Breaking News
light_mode
Rabu, 16 September 2026
Beranda » Daerah » Warga Dusun Telogo Sidoarjo Jaga Akar Peradaban Melalui Ritual Memetri Deso

Warga Dusun Telogo Sidoarjo Jaga Akar Peradaban Melalui Ritual Memetri Deso

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Ratusan warga Dusun Telogo, Desa Sidokerto, Buduran, Sidoarjo menggelar tradisi Memetri Deso (merawat desa) dan Haul Akbar leluhur pada Sabtu ini (31/1/2026), guna membendung arus modernisasi yang mengancam hilangnya jati diri budaya lokal di tengah kawasan industri.

Langkah masyarakat ini menjadi oase spiritual di tengah bisingnya deru mesin pabrik Kabupaten Sidoarjo. Mereka memilih berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan menyapa ruh perjuangan para perintis desa atau yang dikenal dengan istilah babat alas (membuka lahan hutan menjadi pemukiman).

Fokus utama penghormatan tertuju pada empat pilar “paku bumi” Dusun Telogo, Mbah Malang, Mbah Buyut Khori, Eyang Tirto Agung, dan Eyang Raden Kuludusu. Keempatnya merupakan tokoh sentral yang menanamkan nilai unggah-ungguh (tata krama) dan tepa selira (tenggang rasa) sebagai fondasi sosial kemasyarakatan.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pelestarian Budaya Daerah, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dalam menjaga warisan budaya tak benda.

Data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo menunjukkan bahwa desa yang menjaga tradisi memiliki tingkat kohesi sosial 40% lebih tinggi dibanding kawasan urban murni.

Panitia pelaksana sekaligus pegiat sejarah, Wempy Yohanes, menegaskan pentingnya literasi sejarah bagi generasi Z dan milenial agar tidak tercerabut dari akar asalnya.

“Ini adalah cara warga Dusun Telogo melawan lupa. Para leluhur bukan sekadar nama masa lalu, melainkan fondasi peradaban desa. Merawat makam berarti merawat nilai perjuangan mereka,” tegas Wempy Yohanes saat ditemui di lokasi prosesi.

Suasana menyentuh hati terjadi saat sesi Umbul Dungo (memanjatkan doa bersama). Warga bersimpuh mengelilingi gunungan hasil bumi, memohon keselamatan desa dari segala balak (marabahaya).

Baca Juga  Dari Tangis Nenek Renta Urifah, Sidoarjo Gencar Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

Puncak acara ditutup dengan Kembul Bujana, tradisi makan bersama di atas daun pisang yang menyimbolkan semangat egaliter tanpa sekat kasta sosial.

Sesepuh desa, Mbah Rokhim, memberikan pesan tajam yang menggetarkan empati seluruh hadirin. Beliau mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh membunuh karakter bangsa.

“Tradisi mendoakan leluhur adalah pagar budaya. Sidoarjo boleh maju, gedung-gedung boleh menjulang, tapi jangan sampai hilang identitasnya. Wong Sidoarjo ojo nganti lali jawane (Orang Sidoarjo jangan sampai lupa identitas Jawanya),” ujar Mbah Rokhim penuh wibawa.

Kini, Dusun Telogo telah membuktikan bahwa kemajuan zaman dan kelestarian tradisi bisa berjalan beriringan. Perjuangan mereka adalah pengingat bagi kita semua, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah mengkhianati sejarahnya sendiri.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • sidang penadah 300 juta

    Tiga Terdakwa Kasus Penadahan 300 Juta di Sidangkan PN Surabaya

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tiga terdakwah Siti Meriyanah, Oktalilia, dan Roben. melakukan penipuan dan penadahan senilai 300 juta rupiah. Kembali jalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Sidang dipimpin oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hajita dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya. pada Rabu (10/7/2024). Dalam sidang tersebut, JPU menghadirkan saksi korban, Suhailie Tri Subambang, yang memberikan […]

  • Cara mandi dengan air garam

    Mandi Air Garam, Ritual Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Jiwa

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Ruang.co.id – Mandi dengan air garam telah dikenal sebagai salah satu cara perawatan tubuh yang alami dan bermanfaat. Tidak hanya di dalam budaya Islam, tetapi juga di berbagai tradisi lainnya, mandi dengan air garam diyakini memiliki banyak khasiat untuk tubuh dan jiwa. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas manfaatmandi dengan airgaram, serta kaitannya dengan […]

  • Jadwal Bank Libur Lebaran

    Jadwal Operasional Bank Saat Lebaran 2025: BCA, Mandiri, BRI, BNI, & BSI Tutup atau Buka?

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Masyarakat Indonesia kerap membutuhkan layanan perbankan saat libur panjang Lebaran, baik untuk keperluan transaksi, penarikan tunai, atau urusan bisnis. Namun, jadwal operasional bank seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI, dan BSI biasanya menyesuaikan dengan cuti bersama pemerintah. Lantas, apakah bank buka saat Lebaran 2025? Simak rincian lengkapnya berikut ini, termasuk cabang yang tetap beroperasi […]

  • Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama

    Tingkatkan Kualitas Jurnal Ilmiah, LPT PBNU Lantik Pengurus Arjunu

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melantik pengurus baru Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal Nahdlatul Ulama (Arjunu) periode 2024-2029. Sebanyak 44 pengurus yang merupakan akademisi sekaligus peneliti dari seluruh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia. Ketua LPTNU PBNU, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., mengungkapkan, pelantikan ini merupakan bagian dari […]

  • Makan Kurma Ganjil

    Makna di Balik Makan Kurma Ganjil, Sunnah atau Sekadar Kebiasaan?

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Saat bulan Ramadan tiba, kurma jadi camilan yang hampir selalu hadir di meja berbuka. Rasanya manis, lembut, dan langsung mengisi energi yang hilang setelah seharian berpuasa. Tapi, ada satu hal yang sering jadi pertanyaan: kenapa banyak orang memilih makan kurma dalam jumlah ganjil? Tiga, lima, atau tujuh butir. Apakah ini sekadar kebiasaan, atau […]

  • Penyebab Orang Malas Salat Tarawih

    Lima Penyebab Orang Sering Melewatkan Salat Tarawih dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang hanya dilakukan di bulan Ramadan. Keutamaannya luar biasa, mulai dari pengampunan dosa, pahala berlipat ganda, hingga meningkatkan kesehatan tubuh, terutama bagi wanita. Apa Penyebab Penyebab orang Malas Salat Tarawih. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat, banyak orang justru melewatkan Salat Tarawih. Ada yang karena kesibukan pekerjaan, rasa malas, […]

expand_less