Breaking News
light_mode
Rabu, 9 September 2026
Beranda » Pendidikan » Dinsos Sidoarjo Tebang Pilih Larang Anak Jurnalis Terima Beasiswa Pendidikan, Ini Alasannya

Dinsos Sidoarjo Tebang Pilih Larang Anak Jurnalis Terima Beasiswa Pendidikan, Ini Alasannya

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo R. Martha Wara Kusuma, memastikan 500 mahasiswa penerima beasiswa 2026, berasal dari keluarga tidak mampu berstatus buruh serabutan, sementara anak jurnalis dan pekerja swasta resmi dicoret dari daftar penerima.

Kebijakan diskriminatif ini terungkap saat rapat dengar pendapat antara Dinsos Sidoarjo dengan Komisi D DPRD Sidoarjo, sepekan menjelang Ramadan 2026.

Martha menegaskan bahwa klasifikasi penerima beasiswa senilai Rp5 juta per mahasiswa ini, sangat ketat dan mengacu pada kreteria nasional dan status pekerjaan di e-KTP.

Dinsos Sidoarjo mematok aturan bahwa, hanya warga yang beralamatkan e-KTP Sidoarjo dan dengan pekerjaan tidak tetap atau pengangguran, yang berhak mengakses bantuan pendidikan tersebut.

Sebaliknya, anak dari jurnalis atau wartawan media Pers, serta karyawan swasta, dianggap tidak memenuhi kriteria keluarga prasejahtera dalam skema bantuan ini.

“Anak jurnalis bukan termasuk kriteria keluarga penerima program bantuan untuk periode 2026 ini. Kita prioritaskan dulu untuk keluarga prasejahtera atau tidak mampu dan kurang mampu sesuai kreteria pada e-KTP nya, begitu pula keluarga dengan e-KTP pekerja swasta,” tegas Martha kepada jurnalis peliput sebelum acara hearing dengan Komisi D DPRD Sidoarjo, sepekan lalu.

Program ini juga menutup pintu rapat bagi keluarga pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, hingga Aparat Penegak Hukum (APH).

Pembatasan ini memicu perdebatan, mengenai keadilan akses pendidikan bagi pekerja sektor formal bergaji rendah, yang juga terdampak ekonomi.

Penyaluran dana Rp5 juta tersebut hanya menyasar mahasiswa semester 4 hingga semester 8 yang memiliki e-KTP Sidoarjo. Ironisnya, Dinsos memutus harapan mahasiswa tingkat akhir karena bantuan tidak dapat cair, jika pemohon sudah menempuh Skripsi atau Tugas Akhir (TA).

Baca Juga  Terobosan Baru UT Surabaya Mengajar 20 Napi di Lapas Madiun Hingga Sarjana

Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo mengklaim telah mengalokasikan APBD 2026 sebesar Rp5,716 triliun untuk sektor sosial, termasuk kuota 4.000 beasiswa secara total. Namun, sinkronisasi data di lapangan, seringkali membentur dinding birokrasi yang kaku, terhadap status profesi orang tua.

Berdasarkan regulasi, penyaluran bantuan sosial wajib berpedoman pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, yang menekankan akurasi data sebagai instrumen utama pemenuhan hak warga negara.

Data referensi menunjukkan bahwa per Februari 2026, terdapat 38.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sidoarjo yang menerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dari pusat. Pemerintah pusat menyalurkan bantuan bervariasi, seperti Rp750.000 per tahap untuk ibu hamil dan balita melalui Bank Himbara.

Selain beasiswa, terdapat program PKH Plus dari Pemprov Jatim yang memberikan Rp2 juta per tahun bagi lansia berusia 70 tahun ke atas.

Sinergi ini seharusnya menjadi jaring pengaman, namun kriteria sempit di level kabupaten, justru menyisakan celah ketidakadilan bagi profesi tertentu.

Transparansi anggaran dan objektivitas verifikasi, menjadi tuntutan utama warga yang merasa terabaikan oleh sistem administrasi e-KTP.

