Breaking News
light_mode
Minggu, 28 Juni 2026

Hadapi Tantangan Global, Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

  • account_circle Mascim
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) bersamaan dengan pembukaan Program Magister Manajemen dalam rangkaian Dies Natalis ke-13, Jumat (26/6). Peluncuran ini menjadi penanda integrasi kekuatan Unusa di bidang kesehatan dengan ilmu manajemen modern.

Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono, menyampaikan bahwa pembentukan SMKB merupakan respons terhadap tantangan global yang semakin kompleks di sektor kesehatan dan lingkungan.

“Ukuran keberhasilan sebuah organisasi kini tidak lagi hanya ditentukan oleh keuntungan finansial, tetapi juga oleh kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Di Unusa, keberlanjutan merupakan penerjemahan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum sains modern,” ujar Prof Tri Yogi.

Program Magister Manajemen Unusa mengusung dua pilar utama kurikulum. Pilar pertama mencakup penguasaan manajemen modern secara komprehensif meliputi pemasaran, keuangan, operasi, rantai pasok, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pilar kedua berfokus pada penguatan kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan berbasis bukti yang dipadukan dengan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs).

“Lulusan MM Unusa akan mampu merancang strategi bisnis yang menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memenuhi prinsip tata kelola baik, berorientasi lingkungan, dan memberikan dampak sosial nyata. Kami ingin melahirkan manajer rumah sakit, pemimpin industri kesehatan, dan birokrat yang mengelola sumber daya demi kemaslahatan masyarakat,” jelasnya.

Peluncuran ini semakin relevan dengan capaian Unusa dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025 yang menempatkan universitas tersebut di peringkat ke-86 dunia dan peringkat ketiga Indonesia untuk SDG 3 bidang Good Health and Well-being.

Dekan SMKB, Dr Handayani, dr., M.Kes, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum Magister Manajemen dengan menghadirkan pengurus pusat Asosiasi Magister Manajemen Indonesia (AMMI), Prof Werner R Murhadi.

“Melalui SMKB kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin masa depan dengan perspektif global, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” ujar Dr Handayani.

Lokakarya tersebut merumuskan kurikulum adaptif terhadap kebutuhan industri global, transformasi digital, ekonomi sirkular, dan prinsip keberlanjutan. Seminar internasional turut digelar dengan menghadirkan Prof Amrit Thapa dari University of Pennsylvania dan Dr Wardah Alkatiri yang membahas implementasi keberlanjutan dalam tata kelola organisasi dan kesehatan masyarakat.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSIS), Prof Mohammad Nuh, DEA, hadir dalam peluncuran ini bersama jajaran pimpinan universitas, akademisi, dan mitra industri.

  • Penulis: Mascim
expand_less