMPN tahun ajaran 2026/2027, masih menyisakan polemik yang belum tuntas dan semakin tajam.
Data resmi yang tercecer di luar lingkungan dinas terkait, menunjukkan ketidakcocokan mencolok antara kuota awal dan realisasi di aplikasi.
Dinas Pendidikan Sidoarjo saat sosialisasi menetapkan 14.472 kursi. Namun, saat sistem dikunci, jumlah menyusut menjadi 13.480 bangku. Ada 992 bangku hilang tanpa penjelasan resmi.
Di jalur domisili, justru terjadi lonjakan penerimaan hingga 835 kursi tambahan. Fenomena ini menimbulkan dugaan adanya praktik “bangkos” atau bangku kosong, maupun titipan siswa, menjelang MPLS.
Sementara dugaan kuat terendus perubahan kuota tersebut, dilakukan diam-diam tanpa SK resmi.
SMPN 1 Gedangan misalnya, memiliki 322 siswa baru dengan sembilan rombel (rombongan belajar). Per rombel diisi 36 siswa, melampaui aturan dari Permendikdasmen maksimal 32 siswa.
“Kalau jumlah keseluruhan siswa baru SMPN saya tidak hafal, harus buka data. Kalau untuk SMP Negeri 1 Gedangan khusus di sini ada 322 siswa. Ada sembilan rombel, per rombelnya 36. Tapi tidak penuh,” ujar Dr. Netti Lastiningsih,M.Pd, Plt. Kadindikbud Sidoarjo, usai membuka MPLS di SMPN 1 Punggul, Senin pagi (13/6/2026).
Kepala SMPN 1 Punggul, Aris Setyawan, membenarkan demikian, mengakui adanya penambahan. “Per rombelnya harusnya 32. Namun kami mengusulkan penambahan pagu karena luaran SD dan MI. Setelah verifikasi, masuk sistem jadi 36 siswa per kelas,” ujarnya.
Tak hanya jalur domisili, jalur prestasi juga memunculkan polemik. Berdasarkan data lapangan, beberapa SMPN menerima siswa jalur prestasi melebihi kapasitas.
Data resmi menunjukkan jalur prestasi SMP Negeri Sidoarjo tahun ajaran 2026/2027 menampung sekitar 30% dari total kuota penerimaan siswa baru, yakni lebih dari 4.300 kursi.
Namun, sejumlah sekolah menerima siswa jalur prestasi melebihi kapasitas rombel, sehingga menimbulkan polemik transparansi dan dugaan praktik titipan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius. Apakah sekolah dipaksa menambah kelas baru atau mengisi rombel melebihi aturan?.
Lagi – lagi fakta di lapangan menunjukkan ketidaksinkronan antara data aplikasi dan jumlah siswa riil.
- Penulis: Ruang Nurudin

