Karom dan Karu KBIHU Bryan Makkah Dibekali agar Satu Niat dan Sehati Layani Jamaah

pembekalan karom dan karu
KBIHU Bryan Makkah bekali Karom dan Karu Kloter 50 di Graha Mahameru, Sabtu 14 Februari 2026. Fokus menyatukan niat dan hati layani 295 jamaah haji. Foto: Istimewa
Mascim
Mascim
Print PDF

Ruang.co.id – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, kesiapan para pemimpin rombongan menjadi fondasi utama kelancaran ibadah haji. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Bryan Makkah Surabaya baru-baru ini menggelar pembekalan khusus bagi Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) untuk Kloter 50. Kegiatan yang berlangsung di Graha Mahameru pada Sabtu, 14 Februari 2026 ini bertujuan memastikan para pemimpin memiliki kesamaan visi dalam melayani jamaah, sebuah langkah awal yang krusial sebelum menjalankan misi mulia di Makkah.

KH Much Imam Chambali, selaku penasihat dan pembina KBIHU Bryan Makkah, menegaskan bahwa pembekalan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, meluruskan niat semata-mata karena mencari rida Allah. Kedua, menanamkan kesadaran bahwa tugas Karom dan Karu adalah membantu jamaah dalam segala situasi, tanpa memandang kesulitan atau kepentingan yang dihadapi. “Tujuannya satu niat semata-mata niat minta ridanya Allah, yang kedua niat membantu jamaah. Membantu apapun kesulitannya, apapun kepentingannya, jamaah harus selalu dibantu,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH Much Imam Chambali menjelaskan bahwa tujuan ketiga adalah membangun keharmonisan. Ia menekankan pentingnya saling mengenal antar pengurus agar terbangun chemistry yang kuat. “Yang ketiga, supaya selalu sehati, kita perlu kenal. Maka dengan kenalan itu, supaya menjadi sehati dalam rangka melayani jamaah,” imbuhnya. Tujuan terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga kekompakan jamaah itu sendiri. Ia berharap agar semua jamaah Bryan Makkah tetap guyub rukun, mulai dari persiapan, pelaksanaan ibadah, hingga setelah pulang ke tanah air.

Di tengah keberagaman organisasi keagamaan di Indonesia, isu perbedaan kerap kali muncul. Menyikapi hal ini, KBIHU Bryan Makkah memiliki pendekatan yang unik. Mereka memilih untuk tidak membahas perbedaan, terutama yang berkaitan dengan masalah ubudiah. “Bryan Makkah selalu mengedepankan kebersamaan, sehingga apapun golongan organisasinya tidak menjadi perbedaan, apakah NU, Muhammadiyah, Salafi, LDII atau apa saja, yang penting niatnya ke sana, niat ibadah mencari rida Allah,” ujar KH Much Imam Chambali. Filosofi ini menjadi perekat yang menyatukan 295 jamaah KBIHU Bryan Makkah musim ini, yang akan menempati tujuh bus.

Sementara itu, Dr. KH. Muhammad Syukron Djazilan Badri selaku ketua KBIHU Bryan Makkah memberikan perspektif lebih teknis. Ia menjelaskan bahwa pemahaman akan tugas pokok dan fungsi menjadi poin vital dalam pembekalan ini. “Kegiatan ini sangat penting agar ketua rombongan (Karom) dan ketua regu (Karu) bisa mengerti dan paham dengan tugasnya,” terangnya. Lebih dari sekadar memahami tugas, ia menambahkan bahwa Karom dan Karu harus mampu bersinergi dengan petugas kloter. Sinergi ini diperlukan agar penatalaksanaan ibadah haji dapat berjalan secara benar, mandiri, dan sempurna.

Dr. KH. Muhammad Syukron Djazilan Badri kemudian merinci tugas utama para pemimpin rombongan ini. Mereka bertugas mengoordinir seluruh kegiatan jamaah di dalam kloter, menjadi jembatan informasi, dan menampung aspirasi. “Jadi tugas Karom dan Karu adalah memberikan semua informasi terkait pelaksanaan haji untuk disampaikan ke jamaah haji, selain itu Karom dan Karu juga harus mendengar keluhan jamaah haji agar bisa disampaikan ke ketua kloter atau pembimbing haji,” ujarnya. Tugasnya sangat luas, mencakup layanan umum, ibadah, dan kesehatan, termasuk hal-hal teknis seperti distribusi konsumsi dan koordinasi perpindahan dari Makkah ke Madinah. “Seperti masalah konsumsi, Karom dan Karu bertugas mendistribusikan makan dari mulai pagi siang yang sampai malam. Kemudian berkoordinasi ketika pembagian paspor, kemudian koordinasi terkait nanti perpindahan dari Makkah ke Madinah atau sebaliknya dan masih banyak hal-hal yang bersifat teknis lainnya,” paparnya.

Sebagai bagian dari persiapan menyeluruh, KBIHU Bryan Makkah secara konsisten menggelar manasik haji. Hingga saat ini, mereka telah melaksanakan manasik sebanyak enam kali dari total 12 kali pertemuan yang direncanakan. Menariknya, manasik perdana sudah dimulai lebih awal di Masjid Al-Jihad, Surabaya, dan diikuti oleh sekitar 238 calon jamaah. Pembekalan untuk Karom dan Karu di Graha Mahameru ini menjadi rangkaian penting, dan akan dilanjutkan dengan manasik praktik di Asrama Haji sebagai tahap akhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.