Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Peristiwa » AKAMSI Soroti Ikan Mati Massal di Kali Surabaya Akibat Pencemaran Ekstrim

AKAMSI Soroti Ikan Mati Massal di Kali Surabaya Akibat Pencemaran Ekstrim

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id — Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (AKAMSI) mendesak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa segera mengusut tuntas penyebab matinya ikan secara massal di aliran Kali Surabaya yang melintasi Desa Wringinanom, Kec. Wringinanom, Gresik. Desakan itu disampaikan usai aksi damai dan penyerahan laporan resmi hasil investigasi lapangan yang menunjukkan kondisi kritis sungai akibat pencemaran dan pelanggaran tata ruang secara masif, Rabu (21/5).

AKAMSI —yang terdiri dari ECOTON, AksiBiroe, dan Surabaya River Revolution—membawa bukti nyata pelanggaran hukum lingkungan dan degradasi ekosistem Kali Surabaya. Dalam laporannya, tercatat 4.641 bangunan ilegal berdiri di sempadan sungai sepanjang 2015–2025, telah melanggar ketentuan Pasal 53 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, yang menyebutkan sempadan sungai harus bebas dari bangunan permanen dan berfungsi sebagai kawasan resapan serta pengaman ekosistem.

“Bangunan liar ini bukan hanya soal melanggar aturan tata ruang. Ini adalah wujud gemblang dari ketidakpeduliannya sistem terhadap kondisi sungai,” ujar Rio Ardiansa, perwakilan AKAMSI.

Tak hanya itu, AKAMSI mengungkap temuan mikroplastik dalam organisme sungai seperti plankton, udang, dan kepiting. Jenis fiber mendominasi seluruh sampel, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah hilir.

Hasil uji laboratorium menggunakan spektroskopi FTIR menunjukkan keberadaan polimer berbahaya seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), dan PET — indikasi kuat bahwa limbah rumah tangga dan industri menjadi sumber utama pencemaran.

Baca Juga  Surabaya Garap Ekosistem Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Ilham, peneliti mikroplastik dari AKAMSI, menyatakan, “Semakin banyaknya organisme perairan yang terpapar oleh mikroplastik, dapat disimpulkan kondisi ini disebabkan kondisi Kali Surabaya yang terabaikan. Karena itu, kita harus siap akan dampaknya saat mikroplastik masuk ke tubuh ikan, lalu dikonsumsi oleh kita.”

Kondisi air juga semakin memburuk. Dari segmen hulu ke hilir, kadar oksigen terlarut (DO) turun drastis dari 4,69 mg/L menjadi 1,95 mg/L, melampaui ambang batas minimal kualitas air.

Suhu meningkat dan vegetasi sempadan nyaris hilang, digantikan oleh beton dan permukiman liar. Sementara itu, nilai indeks biotik menandai kualitas sungai dari “sehat” di hulu menjadi “tidak sehat” di hilir.

Kondisi itu makin parah dengan buruknya sistem pengelolaan sampah desa. Sebanyak 33,3% wilayah tidak memiliki tempat penampungan sampah (TPS), dan 86,67% desa masih membakar sampah secara terbuka.

Baca Juga  Dari Harkitnas ke Masa Depan, Surabaya Siap Cetak Generasi Unggul

Hal ini menyebabkan warga membuang sampah langsung ke sungai, mempercepat degradasi kualitas air dan memicu kematian massal ikan.

Teranyar, kejadian ikan mati massal kembali terjadi di Desa Wringinanom, Gresik, hanya dua hari sebelum aksi. Fenomena tahunan ini menimbulkan bau menyengat dan keresahan warga, namun hingga kini tak pernah ada investigasi tuntas dari pihak berwenang.

