Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Tabuh Alat Dapur, Emak-emak Desa Kedungturi Protes Kebisingan dan Desak DPRD Sidak Dugaan Pencemaran Sungai PT Ispat Indo

Tabuh Alat Dapur, Emak-emak Desa Kedungturi Protes Kebisingan dan Desak DPRD Sidak Dugaan Pencemaran Sungai PT Ispat Indo

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Aksi protes warga kembali pecah di lingkungan RT 12 dan 13 RW 5 Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Sidoarjo, pada Selasa (28/4/2026).

Lantaran tidak kunjung datang adanya respons konkret dari pihak terkait, mendorong warga, yang didominasi emak-emak, turun langsung ke lapangan.

Mereka berjalan menuju tembok tinggi pembatas pabrik peleburan baja PT Ispat Indo, sambil membawa peralatan dapur dan menabuhnya keras-keras, sebagai simbol perlawanan terhadap kebisingan yang ditimbulkan aktivitas di dalam area pabrik.

Aksi ini bukan yang pertama. Warga menyebut protes telah dilakukan berulang kali, namun belum menghasilkan solusi nyata.

Selain kebisingan, mereka juga mengeluhkan getaran dari aktivitas alat berat yang digunakan dalam proses pembongkaran bangunan pabrik.

Getaran tersebut bahkan diklaim menyebabkan retakan pada rumah warga, sementara debu dan suara bising terus mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari.

Persoalan yang dihadapi warga sejatinya telah berlangsung lama. Mereka mengungkap bahwa pencemaran lingkungan, khususnya air sumur, sudah dirasakan sejak puluhan tahun lalu, bahkan disebut terjadi sejak 1976.

Warga juga menyoroti keberadaan sungai desa yang kini berada di dalam area pabrik. Sungai tersebut diduga dimanfaatkan sebagai saluran pembuangan limbah, meskipun secara aturan sungai merupakan fasilitas publik yang tidak dapat dimiliki oleh pihak swasta.

Dari sisi hukum, warga mengaku telah menempuh berbagai jalur pengaduan, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah pusat. Melalui Dian Moelyadi, warga RT. 13 yang juga kuasa hukum warga dari Kantor Hukum “Perjuangan”, mereka telah mengirimkan surat desakan kepada DPRD Kabupaten Sidoarjo untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Hal ini merupakan tindak lanjut dari rapat dengar pendapat, yang sebelumnya digelar bersama Komisi C DPRD. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, sidak tersebut belum juga terlaksana.

Baca Juga  Kapolda Jatim dan Pangdam Brawijaya Jalin "Jogo Jatim", Benteng Sinergi untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam surat tersebut, warga juga menyoroti kewajiban pemulihan lingkungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Meski PT Ispat Indo telah menyatakan berhenti beroperasi sejak 25 Agustus 2025, warga menilai tanggung jawab pemulihan lingkungan belum dijalankan.

Secara historis, warga melalui Wahyu tokoh yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungturi menyebut, pencemaran sumur telah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Mereka juga menyoroti keberadaan sungai desa yang kini berada di dalam area pabrik.

Fakta di lapangan, tembok pembatas tersebut dibangun PT. Ispat Indo dengan setinggi sekitar 10 meter, dimana bagian bawahnya terbuat dari bangunan batako setinggi 1,5 meter, diatasnya berupa plat baja.

Sehingga di hadapan warga, sungai itu sudah tidak lagi tampak, yang diduga digunakan sebagai bagian dari sistem pembuangan limbah. Karena ada sumber yang pernah bekerja di perusahaan tersebut, sungai tersebut di klaim sebagai sungai milik PT. Ispat Indo, bukan sebagai sungai warga Desa Kedungturi yang sudah ada sebelum pabrik peleburan itu berdiri memancangkan usahanya di tahun 1976.

Warga juga mempertanyakan legalitas penguasaan sungai tersebut, mengingat secara aturan, sungai merupakan aset publik yang tidak dapat dimiliki oleh korporasi.

Bahkan, keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), yang menjadi syarat penting operasional perusahaan dipertanyakan, karena secara fisik tidak ditemukan di lokasi.

Selain itu, menurut Wida, istri Ketua RT. 13 RW 5 Desa Kedungturi menceritakan, warga mengaku pernah menerima kompensasi bulanan sebelum perusahaan tutup, dengan rincian sekitar Rp40 ribu untuk dampak pencemaran dan Rp44 ribu untuk bantuan air.