Di Sidoarjo dan secara nasional, diketahui menurut undang – undang, terutama UUD 1945 Pasal 31 tentang pendidikan merupakan hak dasar yang semestinya tidak terhalang oleh label profesi, selama kondisi ekonomi riil keluarga memang membutuhkan uluran tangan negara.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Kompos Rungkut

    Rumah Kompos Rungkut Kidul, Inovasi Surabaya Hijau Menuju Kota Tahan Iklim Terbebas Sampah

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah krisis lingkungan yang kian mendesak, Surabaya menyalakan harapan baru dari sudut RW 09 Rungkut Kidul. Sebuah rumah kompos berdiri bukan hanya sebagai tempat daur ulang sampah, tetapi sebagai ikon kebangkitan semangat gotong royong dan inovasi masyarakat dalam menghadapi darurat sampah. Minggu, (25/5/2025). Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) […]

  • Gugatan PHN soal RS Royal

    Mengaku Dilecehkan dan Dikecewakan, Achmad Shodiq PHN Kuasa Hukum Anjar Guntoro Pastikan Gugat RS. Royal Surabaya

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id — Ibarat sebuah pertarungan, wong cilik melawan rumah sakit “Gajah” meskipun bangunan fisik hedungnya tidak semegah yang dibayangkan, begitulah anggapan Achmad Shodiq,SH.,MH.,M.Kn., dari kantor advokat Palenggahan Hukum Nusantara (PHN) Sidoarjo. Rumah Sakit “Gajah” yang dimaksudkannya, tidak lain RS. Royal Surabaya. Sedangkan wong cilik yang disebutkannya, juga tidak bukan merupakan klien tim hukum PHN bernama […]

  • Tanda Seseorang menaruh perhatian lebih

    10 Tanda Seseorang Menaruh Perhatian Lebih Sekadar Teman

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah kamu merasa ada seseorang yang sepertinya lebih dari sekadar teman? Perhatiannya terasa berbeda, dan kamu penasaran apakah perasaanmu berbalas. Untuk menjawab rasa penasaranmu, simak 10 tanda yang menunjukkan seseorang mungkin menaruh perhatian lebih kepadamu. Tanda-Tanda Verbal 1. Sering Memulai Percakapan Jika seseorang sering mencari alasan untuk memulai percakapan denganmu, baik secara […]

  • Kampanye terakhir Khofifah-Emil

    Doa dan Sholawat Bersama: Kampanye Terakhir Khofifah-Emil di Jatim Expo

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Hari Kampanye terakhir, pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur nomor 02 Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak menggelar doa dan Shalawat bersama puluhsn ribu pendukungnya, di gedung Jatim Expo, sabtu (23/11) siang. Dalam orasinya Baik Khofifah maupun Emil sama sama mengajak pendukungnya untuk memenangkannya dengan tetap mewujudkan pemilu yang […]

  • Muslimat NU Sidoarjo

    Muslimat NU Sidoarjo Kobarkan Gerakan Ibu Hebat Lawan Stunting

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Tangis bayi-bayi yang lahir dalam tubuh kecil dan rapuh, kini menjadi panggilan nurani bagi kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sidoarjo. Mereka bangkit, menyalakan obor gerakan ibu hebat, untuk melawan stunting sebagai ancaman senyap bagi masa depan generasi emas Indonesia. Pada Kamis (13/11/2025), ratusan perempuan Muslimat NU memenuhi Pendopo Delta Wibawa […]

  • Eri Cahyadi Ajak Kerja Sama Surabaya-Bangkalan

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Dorong Integrasi dan Kerja Sama dengan Bupati Bangkalan untuk Kesejahteraan Regional

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pembangunan regional tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Hal inilah yang ditekankan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan periode 2025-2030. Didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Eri Cahyadi menyoroti pentingnya integrasi dan kerja sama antara Surabaya dan Bangkalan, terutama dalam sektor pangan dan pariwisata. Kolaborasi […]

expand_less