AKAMSI menuntut enam langkah konkrit, yakni penertiban seluruh bangunan ilegal di sempadan Kali Surabaya, restorasi ekologis sempadan, sistem pengelolaan sampah terpadu di seluruh desa dalam daerah aliran sungai (DAS), monitoring kualitas air secara berkala dan terbuka, investigasi menyeluruh atas kematian ikan massal, dan penerbitan Peraturan Gubernur tentang perlindungan sempadan sungai.

Aliansi ini mengingatkan, jika tidak ada tindakan nyata, Kali Surabaya hanya akan menjadi saluran limbah raksasa yang membunuh kehidupan, alih-alih menjadi sumber air bersih dan kehidupan warga.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kucing dapat melewati celah sempit

    Tubuh Kucing Menjadi “Cair” Saat Melewati Celah Sempit: Bagaimana Bisa?

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kucing terkenal dengan kelincahan dan kemampuannya untuk masuk ke tempat-tempat sempit yang tak terduga. Bagaimana mereka bisa melakukan hal tersebut? Rahasianya terletak pada tulang belakang mereka yang sangat fleksibel. Tulang belakang kucing terdiri dari 53 tulang belakang, lebih banyak daripada manusia yang hanya memiliki 33 tulang belakang. Tulang belakang kucing juga memiliki […]

  • Prof Adi Utarini peraih LPTNU Award

    Gara-gara Nyamuk Wolbachia, Prof. Adi Utarini Raih LPTNU Award

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) memberikan penghargaan kepada ilmuwan, akademisi, dan mahasiswa berprestasi dalam Malam Penganugerahan LPTNU Award 2026 yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rabu, (11/3). Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama […]

  • Pelaku Pencurian Tas

    Setelah Pura-pura Sholat dan Curi Tas Jama’ah, Pelaku Akhirya Berlebaran di Polsek Tandes

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Akhirnya berlebaran di Polsek Tandes, Pelaku pencuri tas yang sempat Viral dibeberapa media sosial milik salah seorang jemaah di Masjid Kawasan Jalan Raya Tengger Kandangan, Surabaya. Akhirnya dibekuk polisi. Diketahui pelaku yang berhasil diamankan polisi adalah APB (19 tahun) tak hanya dalam kasus pencurian, pelaku juga melakukan aksi penipuan jual beli hp […]

  • Gadai Bebas Bunga Pegadaian

    Gadai Bebas Bunga Pegadaian Solusi Cerdas Dana Mudik Lebaran 2025 Tanpa Beban Biaya

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menjelang mudik Lebaran 2025, Pegadaian kembali menghadirkan program unggulan, yaitu Gadai Bebas Bunga. Program ini dirancang khusus untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dana mendadak, terutama untuk persiapan mudik. Dengan pinjaman tanpa bunga berjangka waktu hingga 60 hari, program ini menjadi solusi menarik bagi nasabah baru atau nasabah tidak aktif. Apa Itu Program Gadai […]

  • Eri Cahyadi Surabaya

    Usai Retreat, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Gelar Doa Bersama dan Santuni 50 Anak Yatim di Balai Kota

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Usai menjalani serangkaian kegiatan penting, termasuk pelantikan di Jakarta dan retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji memulai hari pertama kerja mereka dengan penuh makna. Pada Sabtu (1/3), keduanya menggelar silaturahmi dan doa bersama di Balai Kota Surabaya. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen […]

  • Polda Jatim tembak pelaku jambret kalung di Sidoarjo

    Orang yang Memilih untuk Menonaktifkan Centang Biru WhatsApp Memiliki 9 Kepribadian Ini

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Gaya hidup modern menuntut kita untuk selalu terhubung. Namun, terkadang kita membutuhkan ruang pribadi untuk menenangkan pikiran atau fokus pada tugas yang sedang kita kerjakan. Fitur centang biru di WhatsApp, yang menandakan pesan telah dibaca, telah menjadi fitur yang cukup kontroversial.  Centang biru di WhatsApp ternyata tidak hanya sekadar tanda baca. Bagi […]

expand_less