Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Kisah Inspirasi Empat Dekade Suprapto “Pak Tile” Menjaga Arus Jalan Graha Amerta

Kisah Inspirasi Empat Dekade Suprapto “Pak Tile” Menjaga Arus Jalan Graha Amerta

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Suprapto, pria berusia 86 tahun, yang akrab disapa “Pak Tile” atau “Pak Ogah”, telah memperjelas komitmennya dalam menjalankan profesi, sebagai petugas pengaturan jalan lalu lintas secara mandiri, tanpa digaji atau dihonor dari pihak manapun.

Semata – mata Pak Tile lakukan, demi memastikan kelancaran arus kendaraan lancar di sepanjang jalan Airlangga, terutama di pintu keluar masuk parkir Graha Amerta RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Dr. Soetomo.

Kegiatan sosial yang ia lakoni, sangat lama menjadi sebuah profesi dan secara konsisten ini, bertujuan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, sekaligus sebagai sarana mendapatkan upah sukarela, untuk menopang ekonomi keluarga di tengah usia senja.

Langkah ini menjadi penting baginya, sebagai cerminan kegigihan lansia (lanjut usia) yang enggan berpangku tangan dalam menghadapi tantangan hidup diperkotaan. Informasi ini sangat relevan disampaikan kepada masyarakat luas dan otoritas terkait, sebagai bentuk apresiasi terhadap ketertiban umum di kawasan vital kesehatan.

Aksi kemanusiaan ini, begitulah lebih tepat penyebutannya, berlangsung di sepanjang koridor Jalan Airlangga – Karang Menjangan, Surabaya, yang telah ia tekuni sejak tahun 1983 hingga memasuki April 2026.

Kesetiaan di Tengah Arus Jalan

Suprapto, lahir di Semarang, dan telah menetap di Surabaya selama empat puluh tahun terakhir. Bahkan, dia mengaku sangat lama tidak pernah menginjakkan kaki kembali ke tanah kelahirannya.

Dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar (SD) yang terhenti di kelas 6 di Semarang, ia memilih jalan hidup sebagai pengatur lalu lintas mandiri, atau yang lazim dikenal publik dengan istilah “Pak Ogah”. Sebutan ini merujuk pada sosok karakter, yang membantu mengarahkan kendaraan, dengan mengharapkan imbalan sukarela.

Setiap hari, tepat pukul 09.00 WIB, sosoknya yang humoris sudah terlihat berdiri sigap, di depan fasilitas medis tersebut. Ia mengenakan rompi keselamatan berwarna hijau terang, sebagai identitas visualnya, agar mudah dikenali pengemudi.

Baca Juga  Sidoarjo Darurat Korupsi: MAKI Jatim Serukan Pilih Pemimpin Bersih di Pilkada 2024

Suprapto menjalankan tugasnya hingga pukul 15.00 WIB, menghadapi terik matahari maupun debu jalanan tanpa mengeluh. Hanya setiap Sabtu dan Minggu, dia sengaja meliburkan diri, dan memanjakan waktunya bersama keluarga kecilnya di kawasan Jojoran.

“Mulai 1983 sampai sekarang saya di sini. Saya hanya menerima upah sukarela, dari pengguna jalan yang melintas, terutama yang keluar masuk parkir Graha Amerta,” ujar Suprapto saat diwawancarai Ruang.co.id dengan penuh semangat juang tinggi.

Kalimat ucapannya masih fasih terdengar, sekalipun ia sudah tak memiliki gigi alias ompong, lantaran dimakan usia. Keunikan fisik Suprapto di usia senjanya, merupakan ketahanannya yang luar biasa.

Ia mengaku hampir jarang mengalami gangguan kesehatan, bahkan tidak pernah terserang batuk maupun pilek (influenza). Sepertinya dia merahasiakan ramuan khusus, untuk vitalitas tubuhnya. Hanya mengatakan kunci sukses kesehatannya, “Menikmati hidup dengan suka cita dalam keadaan apapun benar – benar secara ikhlash”.

