Gema Sholawat di Pilkades, di Antara Rob dan Harapan Warga Kalanganyar pada Cakades Muda

Pilkades Kalanganyar
Fattur Rohman Cakades termuda hadir lewat sholawat dan harapan baru bagi warga kecil di Pilkades Kalanganyar 2026. (Ist)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang co.id – Malam itu, angin pesisir Kalanganyar berembus pelan di antara kerumunan warga, yang memadati Jalan KH Abu Sufyan Timur, RT 15 RW 004, Senin (18/5/2026).

Lantunan sholawat menggema, dari panggung sederhana yang diterangi cahaya lampu dan suara hadrah.

Anak-anak berlarian kecil di sela kursi plastik, para ibu duduk bershaf memadati di jalan gang desa, dan para bapak berpeci dukuk bersila di serambi – serambi rumah warga, sementara para pemuda berdiri di pinggir jalan menyaksikan jalannya acara.

Di tengah suasana religius itu, calon kepala desa nomor urut 1, M. Fattur Rohman, tampil bukan hanya sebatas sebagai peserta Pilkades.

Ia hadir sebagai putra desa, yang mencoba mengetuk hati warganya dengan pendekatan sederhana, silaturahmi, pengajian, dan harapan tentang perubahan di desanya.

“Usia memang boleh muda, tapi inovasi kita boleh bersaing,” ujar Fattur lulusan sarjana S-1 Beasiswa Prodi Ilmu Fiqih Syari’ah di Univ. Imam Syafi’i negeri Yaman, kepada Ruang.co.id.

Nama Fattur mulai ramai diperbincangkan warga, karena statusnya sebagai calon termuda dalam Pilkades Kalanganyar 2026. Bahkan dikategorikan sebagai Cakades termuda, dalam ajang kontestasi Pilkades serentak tahap pertama sebanyak 80 desa di Sidoarjo.

Dia lahir pada 1994, berlatar belakang santri dan pendakwah serta pengurus atau ketua takmir masjid At Taqwa, ia membawa visi “Kalanganyar Ramah Sejahtera”.

Baginya, pelayanan desa tidak cukup hanya administratif, tetapi juga harus menghadirkan rasa nyaman dan kepedulian sosial.

“Yang muda juga perlu restu dan support dari yang tua, dan yang tua harus mendengarkan aspirasi anak muda,” kata lulusan magister (S-2) Ilmu Fiqih Syari’ah di Uinsa (Univ. Islam Negeri Surabaya)..

Baca Juga  Tragedi Berdarah SPT Bupati Eksekusi Tembok Mutiara Regency, Belasan Warga Terluka, Satu Rawat Inap di RS dan Kecaman DPRD

Di desa pesisir ini, yang selama bertahun-tahun bergantung pada tambak bandeng itu, persoalan rob menjadi luka panjang warga. B

anyak tambak rusak, lagannya makin terkikis habis, penghasilan menurun, bahkan sebagian petani mulai meninggalkan lahannya.

Fattur menawarkan gagasan budidaya rumput laut, sebagai alternatif ekonomi baru yang dinilai lebih tahan menghadapi rob. Tanpa meninggalkan ikonik desa pembudidaya tambak ikan Bandeng . “Yang penting lahannya selamat dan kembali produktif dulu,” ucapnya.

Namun bagi sebagian warga, Pilkades bukan hanya soal program besar. Mereka berharap pemimpin desa benar-benar hadir untuk rakyat kecil.

Sementara, Ugo Pujiyanto (70), warga lanjut usia Kalanganyar, jauh sebelum Pilkades, mengaku pernah merasakan bantuan sosial berupa program BLT dan lainnya.

Cukup lama kemudian, keluarganya tiba-tiba terhenti tanpa alasan dan penjelasan kades sebelum pilkades. Sejak kehilangan anaknya, hidup keluarganya semakin sulit.

“Pemimpin itu harus lebih peka terhadap wong cilik,” tutur Ugo lirih. Ia sengaja datang di ajang kampanye nomor urut 1 ini, berharap kelak bila menang dan dilantik kepala desa mendatang, nasib wong cilik dan memperhatikan pemuda desa, melalui fasilitas olahraga, agar anak-anak muda tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

Di sudut lain kerumunan di lokasi kampanye, Rokyu Maulida (34) atau Lida, seorang ibu rumah tangga, juga menyimpan harapan sederhana.

Ia ingin bantuan sosial yang diberikan oleh kepala desa terpilih nantinya, tidak tebang pilih dan transparan terhadap semua warga, dalam mendata dan menyalurkannya, benar-benar tepat sasaran dan transparan, terutama bagi para janda serta keluarga miskin.

“Yang penting bantuan untuk warga miskin itu amanah dan tepat sasaran,” kata Lida, sapaan akrabnya.

Meski suasana Pilkades di Kalanganyar mulai menghangat, Fattur memilih meredam tensi persaingan. Ia mengaku sempat melihat atribut kampanyenya dirusak, namun menolak membalas dengan kemarahan atau membalas yang serupa.

Baca Juga  Bantuan 200 Becak Listrik Prabowo Inisiasi Wabup Mimik Idayana Siap Diarak 

“Pilkades bukan ajang permusuhan, tapi bagaimana memberi contoh yang baik,” ujarnya.

Kalanganyar kini menunggu arah baru. Di antara sholawat, tambak yang tergerus rob, dan harapan warga kecil, Pilkades bukan Cuma sebuah pesta memilih pemimpin desa.

Bagi banyak warga pendukung Fathur, ini adalah pertaruhan tentang siapa yang benar-benar mau mendengar suara mereka. Suara rakyat kecil yang masih banyak tercecer di gang – gang rumah warga.