Sidoarjo, Ruang co.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, membakar semangat ratusan ibu majelis taklim di Pondok Mutiara, Sidoarjo, melalui penguatan Empat Pilar Kebangsaan demi menjaga keutuhan ketahanan keluarga Nasional. Minggu (14/12/2025)..
Arzeti menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukanlah sekadar hafalan teks mati. Baginya, ibu rumah tangga adalah ujung tombak yang menghidupkan nilai luhur tersebut melalui tindakan nyata di dapur, meja makan, hingga lingkungan pengajian.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Jika ibu menanamkan kasih sayang dan gotong royong di rumah, maka fondasi negara ini tidak akan goyah oleh badai apa pun,” tegas Arzeti di hadapan majelis taklim.
Politisi ini menghubungkan nilai kebangsaan dengan isu krusial kesehatan. Menurutnya, mengamalkan Pancasila saat ini berarti berjuang melawan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis). Ketahanan sosial bermula dari anak-anak yang sehat dan cerdas secara gizi serta spiritual.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), setiap anggota legislatif wajib memasyarakatkan konsensus dasar negara. Arzeti menjalankan fungsi ini dengan menyentuh sisi humanis masyarakat Jawa Timur yang kental dengan budaya “tepo seliro” atau tenggang rasa.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka stunting di Indonesia masih memerlukan penanganan serius. Arzeti memandang pemenuhan gizi anak adalah bentuk patriotisme modern. Ia mengajak ibu-ibu memanfaatkan layanan kesehatan serta jaminan sosial secara maksimal sebagai hak warga negara yang dijamin konstitusi.
“Nilai Pancasila harus kita jaga dan praktikkan mulai dari rumah agar keluarga kita sehat, rukun, dan sejahtera,” ujar Arzeti menutup paparannya dengan nada heroik.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini membuktikan bahwa literasi kebangsaan mampu menyatukan hati. Para ibu berkomitmen menjadi penggerak sosial yang tidak hanya menjaga iman, tetapi juga menjaga imun keluarga demi masa depan bangsa yang lebih tangguh.
Sosialisasi literasi kebangsaan ini, akan terus bergulir di 2026 ini dan akan dilanjutkannya di sejumlah titik daerah lainnya.