Pengakuan soal kesehatan Pak Tile, datang dari Parti (58), warga kampung Karangmenjangan, yang berdagang asongan melayani seduhan kopi dan rokok ecer, di depan pagar gerbang Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo.

“Ya begitu itu sosok pak Tile. Orangnya selalu periang, omongannya lucu da menghibur orang di sekitarnya. Selama saya jualan disini saya selalu ketemu dia. Nggak tahu ya apa resep jamunya, dia saya lihat gak pernah sakit,” tutur Suparti.

Kehadiran Tile, membantu mengurai kemacetan di area rumah sakit, yang seringkali padat, memberikan kontribusi nyata bagi kelancaran mobilitas ambulans dan pasien.

Hampir sehari dalam pengamatan Ruang co.id, tidak semua kendaraan yang lalu lalang keluar masuk di lahan parkir Graha Amerta, memberikan saweran uang receh, sebagai rasa terima kasihnya dibantu.

Baca Juga  Jadwal Kapal Kirana 3 Semarang-Sampit Maret 2025: Tiket, Fasilitas, dan Cara Pesan Online

Dalam sehari itu, terhitung belasan mobil yang keluar dari areal parkir Graha Amerta, tak membuka kaca memberi imbalan uang. “Lho Blong maneh, yo gak opo – opo, seng penting digawe seneng (Lho Blong lagi, ya tidak apa – apa, yang penting dibikin senang),” spontanitas ucapan pak Tile dengan ekspresi humor kepada Ruang.co.id.

Ketika dia disawer uang receh Rp2 ribu dari pengendara yang membuka kaca mobilnya saat diberi jalan pak Tile, dia juga langsung gerakan gestur spontanitas berekspresi humor lucu, pertanda suka citanya ditunjukkan kepada Ruang.co.id.

Jelang sore kemudian, di trotoar jalan, pak Tile mula menghitung uang receh yang dikumpulkannya. Total ada Rp52 ribu, terkumpul dari jerih payahnya berkeringatan. “Ya rata – rata paling banyak dapat segini seharinya. Kadang dapat separohnya, dan pernah dalam sehari dapat Rp10 ribu,” ujar polos ucapan pak Tile.

Suprapto pengatur lalu lintas di Graha Amerta

Suprapto pengatur lalu lintas di Graha Amerta

Kemandirian dan Apresiasi dari Jalanan

Penampilan Suprapto, cukup menarik perhatian, karena jam tangan mewah berlapis warna keemasan, dan empat buah cincin batu akik besar yang melingkar di jari-jarinya. Aksesoris tersebut bukan hasil pembelian pribadi, melainkan simbol apresiasi dari para pengguna jalan tetap datang dari internal manajemen Graha Amerta, yang menaruh hormat pada dedikasinya.

Ia menyebut barang-barang tersebut merupakan pemberian dari figur yang ia sebut dengan istilah “Pak Rektor” dan “Pak Dosen”, tak lain “Direktur” dan “Dokter” yang berpraktik di Graha Amerta.

“Jam tangan mewah keemasan ini pemberian pak Rektor, maksud saya pimpinan atau Direksi di Graha Amerta. Kalau cincin-cincin ini dari pak Dosen, maksud saya para dokter spesialis yang praktik di sini,” jelas Suprapto sembari menunjukkan perhiasannya.

Baca Juga  Arus Balik Lebaran 2025 Mengejutkan! Tiket Kapal Pelni Masih 50% Kosong – Ini Penyebab dan Rute Alternatif

Secara ekonomi, Suprapto mampu meraup penghasilan rata-rata Rp50.000 per hari dari pemberian pengguna jalan. Uang tersebut ia gunakan untuk membiayai kehidupan bersama istri keempatnya, yang berusia 56 tahun, di rumah milik pribadi sang istri, di kawasan Jojoran. Meski sebagai warga ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Surabaya, ia mengaku tidak menerima santunan atau honor rutin dari instansi manapun.

Berdasarkan data rujukan bantuan sosial, hanya istrinya yang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM), yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat, sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018.

