Pengurus AGEI Audensi ke DPRD Jatim Bahas Kewirausahaan

Audensi AGEI Jatim
Pengurus AGEI Jatim audiensi ke DPRD. Bahas program Prakarya Kewirausahaan (PKW) dan problematika pungutan dalam pendidikan gratis di Jawa Timur. Foto: Istimewa
Ruang Gentur
Ruang Gentur
Print PDF

Ruang.co.id – Puluhan Guru yang tergabung dalam kepengurusan Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Provinsi Jatim melakukan Audensi, ke DPRD Jatim. Mereka melakukan Audensi untuk melakukan koordinasi dan mengkomunikasikan program- programnya agar bisa diakomodir oleh pemerintah.

Audensi tersebut digelar di ruang komisi C DPRD Jatim, selasa (16/12). Dalam kesempatan ini, AGEI dipimpin langsung oleh Ketuanya, Bambang Al Blitary. Sedangkan dari pihak anggota DPRD Jatim diwalkili Adam Rusydi.

Menurut Adam Rusydi, kedatangan para guru ekonomi tingkat SMA ini tidak lain untuk memperkenalkan kepengurusan baru AGEI Jatim serta membahas tentang permasalahan pendidikan ekonomi dan progres terobosan ekonomi yang bisa dikembangkan melalui pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKW).

“Dalam audensi tersebut para guru ekonomi ini menjelaskan tentang program Prakaya dan Kewirausahaan siswa. Dan selama ini produk hasil PKW dilombakan. Namun setelah lomba tidak ada tindak lanjut dqri pemerintah provinsi,” ujar Adam menerangkan hasil pembahasan dalam audensi tersebut.

Menurut legislator yang menjabat ketua komisi C DPRD tersebut, program PKW ini sangat efektif untuk meningkatkan ketrampolan para siswa dan membentuk jiwa enterpreneurship. Sehingga bisa membuka lapangan kerja dan memgurangi pengangguran. Sehingga jika pemprov bisa mem-follow up maka akan bisa membantu meningkatkan ekonomi di Jawa Timur.

Selain itu, lanjut Adam, AGEI juga membicarakan masalah banyaknya laporan tebtang pungutan di sekolah di dalam sistem pendidikam gratis. Padahal selama ini konteks pendidikan gratis itu, tidak bisa disama ratakan. Karena dinilai tidak fair. Sebab tidak semua kondisi wali murid sana. Banyak juga orabg tua murid yang mampu. Sehingga pola pensudikan gratis yang bagaimana yang sebaiknya diterapkan?.

“Karena itu, dalam reses nanti kami akan mencoba mengumpulkam par guru SNA/ SMK sederajat kemudian orang tua murid dan komite sekolah untuk membahas masalah ini. Dalam pertemuan itu nanti, kami akan minta agar komite sekolah juga bisa bersikap transparan dalam melakukan pungutan kepada siswa dan tujuannya juga harus jelas,” tandas politisi partai Golkar ini menegaskan.

Baca Juga  Surabaya Sapu Bersih Jukir Liar di Toko Modern, 20 Oknum Diamankan

Sementara itu, ketua Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Jawa Timur, Bambang Al Blitary mengatakan, tujuan audensi yang dilakukan pihaknya, pertama adalah memperkenalkan kepengurusan baru AGEI Jatim periode 2025-2030 yang baru dilantik sekaligus silaturokhmi dengan anggota DPRD Jatim.

” Tujuan kami beraudensi ini tidak lain untuk memperkenalkan kepengurusan baru kami. Selain itu kami juga membahas program-program yang bermanfaat vagi perkembangan ekonomi dan pendidikan di Jawa Timur. Termasuk program PKW yang merupakan bagian mata pelajaran sekolah di SMA,” ujar ketua AGEI yang saat ini mengajar di SMAN 1 Gedangan Sidoarjo ini.

Dalam kepengurusan AGEI ini, Bambang merupakan ketua yang ketiga sejak asosiasi guru ekonomi ini didirikan. Dan AGEI Jatim sendiri juga berada di bawah pembinaan Kediknas Jatim dan beberapa dekan fakultas ekonomi universitas ternama di Jatim. Anggota AGEI terdiri dari guru- guru Ekonomi SMA/SMK negeri mauohn swasta dan MAN/ MA se Jatim.

“Kami berharap usai audensi ini, DPRD bisa mem folow up program-program kami untuk bisa disampaikan kepada pemerintah provinsi untuk menjadi program pemprov yang bisa direalisasikan,” pungkas Bambang.