Media Sosial Jadi Pintu Masuk Radikalisme, Polsek Buduran Perkuat Benteng Pelajar Sidoarjo
- account_circle Ruang Mujiono
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolsek Buduran usai memberikan imbauan bijak bermedia sosial kepada pelajar SMA Antartika Sidoarjo. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Polsek Buduran menyoroti media sosial sebagai pintu masuk utama penyebaran paham intoleransi dan radikalisme di kalangan pelajar. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi wawasan kebangsaan di SMA Antartika Sidoarjo, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan dipimpin Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistyono bersama Kanit Binmas Iptu Sutarno. Sosialisasi diikuti kepala sekolah, para guru, serta siswa kelas 9 hingga 12.
Kompol Sugeng menekankan bahwa arus informasi digital yang masif membuat pelajar rentan terpapar konten provokatif. Tanpa filter yang kuat, konten semacam itu berpotensi mengikis nilai kebangsaan dan memecah persatuan.
“Indonesia merupakan wujud keindahan dalam sebuah perbedaan. Mari kita jaga keberagaman ini dengan saling menghormati dan bertoleransi. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan atau informasi yang dapat memecah persatuan,” ujar Kompol Sugeng.
Para siswa juga diingatkan agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap kritis dan verifikasi menjadi kunci agar tidak terseret dalam lingkaran radikalisme daring.
“Pelajar adalah generasi penerus bangsa dan bagian penting dalam menyongsong Generasi Emas 2045. Karena itu, sejak dini harus dibangun karakter yang toleran, cinta tanah air, dan menjunjung persatuan,” tambahnya.
Pihak SMA Antartika Sidoarjo menilai sosialisasi ini relevan dengan tantangan zaman. Sekolah berkomitmen memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam membangun kesadaran digital yang sehat di kalangan siswa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah lingkungan pendidikan. Harapannya, para pelajar tidak hanya cakap bermedia sosial, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keamanan.
Sumber:
- Penulis: Ruang Mujiono