“Istri saya dapat bantuan PKH dari pemerintah sebesar Rp300 ribu per bulan. Kalau saya sendiri tidak pernah mendapat santunan atau honor dari pihak manapun, murni dari jalanan ini,” tambahnya lagi.

Suprapto merupakan ayah dari empat orang anak, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Meski tidak merinci keempat anaknya dari buah perkawinan dengan istri yang mana. Perjuangannya menunjukkan nilai kemanusiaan yang tinggi, di mana di usia yang tidak lagi muda, ia tetap memilih produktif dan inklusif (terbuka untuk semua kalangan) dalam melayani publik.

Kisah ini memberikan pesan edukatif bahwa, pengabdian tulus tidak mengenal batas usia, dan kemandirian adalah kunci menjaga martabat hidup. Dedikasinya selama lebih dari empat dekade membuktikan bahwa, setiap peran di masyarakat memiliki nilai yang sangat berarti.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKAMRA dan Ojol Jawa Timur deklarasi Pilgub Jatim 2024

    Solidaritas untuk Jawa Timur: IKAMRA dan Ojol Bersatu Dukung Khofifah-Emil

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dukungan terhadap Paslon Cagub – Cawagub nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak terus mengalir, giliran IKAMRA dan ratusan driver ojek Online ( OJol ) di Posko Relawan Gotong Royong, Jl Bulak Banteng Surabaya. Jika sebelumnya deklarasi di tempat yang sama dilakukan oleh bonek mania deklarasi mendukung Khofifah Indar […]

  • Kepribadian Wanita Independen dan Penyayang Sekaligus yang Layak Jadi Pasangan

    7 Kepribadian Wanita Independen dan Penyayang Sekaligus yang Layak Jadi Pasangan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di era modern ini, pria semakin tertarik dengan wanita yang bisa mengurus dirinya sendiri tapi tetap tahu cara mencintai dengan tulus. Bukan rahasia lagi, wanita dengan kombinasi independensi dan kelembutan adalah paket lengkap! Ibarat kopi susu, mereka kuat tapi tetap manis. Siapa yang tidak ingin pasangan yang bisa menghadapi tantangan hidup dengan kepala […]

  • BUMD Pangan

    Kepemimpinan Kedua Khofifah-Emil Langkah Strategis Bentuk BUMD Pangan di Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setelah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk periode kedua, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak diharapkan dapat lebih fokus pada isu ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah strategis yang dinanti adalah pembentukan Badan Usaha Milik […]

  • Film Hidup Ini terlalu banyak Kamu

    Film “Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu” Adaptasi Novel Pidi Baiq Terbaru! Lebih Indah Cinta Bukittinggi atau Jogja?

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – MVP Pictures kembali mengadaptasi karya Pidi Baiq ke layar lebar. Kali ini, novel laris Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu terbitan Mizan Publishing tahun 2022 yang menjadi film. Film dengan judul yang sama seperti novelnya akan rilis pada 21 November mendatang. Buku ini, yang merupakan kumpulan kutipan dari berbagai karya dan cuitan Pidi […]

  • GIIAS Surabaya 2026

    GIIAS Surabaya 2026 Dibuka, Rekor Baru dan Optimisme Industri Otomotif

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 resmi dibuka di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (26/8/2026). Ajang tahunan ini memecahkan rekor dengan area pameran seluas 15.000 meter persegi serta menghadirkan 37 merek kendaraan. Pembukaan dilakukan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pengurus GAIKINDO. Dalam […]

  • King Knight Surabaya, Turnamen catur junior

    King Knight Turnamen Catur Junior Rapid Cap Kapal Checkmate: Misi Mencerdaskan Anak Bangsa

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Meski saat ini Percasi Kota Surabaya belum memiliki kepengurusan baru, pembinaan catur di Surabaya tetap berjalan dengan baik. Klub catur binaan Percasi Surabaya, seperti King Knight, terus menggelar berbagai turnamen dan program pembinaan, terutama bagi atlet junior. Salah satu tokoh penting dalam pembinaan ini adalah Hesnud Daulah, M.Psikolog, Ketua Klub Catur King […]

expand_less