Namun, setelah operasional dihentikan, kompensasi tersebut tidak lagi diberikan, sementara dampak lingkungan masih dirasakan hingga kini.

Baca Juga  Alhamdulillah, Kloter Pertama Debarkasi Surabaya Tiba di Asrama Haji Sukolilo

Di sisi lain, pihak PT Ispat Indo belum memberikan keterangan rinci. Usai pertemuan dengan Kepala Desa Kedungturi, perwakilan legal perusahaan bernama Soni hanya menyatakan akan menjadwalkan sesi wawancara di lain waktu, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Warga berharap pemerintah daerah, DPRD, hingga aparat penegak hukum (APH), dari tingkat kabupaten hingga tingkat pusat, untuk segera mengambil langkah tegas.

Dengan jumlah terdampak mencapai sekitar 210 kepala keluarga dari tiga RT, mereka menuntut kejelasan, transparansi, serta pemulihan lingkungan yang dinilai sebagai hak dasar masyarakat yang selama ini terabaikan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karakteristik Pembaca yang Berbeda dari lainnya

    Mengapa Pembaca Itu Berbeda? Mengungkap Karakteristik Uniknya

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Di tengah hiruk pikuk dunia digital, masih ada sekelompok orang yang memilih untuk menyelami dunia lain melalui buku. Mereka adalah para pembaca sejati, yang tak pernah kehabisan cerita untuk dinikmati. Membaca buku telah lama menjadi hobi yang digemari oleh banyak orang. Namun, di balik kebiasaan membaca ini, tersimpan karakteristik unik yang membedakan […]

  • Pantai Batu Telu Hadirkan Pesona Tersembunyi di Karangasem, Bali

    Pantai Batu Telu Hadirkan Pesona Tersembunyi di Karangasem, Bali

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Ruang.co.id, Bali- Pantai Batu Telu hadirkan pesona tersembunyi di Karangasem Bali, sebuah destinasi pantai yang baru ditemukan di Karangasem, Bali, kini menarik perhatian para pelancong dan pecinta alam. Terletak di kawasan yang masih relatif belum terjamah, pantai ini menawarkan pesona alam yang memukau dengan pasir putih yang halus dan air laut yang jernih. Pantai Batu […]

  • Kebiasaan sepele yang dapat menghancurkan karier kamu dalam sekejap

    5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Menghancurkan Karier Dalam Sekejap

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id –  Siapa sangka, kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kita lakukan sehari-hari bisa berdampak besar pada karier kita? Kebiasaan-kebiasaan ini, jika dibiarkan, dapat merusak reputasi profesional dan menghambat kemajuan kita di tempat kerja. Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 kebiasaan buruk yang seringkali tidak disadari, namun dapat menghancurkan karier Anda dalam sekejap. 1. Terlalu […]

  • Sholat Ghaib Polres Mojokerto Kota

    Solidaritas Doa Polres Mojokerto Kota untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Mojokerto, Ruang.co.id – Nuansa khidmat dan empati yang mendalam menyelimuti kompleks Polres Mojokerto Kota pada Senin, 8 Desember 2025. Institusi yang biasanya identik dengan penegakan hukum itu justru tampil dengan wajah berbeda, menggelar ritual keagamaan sebagai bentuk solidaritas. Pelaksanaan Sholat Ghaib dan doa bersama ini adalah wujud nyata kepedulian sosial bagi saudara-saudara di Aceh, Sumatra […]

  • Hibah PP-PTS Unusa

    Tiga Prodi Kesehatan Unusa Kantongi Hibah Penguatan PTS, Pacu Daya Saing Lulusan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi mengantongi hibah Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Tahun 2026 Skema B. Tiga program studi di lingkungan fakultas kesehatan kampus tersebut berhasil lolos seleksi program kompetitif nasional ini dengan total dana yang diterima mencapai lebih dari Rp500 juta. Selasa, (21/7/2026). Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi […]

  • Pemuda Pancasila Jember dukung Gus Fawait

    Pemuda Pancasila Jember Dukung Gus Fawait: Pilkada 2024 Dinilai Tidak Netral

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Jember, Ruang.co.id – Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Jember secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati, Muhammad Fawait-Djoko Susanto, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember 2024. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Jember, Zamroni Ulfa, menegaskan bahwa ribuan anggota PP telah mantap memberikan dukungan kepada Gus Fawait-Djoko. “Pemuda Pancasila […]

expand_less